Bicara Teknologi Digital AMI DKI Jakarta Gelar Temu Mugalemon.jpg

Berita Kawasan

Bicara Teknologi Digital, AMI DKI Jakarta Gelar Temu Mugalemon

Asosiasi Museum Indonesia (AMI) DKI Jakarta "Paramita Jaya" kembali menggelar Temu Mugalemon, Mugalemon merupakan singkatan dari Museum, Galeri, dan Monumen di Istana Peradaban Balai Pustaka, Matraman, Jakarta Timur.

Kegiatan kali ini, AMI DKI Jakarta menggandeng Balai Pustaka untuk berbagi pengalaman serta pengetahuan tentang pelestarian dan pengembangan naskah maupun buku dari zaman ke zaman.

Ketua AMI DKI Jakarta Yiyok T Herlambang mengatakan, kegiatan Temu Mugalemon menjadi ajang silaturahmi dan komunikasi di antara para kepala, pemilik, pengelola, penggiat, pecinta, akademisi, pemerhati maupun relawan M ugalemon se-DKI Jakarta.

[Baca Juga: Buku Digital Kemendikbud untuk Gerakan Literasi Nasional]

"Pertemuan ini menjadi sarana komunikasi yang efektif untuk membicarakan hal-hal terkait pengelolaan, pengembangan, promosi dan sinergi Mugalemon di Jakarta," ujarnya seperti dilansir beritajakarta.id (1/3/2019).

Kepala Subdit Seni Media Dewan AMI DKI Jakarta Tubagus Andre Sukmana mengatakan, Balai Pustaka erat kaitannya dengan literasi, buku, penerbitan, dan naskah.

"Kami juga membahas mengenai pentingnya penggunaan teknologi multimedia untuk menunjang presentasi dari koleksi-koleksi dan karya pada galeri, museum, maupun monumen agar lebih menarik, interaktif," ujarnya.

Sementara, Kasatlak Informasi dan Edukasi Unit Pengelola Museum Seni Disparbud DKI Jakarta yang juga menjabat sebagai Sekretaris I AMI DKI Jakarta, Misari menuturkan, pertemuan ini sengaja diselenggarakan hari ini karena sekaligus untuk mengenang kembali pujangga Indonesia Amir Hamzah yang lahir di tanggal 28 Februari. "Ada peluncuran buku dan musikalisasi puisi oleh generasi milenial," tandasnya.

Buku Mugalemon

Dalam kesempatan berbeda, Ketua AMI DKI Jakarta, Yiyok T Herlambang mengatakan buku MuGaleMon (Museum, Galeri dan Monumen) Jakarta merupakan direktori dari 59 museum-galeri-monumen yang tergabung dalam AMI DKI Jakarta Paramita Jaya.

Buku tersebut dibuat karena menurutnya selama ini belum ada buku direktori yang mengumpulkan daftar seluruh museum, galeri dan monumen di Jakarta. Harapannya buku ini dapat menjembatani permintaan masyarakat yang ingin tahu tentang museum, galeri, dan monumen khususnya di Jakarta.

[Baca Juga: Belajar Sejarah di Museum Tengah Kebun Kemang Timur]

"Harapan lainnya, masyarakat museum semakin berkembang dan masyarakat semakin banyak yang berkunjung ke museum," katanya masih dari sumber yang sama.

Read More

Artikel Lainnya

Kisah #AksiHidupBaik Sang Inisiator Penghijauan Kelurahan Karang Anyar

Berita Kawasan

Kisah #AksiHidupBaik Sang Inisiator Penghijauan Kelurahan Karang Anyar

18 November 2019, 19:00

Euis Kurniawati adalah salah satu nominasi Ibu Ibukota Awards Bidang Pelestarian Lingkungan. Simak #AksiHidupBaik yang dilakukannya di sini.

Kapal Pembersih Sungai Siap Dioperasikan di Kota Bekasi

Berita Kawasan

Kapal Pembersih Sungai Siap Dioperasikan di Kota Bekasi

18 November 2019, 18:00

Kapal pembersih sungai yang diberikan oleh Waste4Change ini mampu menjaring sampah setidaknya 200-300 kilogram.

Ini Dia Tips Memilih Sepatu Lari Untuk Pemula

Kesehatan

Ini Dia Tips Memilih Sepatu Lari untuk Pemula

18 November 2019, 17:00

Pemilihan sepatu lari yang pas berpengaruh terhadap performa loh. Salah-salah malah bikin kaki kamu terkilir. Berikut tips bagi kalian yang ingin membeli sepatu lari.

Sekolah Pribumi Pertama di Batavia Ada di Cikini

Berita Kawasan

Sekolah Pribumi Pertama di Batavia Ada di Cikini

18 November 2019, 16:00

Gedung sekolah yang kini menjadi SMPN 1 Jakarta ini ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang. Inilah sejarah sekolah pribumi pertama di Batavia.


Comments


Please Login to leave a comment.