Bertahan Kala Pandemi, Semarang Zoo Terpaksa Merumahkan Karyawan

Bisnis

Bertahan Kala Pandemi, Semarang Zoo Terpaksa Merumahkan Karyawan

Pengelola Semarang Zoo terpaksa merumahkan dua puluh karyawannya kerena mengalami kesulitan dana operasional di tengah pandemi COVID-19. Hal itu disampaikan Manager Keuangan, Personalia, dan Operasional Semarang Zoo Acti Evan Anthadona, seperti dilansir dari semarang.kompas.com (8/5/2020).

Evan mengungkapkan Semarang Zoo memiliki 57 karyawan, termasuk komisaris, direktur, ASN dokter hewan, dan ASN keeper gajah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 orang yang dirumahkan.

Pihaknya mengalami kesulitan dana karena hanya mengandalkan tarif tiket masuk dari pengunjung. Sementara, di tengah pandemi kebun binatang ditutup. Kebijakan penutupan Semarang Zoo mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Semarang Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang berlaku mulai 27 April sampai 24 Mei 2020.

Bertahan Kala Pandemi, Semarang Zoo Terpaksa Merumahkan Karyawan

Terlebih lagi, diberitakan tagar.id (8/5/2020), Semarang Zoo kini sulit mendapat suntikan dana dari APBD lantaran perubahan status menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dari yang sebelumnya merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)

Walau situasi sedang tidak stabil, tentu Manajemen Semarang Zoo tetap membutuhkan dana untuk pakan ratusan satwa serta gaji karyawan.

[Baca Juga: PKM Diberlakukan, Ruas Jalan Kota Semarang yang Ditutup Bertambah]

“Saat ini terdapat 286 satwa yang ada di Semarang Zoo. Sedangkan untuk pegawai prioritas yang tetap masuk ada keeper satwa karena berhubungan dengan pemberian pakan, pemeliharaan satwa dan pembersihan kandang,” tutur Evan pada Kamis (7/5/2020).

“Untuk pemenuhan makanan satwa baik kuantitas maupun kualitas tetap kami jaga. Karena bagaimana pun kami bertekad walaupun di saat yang sedang sulit karena pandemi ini, di mana sedang tidak ada pendapatan dari tiket pengunjung, yang penting kesejahteraan satwa harus tetap dijaga,” lanjutnya.

Evan mengatakan untuk kebutuhan pakan satwa saja setiap bulannya dibutuhkan Rp120 juta. Pakan satwa mulai dari daging, buah, sayuran, dan rumput.

[Baca Juga: Keringanan Pajak Sektor Usaha dan PBB Selama Pandemi di Semarang]

Untuk memenuhinya, Semarang Zoo menggalang bantuan yang ditujukan kepada siapa pun, seperti perusahaan, komunitas pecinta hewan, hingga masyarakat umum.

“Kami tetap berusaha untuk memenuhi [kebutuhan] seperti biasanya, dengan cara menggalang bantuan, harapannya dengan donasi ini dapat menekan pengeluaran biaya perusahaan,” kata Evan.

Alhasil, Semarang Zoo cukup terbantu dengan bantuan yang diterima. Evan mengungkapkan bantuan yang datang berupa makanan dan obat-obatan untuk kebutuhan satwa selama beberapa bulan ke depan. Bahkan, karyawan yang dirumahkan juga mendapat sembako.


Read More

Artikel Lainnya

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Vaksinasi, Pemkot Surabaya Siap Sweepin g.jpg

Kesehatan

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Imunisasi, Pemkot Surabaya Siap Sweeping

27 January 2023, 13:57

Banyaknya kasus campak di wilayah perbatasan Surabaya-Madura, mendorong Pemkot Surabaya untuk bergerak secara agresif demi memastikan anak-anak Kota Pahlawan sudah mendapatkan imunisasi campak.

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak.jpg

Kesehatan

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak

27 January 2023, 10:55

Dinkes Kota Yogyakarta meminta agar orangtua melindungi buah hatinya dari ancaman penyakit campak dengan segera datang ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi.

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur In i.jpg

Bisnis

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur Ini

26 January 2023, 15:30

Baru-baru ini perusahaan startup manufaktur Imajin disebut berhasil meraih suntikan pendanaan awal yang dipimpin East Ventures.

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus.jpg

Pendidikan

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus

26 January 2023, 13:28

Tim dosen Unpad berhasil membuat inovasi tes khusus yang dapat menunjukan bagaimana kompetensi mahasiswa dalam berbahasa Indonesia.


Comments


Please Login to leave a comment.