Biaya Pasien Corona Tidak Ditanggung BPJS, tapi Anggaran Kemenkes

Kesehatan

Biaya Pasien Corona Tidak Ditanggung BPJS, tapi Anggaran Kemenkes

Masuknya Virus Corona atau Covid-19 ke Indonesia membuat masyarakat resah. Terlebih sudah ada dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang positif terkena wabah penyakit yang berasal dari Wuhan, China tersebut.

Masyarakat pun semakin cemas setelah BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya pengobatan terkait penyakit Corona. Lewat akun twitternya di @BPJSKesehatanRI, pihak BPJS Kesehatan pun menjelaskan bahwa penyakit Covid-19 tidak dijamin BPJS Kesehatan karena masuk ke penyakit yang dapat menimbulkan wabah.

[Baca Juga: Meski Tidak Efektif Cegah Virus Corona, Apotek Terus Kehabisan Masker]

Meski begitu, Pemerintah memiliki cara lain dalam menanggulangi masalah ini. Lewat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pemerintah siap menanggung biaya pengobatan pasien yang positif terkena virus Corona.

Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/104/2020 tentang Penetapan Infeksi Novel Coronavirus (Infeksi 2019-nCoV) sebagai penyakit yang dapat menimbulkan wabah dan upaya penanggulangannya.

Dalam keputusan menkes yang ditandatangani Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada 4 Februari 2020 itu, tertulis bahwa "Segala bentuk pembiayaan penanggulangan dibebankan pada anggaran Kemenkes, pemerintah daerah, dan atau sumber dana lain yang sah."

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pembiayaan yang dimaksud termasuk untuk biaya perawatan bagi kasus suspek yang dilaporkan sebelum keputusan menteri berlaku (4 Februari 2020) dengan mengacu pada pembiayaan pasien penyakit infeksi emerging tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan begitu, para penderita yang positif terkena virus Corona akan ditanggung biaya perawataannya hingga keluar dari Rumah Sakit.

Sementara untuk anggaran kata Terawan, pihaknya pun tidak menetapkan besaran anggaran yang akan dikeluarkan terkait penanggulangan masalah ini. Menurutnya nominal anggaran yang disiapkan tidak dibatasi, alias sesuai kebutuhan.

"Nominal ya susah, malah nanti ada batasnya, enggak ada nominal. Untuk hal yang seperti ini semua akan ditanggung oleh pemerintah," kata Terawan.

[Baca Juga: Apakah Hand Sanitizer Efektif Melawan Virus Corona?]

Terawan pun mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan juga menjaga imun kekebalan tubuh agar tidak mudah tertular penyakit.

"Imunitas tubuh, kalau kita imunnya baik, kita jaga kesehatan, gerakan masyarakat hidup sehat diterapkan, virus nggak ada apa-apanya. Virus itu lawannya imun bukan vaksin dan bukan obat. Kondisi tubuh yang prima dan sehat bisa melawan virus,” tegas Terawan.

Read More

Artikel Lainnya

Ganjar Minta Mahasiswa Ikut Edukasi Masyarakat Tentang Pandemi Covid-19.jpeg

Pendidikan

Ganjar Minta Mahasiswa Ikut Edukasi Masyarakat Tentang Pandemi

02 June 2020, 21:00

Mahasiswa dapat membantu masyarakat mulai mengedukasi, pendataan hingga menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

Mulai 12 April, Pengguna Transportasi Umum Jakarta Wajib Pakai Masker

Bisnis

Selain Masalah Protokol Kesehatan, Ini Tantangan Transportasi Umum Di Masa New Normal

02 June 2020, 20:28

Bila nantinya wacana new normal ini benar-benar diterapkan, maka perlu kesiapan dalam pengaktifan transportasi umum di Ibu Kota.

Atasi Gerah di Rumah Tanpa AC_1.jpg

Properti dan Solusi

Atasi ‘Gerah’ di Rumah Tanpa AC dengan Cara Ini

02 June 2020, 20:23

Selain menggunakan AC, cara berikut dapat dipraktikkan agar tidak merasa kepanasan di dalam rumah.

Masa Transisi di Malang, Karyawan Boleh Tetap Kerja dari Rumah

Berita Kawasan

Masa Transisi di Malang, Karyawan Boleh Tetap Kerja dari Rumah

02 June 2020, 20:00

Selama masa pandemi COVID-19, perusahaan dapat menentukan pekerja yang perlu bekerja di kantor atau bekerja dari rumah.


Comments


Please Login to leave a comment.