BI DKI Jakarta Dorong Transaksi Non Tunai Selama Pandemi COVID-19

Bisnis

BI DKI Jakarta Dorong Transaksi Non Tunai Selama Pandemi COVID-19

Pada awal Maret lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menengarai bahwa uang (kertas/koin) bisa menjadi sarana penyebaran virus SARS-CoV-2. Alasannya, uang tunai sering berpindah tangan dan berpotensi menjadi sarang bakteri juga virus. Karena itu, pengawasan kesehatan internasional ini sangat menganjurkan transaksi non tunai.

Senada dengan itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta mendorong penggunaan transaksi non tunai saat pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) seperti saat ini. Terlebih, berbagai kelonggaran juga telah diberikan jasa keuangan kepada para nasabah.

BI DKI Jakarta Dorong Transaksi Non Tunai Selama Pandemi COVID-19

"Kelonggaran itu pertama membebaskan pengenaan biaya transaksi pemrosesan QRIS (QR Code Indonesian Standard) bagi pedagang kategori usaha mikro dan PJSP (MDR 0 persen). Kedua, menurunkan biaya sistem kliring nasional BI," ujar Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo dilansir beritajakarta.id, Kamis (16/4/2020).

Dikatakan Ponco, selain itu pihaknya juga turut mendukung akselerasi penyaluran dana bansos non tunai program-program pemerintah seperti Keluarga Harapan, bantuan pangan non tunai, program Kartu Prakerja, dan lain sebagainya.

[Baca Juga: Meminimalisir Penyebaran Corona, Ganti Pembayaran dengan Nontunai]

Kemudian kelonggaran kebijakan kartu kredit seperti menurunkan batas maksimum suku bunga sebelumnya 2,25 persen menjadi 2 persen per bulan. Lalu, penurunan sementara nilai pembayaran minimun yang sebelumnya 10 persen menjadi lima persen serta penurunan sementara besaran denda keterlambatan pembayaran sebelumnya tiga persen atau maksimal Rp150.000 menjadi satu persen atau Rp100.000.

"Poin berikutnya mendukung kebijakan penerbitan kartu kredit untuk memperpanjang jangka waktu pembayaran bagi nasabah yang terdampak COVID-19 dengan mekanisme menjadi diskresi masing-masing penerbit kartu kredit," katanya.

Apa Itu E-Money dan E-Wallet, Lalu Apa Perbedaannya

Tak hanya itu, pihaknya berharap, nasabah akan semakin diringankan beban pembayarannya sampai pandemi COVID-19 ini berlalu.

Sekadar info, menurut laman corona.jakarta.go.id, pada 16 April 2020 pagi, total pasien positif COVID-19 di DKI Jakarta berjumlah 2.670 orang. Dari angka tersebut rinciannya adalah 1.601 pasien positif corona dirawat, 619 orang isolasi mandiri, 202 orang sembuh dan 248 meninggal.


Read More

Artikel Lainnya

Bulu Mata Menjulang dengan Maybelline Sky High Waterproof Mascara

Kecantikan dan Fashion

Bulu Mata Menjulang dengan Maybelline Sky High Waterproof Mascara

02 July 2022, 12:51

Maybelline Sky High Waterproof Mascara ini mengandung ekstrak bambu dan fiber yang dapat membantu memanjangkan dan menebalkan bulu mata.

Hadirkan Full Team, Tiket Konser Pre-sale 1 & 2 Dewa 19 di Candi Prambanan Ludes!.jpg

Hobi dan Hiburan

Hadirkan Full Team, Tiket Konser Pre-sale 1 & 2 Dewa 19 di Candi Prambanan Ludes!

01 July 2022, 15:58

Dengan kehadiran formasi lengkap, empat vokalis dan dua drummer di satu panggung, pemesanan tiket konser 30 Tahun Dewa 19 di Candi Pramabanan jenis pre-sale satu serta dua telah habis dengan tiket harga normal yang saat ini tersedia.

Melalui Flexi Hospital & Surgical, Astra Life Gaungkan Asuransi Kesehatan Cashles s.jpg

Bisnis

Melalui Flexi Hospital & Surgical, Astra Life Gaungkan Asuransi Kesehatan Cashless

01 July 2022, 14:44

Demi mengikuti tren digitalisasi serta iklim cashless yang bersifat kekinian, Astra Life juga memiliki produk asuransi kesehatan yang bersifat non-tunai.

Setelah Dihancurkan di Masa Penjajahan, Gapura Chinatown di Jakarta Kembali Berdiri.jpg

Berita Kawasan

Setelah Dihancurkan di Masa Penjajahan, Gapura Chinatown di Jakarta Kembali Berdiri

01 July 2022, 10:42

Baru-baru ini gapura Chinatown di kawasan Glodok Jakarta kembali diresmikan usai proyek restorasinya pasca-puluhan tahun yang lalu dihancurkan tentara Jepang.


Comments


Please Login to leave a comment.