Bersama Pemkot Surabaya, Alumni Psikologi Unair Berikan Psiko Edukasi.jpg

Kesehatan

Bersama Pemkot Surabaya, Alumni Psikologi Unair Berikan Psiko Edukasi

Kondisi pandemi COVID-19 memicu interaksi keluarga yang sebelumnya sebenarnya jarang terjadi yang di mana orangtua harus siap selalu mendampingi anaknya untuk belajar di kelas daring. Mengingat kelas konvensional masih belum bisa dilakukan, selama berbulan-bulan, orangtua harus mengemban peran sebagai guru pengganti sekaligus merasakan langsung dampak ekonomi pandemi COVID-19 dan kondisi ini tak ayal dapat memicu tantangan emosi baru untuk orangtua bahkan dapat berdampak ke kesehatan jiwa. Hal inilah yang berusaha dibantu tangani oleh Ikatan Alumni Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Kondisi dengan tantangan psikologi untuk orangtua selama masa pandemi COVID-19 di Kota Pahlawan ini dipandang dapat diringankan melalui metode psiko edukasi. Inilah bantuan yang ditawarkan Ikatan Alumni Psikologi Unair bersama Pemkot Surabaya untuk keluarga yang bermukim di Rumah Susun (Rusun) Penjaringan Sari.

Bersama Pemkot Surabaya, Alumni Psikologi Unair Berikan Psiko Edukas i.jpg

“Kegiatan psiko edukasi ini sudah mulai digelar pada 10 November lalu di Rusun Penjaringan Sari. Ini sebagai pilot project kami untuk melanjutkan kegiatan ini di wilayah lainnya. Jadi, ini garapan berkelanjutan,” ungkap Wakil Ketua Alumni Psikologi Unair Dyah Ayu Sulistyowati, sebagaimana dikutip dari surabaya.go.id (17/11/2020).

Pada dasarnya metode psiko edukasi yang dilakukan di Rusun Penjaringan Sari adalah dengan memberikan ruang pendampingan para warga di sana dalam menyelesaikan masalah yang membebani mereka, khususnya perihal keluarga selama masa pandemi COVID-19. Oleh karena itulah dalam kegiatan psiko edukasi ini, Ikatan Alumni Fakultas Psikologi Unair juga turut menghadirkan edukasi mengenai parenting serta konseling keluarga.

[Baca Juga: Penghapusan Sementara Biaya Sewa Rusunawa DKI Dapat Apresiasi Positif]

“Akhirnya sumbangsih kita adalah membantu ketahanan keluarga di era pandemi dan pasca-pandemi. Sehingga bentuk pendampingan kepada mereka untuk memetakan berbagai kebutuhan atau masalahnya,” sebut Dyah.

Pada ruang curhat dalam psiko edukasi ini menurut Dyah, salah satu hal yang disampaikan orangyua adalah terkait pengasuhan anak-anak di masa pandemi, khususnya ketika mendampingi mereka di pembelajaran jarak jauh melalui kelas daring. Dari sinilah, pembahasan mengenai parenting penting karena para Alumni Fakultas Psikologi Unair bisa menggali permasalahan yang dialami para orangtua di sana.

Selain melalui kegiatan psiko edukasi yang bersinergi dengan Fakultas Psikologi dan mahasiswa BEM Unair, mereka juga turut memberikan bantuan masker yang langsung diserahkan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Atas inisiatif bantuan dari alumni Unair ini, Wali Kota Risma sangat mengapresiasikannya dan turut mendoakan usaha sosial mereka tersebut mendapatkan balasan dari Tuhan.

Read More

Artikel Lainnya

Tips Menambah Jaringan Bisnis Selama Pandemi COVID-19

Bisnis

Walau Pandemi, Jalani Tips ini untuk Menambah Jaringan Bisnis

29 November 2020, 18:11

Meskipun tidak bertemu langsung, ada banyak peluang untuk memperluas jaringan bisnis dan membangun hubungan profesional baru.

Koleksi T-shirt Supreme Diperkirakan Terjual 2 Juta USD

Kecantikan dan Fashion

Koleksi T-shirt Supreme Diperkirakan Terjual 2 Juta USD

29 November 2020, 12:01

Koleksi T-shirt Bogart ini akan disajikan sebagai penjualan pribadi bersamaan dengan lelang online barang-barang Supreme langka lainnya.

Tentang Bulimia, Gangguan Makan yang Diderita Putri Diana

Kesehatan

Kenali Bulimia, Gangguan Makan Putri Diana

28 November 2020, 17:08

Alur cerita The Crown Season 4 telah menghidupkan kembali pembicaraan tentang gangguan makan tersebut dalam kehidupan nyata Putri Diana, Princess of Wales.

3 Resep Masakan Beraroma Segar dengan Daun Kemangi

Kuliner

3 Resep Masakan Beraroma Segar dengan Daun Kemangi

28 November 2020, 10:08

Orang Sunda mengenal kemangi dengan sebutan seraung atau lampes. Lampes juga nama yang dikenal bagi orang Jawa. Selain di Pulau Jawa, daun kemangi juga banyak dipakai dalam masakan di Indonesia bagian timur.


Comments


Please Login to leave a comment.