Hari Kesadaran Autisme, Ini Pandangan Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus

Kesehatan

Bersinergi Menggugah Kesadaran Terhadap Autisme

Masa pandemi COVID-19 yang tengah melanda hampir seluruh negara di dunia, tak seharusnya menyurutkan semangat untuk terus mengingatkan kesadaran terhadap penyandang Autisme di masyarakat. Seperti pada perayaan Hari Kesadaran Autisme yang jatuh pada awal April lalu.

Bila pada tahun sebelumnya banyak acara yang digelar di ruang publik untuk memperingati Hari Kesadaran Autisme, sekarang ini tentu hal seperti itu tidak bisa dilakukan. Oleh karenanya, praktisi dari Human Capital and Development, Life Coach - The Life Matrix, Prasetyo Boogie Tedjowinoto, perlu adanya shifting atau pergeseran bentuk perayaan Hari Kesadaran Autisme pada tahun ini.

Hari Kesadaran Autisme, Ini Pandangan Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus

Penyesuaian tersebut perlu dilakukan agar tetap ada sinergi dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap penyandang autisme. Hal ini sebagaimana perubahan kegiatan yang terjadi di masyarakat selama masa pandemi COVID-19, seperti Work From Home (WFH) dan diskusi online.

“Kalau umum reaching-nya gampang. Tapi reach langsung kepada orangtua autism yang berkebutuhan khusus, yang mana background-nya berbeda tempat tinggalnya berbeda, kemampuan knowledge-nya juga berbeda mungkin harus lebih banyak pendekatan secara personal,” kata Prasetyo, kepada jurnalis PingPoint (1/4/2020).

[Baca Juga: Menyatukan Keberagaman di Hari Kesadaran Autisme Sedunia]

Lebih lanjut Prasetyo menjelaskan, perayaan untuk memperingati Hari Kesadaran Autisme di situasi seperti ini dapat dilakukan dengan campaign bersama media. Dengan memilih topik-topik isu yang sejalan dengan visi dan misi untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap orang dengan autisme, maka dapat turut bermanfaat bagi mereka.

“Jadi perayaannya diubah, bukan perayaan secara woro-woro yang keliatannya nyata bentuk fisik, tapi perayaan secara energi, secara sinergitas. Perayaannya jadi kayak lebih memberi tahu ‘ini kehidupan anak-anak berkebutuhan khusus dan autis itu ternyata luar biasa dan lebih fantastis ada keluarga orang tuanya yang punya effort, dan ada tenaga medis dan praktisi yang concern juga,” paparnya.

Diharapkan dengan adanya aksi positif tersebut dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap hak-hak orang dengan autisme.

Read More

Artikel Lainnya

Ganjar Minta Mahasiswa Ikut Edukasi Masyarakat Tentang Pandemi Covid-19.jpeg

Pendidikan

Ganjar Minta Mahasiswa Ikut Edukasi Masyarakat Tentang Pandemi

02 June 2020, 21:00

Mahasiswa dapat membantu masyarakat mulai mengedukasi, pendataan hingga menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

Mulai 12 April, Pengguna Transportasi Umum Jakarta Wajib Pakai Masker

Bisnis

Selain Masalah Protokol Kesehatan, Ini Tantangan Transportasi Umum Di Masa New Normal

02 June 2020, 20:28

Bila nantinya wacana new normal ini benar-benar diterapkan, maka perlu kesiapan dalam pengaktifan transportasi umum di Ibu Kota.

Atasi Gerah di Rumah Tanpa AC_1.jpg

Properti dan Solusi

Atasi ‘Gerah’ di Rumah Tanpa AC dengan Cara Ini

02 June 2020, 20:23

Selain menggunakan AC, cara berikut dapat dipraktikkan agar tidak merasa kepanasan di dalam rumah.

Masa Transisi di Malang, Karyawan Boleh Tetap Kerja dari Rumah

Berita Kawasan

Masa Transisi di Malang, Karyawan Boleh Tetap Kerja dari Rumah

02 June 2020, 20:00

Selama masa pandemi COVID-19, perusahaan dapat menentukan pekerja yang perlu bekerja di kantor atau bekerja dari rumah.


Comments


Please Login to leave a comment.