Bertekad Suarakan Hak Anak, Nicholas Saputra Jadi Duta UNICEF

Berita Kawasan

Bertekad Suarakan Hak Anak, Nicholas Saputra Jadi Duta UNICEF

Setelah 15 tahun sejak penunjukkan duta nasional pertama, akhirnya aktor peraih Piala Citra dan aktivis lingkungan Nicholas Saputra menjadi Duta Nasional Indonesia yang baru untuk United Nations Children's Fund atau UNICEF. Pengumuman ini berlangsung dalam konferensi pers yang juga dihadiri Perwakilan UNICEF Indonesia Debora Comini di Perpustakaan Nasional pada Senin pagi, 11 November 2019.

"Bagi saya, ini sebuah mutual partneship. Waktu dan kesamaan interest menjadi pertimbangan saya untuk bekerjasama sebagai duta. Karena ini merupakan komitmen yang cukup panjang, saya ingin memastikan bisa memberikan dampak yang baik," ujar peraih penghargaan Festival Film Indonesia sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik lewat perannya di film Gie (2005) ini.

Bertekad Suarakan Hak Anak, Nicholas Saputra Jadi Duta UNICEF

Dari pihak UNICEF pun demikian, banyak hal yang mereka pertimbangkan sebelum memilih duta nasional baru. Duta Nasional UNICEF Indonesia yang pertama adalah aktor Ferry Salim yang ditunjuk pada 2004 atau 15 tahun lalu. "Kami sangat berhati-hati memilih duta. Banyak pertimbangan yang dilakukan, karena yang dipilih adalah orang-orang spesial yang memiliki prestasi, kesamaan visi, dan rekam jejak yang bersih," ujar Debora.

Debora menambahkan, "Ia punya komitmen kuat terhadap isu-isu sosial dan keinginan untuk menciptakan perubahan. Saya yakin kehadirannya akan bantu memperkuat kerja-kerja advokasi kami untuk hak-hak anak."

[Baca Juga: Jakarta Pusat Targetkan Peningkatan Status Kota Layak Anak]

Nicho yang banyak mengunjungi berbagai pelosok Nusantara dalam kerjanya sebagai aktor maupun aktivis, melihat banyak masalah yang dihadapi anak-anak Indonesia. "Setiap tempat juga berbeda-beda. Saya rasa kita harus satu-satu menumpas dan menyelesaikan masalahnya. Dan, untuk di awal ini masalah sanitasi menjadi hal kita angkat pertama karena sesuatu yang dekat dengan kesehatan lingkungan, lingkungan hidup, lingkungan pribadi. Ya, kita mulai satu-satu," dia menjelaskan.

Data dari UNICEF sendiri menyebutkan, setiap tahun, sekitar 150.000 anak Indonesia meninggal karena penyakit yang dapat dicegah. Penyebabnya adalah kualitas sanitasi rendah yang mengancam kesehatan dan perkembangan anak. "Untuk tahap awal, Nicho mendapat tugas khusus untuk menggiring kampanye sanitasi yang aman. Mengenai pentingnya sanitasi dan akses air bersih," tambah Debora.

Bertekad Suarakan Hak Anak, Nicholas Saputra Jadi Duta UNICEF

Nicho sempat berkunjung ke Alor, Nusa Tenggara Timur untuk melihat kerja-kerja UNICEF di sana. "Ada beberapa daerah yang memang masih sulit terjangkau secara akses, ada juga yang di kota. Jadi masalah sanitasi di urban itu tidak kalah pentingnya kalau dibandingkan dengan di daerah. Karena di urban itu biasanya sangat padat penduduk. Kadang-kadang kedekatan antara rumah satu dan lainnya tidak terjaga kualitas sanitasinya sehingga saling tercampur," ujar Nicho yang hadir dalam acara tersebut menggunakan kaus UNICEF berwarna hitam.

Ia melanjutkan, "Jadi masalahnya ada di setiap tempat, kebetulan saja kemarin kita ke Alor karena UNICEF pernah ke daerah tersebut dan kita melihat bagaimana dampaknya. Ternyata masyarakatnya sudah lebih baik dalam mengelola sanitasinya, tapi memang masih butuh satu step lagi untuk pengelolaan limbahnya."

[Baca Juga: Kota Depok Dapat Penghargaan Sebagai Kota Layak Anak]

Selain mengunjungi lokasi-lokasi kerja UNICEF, Nicho memang harus berkomitmen untuk terus belajar mengenai isu-isu anak yang akan disuarakannya. Sebagai Duta UNICEF, dia diharapkan bisa menggunakan pengaruhnya untuk menyuarakan kepentingan anak. "Ada satu sesi di mana saya datang ke kantor UNICEF dan berbicara pada setiap program director mengenai isu-isu dan bagaimana UNICEF menanggulanginya," kata aktor yang senang mengunggah foto-foto alam Indonesia dan negara-negara lain dalam akun Instragramnya itu.

Duta Nasional dalam UNICEF biasanya memang sebuah komitmen jangka panjang. Namun, untuk Nicho sendiri ada jangka waktu penjajakan selama dua tahun untuk melihat kesamaan visi bersama. Aktor ini mengaku, biasanya enggan menerima tawaran sebagai duta mengingat kesibukannya, "Biasanya saya minta disebut volunteer saja," ujarnya. Namun, karena merasa cocok dengan visi-misi UNICEF dan siap berkomitmen lebih jauh, akhirnya dia pun menyanggupi tawaran tersebut.

Di UNICEF sebenarnya juga ada yang disebut Friends of UNICEF dan UNICEF Champions yang tidak memerlukan komitmen jangka panjang. Namun, baik Nicho dan UNICEF merasa bangga dan senang, setelah proses yang cukup panjang, mereka sampai pada bentuk kerjasama sebagai duta nasional.

Read More

Artikel Lainnya

180 Guru di Depok, Ikuti Workshop Inovasi Pendidikan

Pendidikan

180 Guru di Depok, Ikuti Workshop Inovasi Pendidikan

15 December 2019, 16:00

Workshop Inovasi Pendidikan bertujuan ingin menyamakan persepsi tentang perbedaan karakteristik pembelajaran terhadap peserta didik.

Dulu Kumuh, Sekarang Berubah Jadi Taman Utan Jati

Berita Kawasan

Dulu Kumuh, Sekarang Berubah Jadi Taman Utan Jati

15 December 2019, 15:00

Banyak fasilitas umum gratis disediakan di Taman Utan Jati. Warga setempat bisa menikmatinya kapan pun secara gratis.

Review Knives Out Penampilan Segar Chris Evans Usai Avengers End Game

Berita Kawasan

Review Knives Out: Penampilan Segar Chris Evans Usai Avengers End Game

15 December 2019, 14:00

Bukan hanya jual nama artis-artis besar, film Knives Out juga menghibur dengan plot yang sudah jarang ditemui. Inilah pilihan terbaik film akhir tahun untuk Anda.

Synthesis Kemang Tawarkan Hunian Berkonsep Jawa Modern

Properti dan Solusi

Synthesis Kemang Tawarkan Hunian Berkonsep Jawa Modern

15 December 2019, 13:00

Synthesis Development secara resmi mengadakan acara topping off untuk hunian kelas atas di wilayah Kemang, Jakarta Selatan.


Comments


Please Login to leave a comment.