DUREN SAWIT KAWASAN BERLIBUR DENGAN MENGENAL KEELOKAN NUSANTARA DI TMII

Berita Kawasan

Berlibur dengan Mengenal Keelokan Nusantara di TMII

Liburan bersama buah hati menjadi momen yang ditunggu oleh para orangtua, khususnya bagi mereka yang berprofesi sebagai pekerja kantoran. Namun, untuk memilih tempat wisata yang cocok di Jakarta terkadang membuat para orangtua kebingungan. Bila Anda salah satu yang tengah kebingungan, mengapa tidak mencoba mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) saja?

Mungkin Anda tidak asing lagi dengan kawasan taman wisata yang berlokasi di area Cipayung, Jakarta Timur ini. Tapi, tahukah Anda bahwa mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah juga dapat dijadikan waktu liburan untuk buah hati demi mengenal keelokan Nusantara? Karena dari mulai pameran di berbagai museumnya serta arsitektur yang ada di TMII dapat dimanfaatkan oleh Anda untuk mengenalkan budaya Nusantara kepada si buah hati.

Selayang Pandang Taman Mini Indonesia Indah

Sebelum mengulas lebih jauh mengenai apa saja yang ada di sini, ada baiknya bila Anda mengenal terlebih dahulu sekilas mengenai perjalanan TMII. Berdirinya Taman Mini Indonesia Indah sendiri sebenarnya tercetus dari mantan Ibu Negara Indonesia, Raden Ayu Siti Hartihan atau yang lebih dikenal dengan nama Ibu Tien Soeharto.

Sebagaimana dilansir dari tamanmini.com, gagasan itu kemudian diputuskan untuk direalisasikan pada pertemuan yang diadakan di Jalan Cendana pada 13 Maret 1970. Pada pertemuan tersebut Ibu Tien menginginkan sebuah taman yang berisi miniatur Nusantara agar para pengunjung merasa bangga dengan kekayaan Indonesia.

Melalui Yayasan Harapan Kita, Proyek pembangunan Taman Mini Indonesia Indah pun dimulai pada 1972. Dengan menggunakan nama Proyek Miniatur Indonesia, taman ini diharapkan dapat menjadi cerminan dari kekayaan alam Indonesia dan keragaman rakyatnya. TMII yang memiliki area seluas 150 hektare itu pun rampung pada 20 April 1975.

Wahana di Taman Mini Indonesia Indah

Demi menampilkan keelokan Nusantara, TMII berusaha menampilkan representasi yang akurat dari setiap provinsi di Indonesia. Tidak hanya dari pakaian adat dan budayanya, Taman Mini Indonesia Indah juga memiliki model rumah-rumah adat dari setiap provinsi di Nusantara.

Selain bentuk arsitektur rumah yang akurat, Anda juga dapat mengajak buah hati untuk melihat bagaimana lingkungan tempat tinggal dari berbagai suku adat yang ada di Nusantara. Wahana Anjungan Daerah ini berlokasi di danau utama dan dibuat sedemikian rupa agar mirip dengan posisi pulau-pulau yang ada di Kepulauan Indonesia.

Anjungan ini terbagi menjadi sejumlah zona yang terdiri dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Contoh rumah tradisional yang ada di anjungan ini adalah:

  • Joglo dan Omah Kudus masuk ke paviliun Jawa Tengah dan Yogyakarta.
  • Rumah Gadang Minang masuk ke paviliun Sumatera Barat
  • Rumah Melayu masuk ke paviliun Sumatera Selatan dan Provinsi Kepulauan Riau
  • Torajan Tongkonan dan Rumah Bugis masuk ke paviliun Sulawesi Selatan
  • Sedangkankan di Paviliun Bali terdapat gerbang Candi Bentar dan Kori Agung yang menjadi fitur ikonik khas dari Bali.

Selain mempelajari berbagai budaya adat Nusantara, Anda juga dapat mengenalkan bagaimana toleransi serta harmoni agama menjadi bagian dari Bhinneka Tunggal Ika. Pasalnya, di TMII juga ada bangunan yang mencerminkan hal tersebut. Mulai dari Masjid Pangeran Diponegoro, Gereja Katolik Santa Catharina, Gereja Protestan Haleluya sampai Kuil Kong Miao ada di Taman Mini Indonesia Indah.

Setelah mempelajari keelokan Nusantara, Anda dapat mengajak buah hati untuk bermain di area Taman Mini Indonesia Indah. Sebab TMII juga memiliki wahana Istana Anak-Anak Indonesia dan kereta gantung yang juga menjadi fasilitas bermain favorit keluarga saat mengunjungi kawasan wisata ini. Terakhir, tentu saja kurang pas bila Anda dan buah hati tidak mengunjungi Teater IMAX Keong Mas yang memiliki layar berukuran raksasa dan kerap memutar film-film bernilai edukatif.

Sebagaimana dilansir dari cnnindonesia.com, Taman Mini Indonesia Indah beroperasi setiap hari dari pukul 07.00 hingga 22.00. Harga tiket masuknya dibanderol Rp15.000 per orangnya (harga Agustus 2018) dan bila membawa kendaraan pribadi, Anda akan dikenakan biaya parkir sekira Rp10.000 per unitnya. Selain menggunakan kendaraan pribadi, Anda juga bisa menaiki kendaraan umum yaitu bus Transjakarta koridor 9 dan turun di halte Garuda Taman Mini lalu berjalan ke Yamaha Prima Motor. Kemudian naik angkutan umum Cililitan-Setu dan turun di Terminal Bayangan Taman Mini II.

Read More

Artikel Lainnya

Kampung Kepo Dukung Wanita Lebih Peduli dengan Kanker Serviks

Kesehatan

Kampung Kepo Dukung Wanita Lebih Peduli dengan Kanker Serviks

18 August 2019, 20:00  |  7 Views

Untuk meningkatkan kepedulian serta mendorong wanita untuk melakukan deteksi dini kanker, Kampung Kepo diresmikan.

Ampas Kopi Ternyata Punya Manfaat Istimewa

Properti dan Solusi

Ampas Kopi Ternyata Punya Manfaat Istimewa

18 August 2019, 19:00  |  6 Views

Biasanya ampas kopi selalu berakhir di tempat sampah, namun ternyata endapan hasil akhir dari minuman lezat ini masih dapat Anda manfaatkan.

Bayar Ongkos Kirim Barang di Gerai JNE Kini Bisa Pakai GoPay

Bisnis

Bayar Ongkos Kirim Barang di Gerai JNE Kini Bisa Pakai GoPay

18 August 2019, 18:00  |  7 Views

GoPay menjadi uang elektronik pertama yang dapat menjadi opsi pembayaran biaya kirim barang melalui JNE. Kirim barang pun jadi lebih praktis.

Kader JKN Dekatkan BPJS Kesehatan untuk Pelayanan Masyarakat

Kesehatan

Kader JKN Dekatkan BPJS Kesehatan untuk Pelayanan Masyarakat

18 August 2019, 17:00  |  6 Views

Kader JKN berperan aktif menyukseskan Program JKN-KIS. Selain itu, berbagi informasi dan membawa manfaat kepada masyarakat.


Comments


Please Login to leave a comment.