Bisakah Bulu Hewan Jadi Media Penyebaran COVID-19

Kesehatan

Bisakah Bulu Hewan Jadi Media Penyebaran COVID-19?

Sejauh ini, sudah ada hewan peliharaan yang tertular SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19. Contohnya, mengutip scmp.com (13/4/2020), dua anjing di Hongkong, dengan ras pomeranian dan anjing gembala jerman dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut dari hasil tes. Meski terinfeksi virus, mereka tidak menunjukkan gejala apa pun. Keduanya diyakini tertular dari orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 dan berkontak fisik dekat dengan mereka.

Selain anjing, diketahui terdapat kucing yang juga terinfeksi Virus Corona baru. Namun, sejauh ini belum ada kasus hewan-hewan tersebut menularkan virus SARS-CoV-2 kepada manusia. William Sander, asisten profesor di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Illinois mengatakan, kecil atau bahkan tidak ada kemungkinan hewan peliharaan menularkan Virus Corona baru kepada pemiliknya.

Bisakah Bulu Hewan Jadi Media Penyebaran COVID-19

“Tidak ada alasan berpikir kalau hewan, termasuk hewan peliharaan di Amerika Serikat menjadi sumber infeksi Virus Corona baru yang menyebabkan COVID-19,” kata juru bicara American Veterinary Medical Association (AVMA) kepada time.com (13/4/2020).

Virus Corona baru bernama SARS-CoV-2, dipertegas oleh jubir AVMA tersebut, menular lewat droplet manusia yang keluar saat batuk maupun bersin. Diketahui pula, virus ini dapat menular bila seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus, kemudian tanpa cuci tangan terlebih dahulu orang tersebut menyentuh mata, mulut, dan hidungnya.

[Baca Juga: Mungkinkan Hewan Bisa Terinfeksi COVID-19?]

Kini menjadi pertanyaan besar, walau tidak secara langsung kucing dan anjing dapat menularkan virus melalui cairan tubuhnya, bukankah bulu-bulu mereka juga merupakan permukaan atau tempat berlabuhnya virus?

Apakah aman berada di dekat anjing atau kucing liar di tengah pandemi ini? Amankah membeli atau mengadopsi kucing dan anjing saat ini?

Skenario terburuk yang mungkin bisa dibayangkan adalah kucing dan anjing yang akan diadopsi, sebelumnya berkontak fisik dengan orang terinfeksi Virus Corona baru. Orang terinfeksi tersebut bersin atau batuk dan cairan yang mengandung virus itu menempel pada bulu kucing dan anjing. Tidak menutup kemungkinan, skenario ini terjadi pula pada kucing dan anjing liar di jalanan.

Mungkinkan Hewan Bisa Terinfeksi COVID-19

Menjawab pertanyaan itu, AVMA dalam situs resminya menjelaskan bila terdapat dua jenis objek atau permukaan, yaitu tidak berpori dan berpori. Objek yang tidak berpori contohnya gagang pintu, saklar lampu, dan benda keras lainnya. Sedangkan, objek berpori contohnya uang kertas dan bulu hewan peliharaan. Dijelaskan lebih lanjut oleh AVMA, objek yang berpori, terutama berserat akan menjebak virus sehingga membuatnya sulit berpindah melalui sentuhan sederhana.

“Karena bulu hewan peliharaan berpori dan berserat, sepertinya sangat tidak mungkin Anda mengidap COVID-19 hanya dengan mengelus atau bermain dengan hewan peliharaan Anda,” jelas AVMA dalam situsnya.

Namun, AVMA menjelaskan bagaimana pun hewan dapat menyebarkan patogen, seperti halnya penyakit MERS, SARS, dan COVID-19 yang diketahui virusnya bersumber dari unta dan kelelawar. Oleh karenanya, AVMA menganjurkan selalu mencuci tangan sebelum dan setelah berinteraksi dengan hewan seperti kucing dan anjing.

[Baca Juga: Perlindungan Hewan Jadi Solusi Cegah Pandemi di Masa Mendatang]

Sementara itu, mengutip bbc.com (13/4/2020), pertanyaan “apakah bulu hewan peliharaan bisa terkontaminasi virus jika seseorang yang positif terinfeksi Virus Corona baru menyentuh hewan tersebut?” juga dilontarkan kepada Profesor Virologi Veteriner University of Nottingham Rachael Tarlinton.

Tarlinton menjawab bila hal itu secara teori mungkin terjadi, karena bulu hewan sama halnya dengan permukaan atau objek lain, seperti tangan manusia atau pakaian. Namun, Ia belum melihat peristiwa tersebut terjadi sejauh ini.

Lagi-lagi, Tarlinton menyarankan untuk mencuci tangan dengan sabun setelah menyentuh hewan peliharaan.

AVMA menegaskan sampai saat ini belum ada bukti bila hewan peliharaan dapat menyebarkan penyakit COVID-19 kepada hewan lainnya dan manusia. Oleh karenanya, bila Pointers ingin membeli atau mengadopsi kucing dan anjing saat ini, tidak perlu khawatir dan pastikan mencuci tangan setelah berkontak dengan mereka.

Read More

Artikel Lainnya

Akulah Samudera.jpg

Hobi dan Hiburan

Film Akulah Samudera Ungkapkan Pentingnya Peran Laut

14 July 2020, 19:00

Film dokumenter ini bakal tayang di acara Indonesia Canada Congress pada saat perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 2020 di Kanada.

toba-unesco-2.jpg

Berita Kawasan

Danau Toba Resmi Ditetapkan Sebagai UNESCO Global Geopark

14 July 2020, 18:00

Danau Toba yang menjadi salah satu destinasi pariwisata super prioritas telah tersertifikasi tingkat dunia oleh UNESCO.

Pemkot Medan Gandeng Stikes Senior untuk Sosialisasikan Adaptasi Kebiasaan Baru.jpg

Pendidikan

Pemkot Medan Gandeng Stikes Senior untuk Sosialisasikan Adaptasi Kebiasaan Baru

14 July 2020, 17:00

Melalui sosialisasi mengenai Perwal adaptasi kebiasaan baru, Pemkot Medan berharap Stikes Senior dapat menjadi influencer new normal.

Bantu Pemprov Jawa Barat Tekan COVID-19, ITB Serahkan VTM dan Swab Stick.jpg

Pendidikan

Bantu Pemprov Jawa Barat Tekan COVID-19, ITB Serahkan VTM dan Swab Stick

14 July 2020, 16:00

Dalam usaha membantu Pemprov Jawa Barat berusaha menanggulangi penyebaran COVID-19, ITB menyalurkan bantuan perlengkapan tes swab.


Comments


Please Login to leave a comment.