Bisakah Pasien COVID-19 Sembuh Tanpa Bantuan Tenaga Medis

Kesehatan

Bisakah Pasien COVID-19 Sembuh Tanpa Bantuan Tenaga Medis?

Senin lalu, Juru Bicara Pemerintah RI untuk COVID-19 Achamd Yurianto mengatakan tak semua kasus positif COVID-19 harus diisolasi di rumah sakit.

“Sudah barang tentu tracing semakin masif, semakin gencar, maka kasus positif yang kita temukan semakin meningkat. Tapi sekarang tak berarti bahwa kasus positif harus diisolasi di rumah sakit, ada beberapa kasus positif tanpa gejala yang akan kita karantina, diisolasi di rumahnya sendiri,” jelas Yuri, dikutip detik.com (17/3/2020)

Yuri menyebut protokol isolasi diri bagi pasien tanpa gejala ini dapat diunduh di situs resmi Kementerian Kesehatan, kemkes.go.id. Pada protokol itu dijelaskan mereka yang melakukan isolasi di rumah berkriteria:

  1. Orang yang sakit (batuk, pilek, demam, atau gejala pernapasan lainnya) yang tidak memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes, jantung, kanker, paru, AIDS, autoimun, dan lainnya.
  2. Orang Dalam Pemantauan (ODP), yaitu orang yang menunjukkan gejala setelah berkunjung dari negara lain atau orang yang tak menunjukkan gejala namun melakukan kontak dengan orang terinfeksi.

Apa Arti Status Pandemi dari WHO bagi COVID-19

Pernyataan Yuri ini senada dengan apa yang dijelaskan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam situsnya who.int(17/3/2020).

“Gejala yang muncul pada pasien COVID-19 umumnya demam, merasa lelah, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami nyeri, hidung tersumbat, pilek, radang tenggorokan, dan diare. Gejala-gejala ini biasanya ringan dan muncul secara bertahap,” tulis WHO dalam situs resminya tersebut.

“Beberapa orang terinfeksi [SARS-CoV-2], tetapi tidak menunjukkan gejala tersebut dan merasa baik. Beberapa orang (sekitar 80 persen) sembuh dari penyakit ini tanpa memerlukan perawatan khusus,” lanjut WHO.

WHO lebih lanjut menuturkan bahwa sekitar satu dari enam orang yang menderita COVID-19 kondisinya makin parah dan mengalami sulit bernapas. Orang tua dan mereka yang memiliki riwayat penyakit seperti tekanan darah tinggi, jantung, diabetes akan mengalami kondisi yang serius ketika menderita COVID-19.

Ketahui Protokol Isolasi Diri Sendiri  dalam Penanganan COVID-19

Isolasi Mandiri

Penjelasan lebih lanjut mengenai isolasi mandiri ini juga terdapat dalam artikel yang diulas oleh Spesialis Kedokteran Keluarga Meredith A Goodwin, AS dikutip Healthline (17/3/2020) . Dalam artikel itu dituturkan bahwa apabila pasien masih muda dan sehat dengan gejala ringan, lalu pergi ke dokter, biasanya dokter akan menyarankan untuk mengisolasi diri di rumah dan membatasi kontak dengan anggota keluarga lainnya di rumah.

Pasien disarankan untuk beristirahat, tetap terhidrasi, dan memantau gejala yang dialaminya. Jika gejala yang dialami memburuk selama isolasi tersebut, penderita harus mendapatkan penanganan medis dan menggunakan masker saat menuju klinik atau rumah sakit.

Lain halnya dengan penderita COVID-19 yang sudah tua, punya riwayat penyakit lain, dan sistem kekebalan tubuhnya lemah. Disarankan bagi mereka untuk menghubungi dokter sesegera mungkin ketika mengalami gejala COVID-19 dan dokter akan menindaklanjuti perawatan medis bagi mereka.

[Baca Juga: Kala Social Distancing Ini Hal yang Harus Dilakukan]

COVID-19 dapat sembuh dengan sendirinya diperkuat dengan pernyataan Spesialis Gizi Klinik Dr Raissa E. Djuanda, M.Gizi, Sp. GK dalam sebuah video singkat yang diunggah oleh Spesialis Kulit dan Kelamin Nahla Shihab di media sosial instagram. “Orang dengan sistem imun tubuh baik dapat sembuh sendiri dari penyakit ini,” tutur Raissa.

Dalam video singkat berdurasi satu menit lebih dua puluh detik yang berisi penjelasan dari para dokter itu, COVID-19 tidak dapat sembuh sendiri pada orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

“Jika orang dengan daya tahan tubuh rendah tertular, maka gejala yang timbul dapat sangat berat sehingga dapat menyebabkan kematian,” jelas Spesialis Penyakit Dalam Dr Borries Foresto SpPD.

[Baca Juga: Antisipasi Virus Corona, Berapa Lama Social Distancing yang Dibutuhkan?]

Nahla sendiri menjelaskan menjaga jarak dengan orang lain atau tetap berada di rumah sangat dibutuhkan. Hal ini karena orang tanpa gejala belum tentu tidak terinfeksi Virus Corona. Namun, orang tanpa gejala itu tetap menjadi pembawa atau carrier yang mampu menularkan virus kepada orang usia lanjut, orang dengan imun rendah, dan orang yang memiliki penyakit kronis seperti kencing manis, paru, jantung, serta darah tinggi.

Mengutip Vox (17/3/2020) penelitian terbaru yang dipublikasi di cmmid.github.io menunjukkan terdapat kasus COVID-19 di Singapura yang tak memperlihatkan gejala umum penyakit itu. Ada pula studi di Cina yang menjelaskan bahwa 25 persen orang-orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala. Oleh karena itu, social distancing atau bahkan isolasi diri sendiri di rumah perlu dilakukan.

WHO Serukan Negara-negara Asia Tenggara Lebih Agresif Hadapi COVID-19

Situasi di United Kingdom

Negara yang sudah menerapkan sistem isolasi diri sendiri ini di antaranya Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara yang tergabung dalam United Kingdom. Pemerintah UK telah merilis pedoman pada 12 Maret silam untuk warganya yang menunjukkan gejala COVID-19 tetapi tidak membutuhkan perawatan dari rumah sakit. Pedoman ini pun ditujukkan kepada anggota keluarga yang tinggal serumah dengannya.

Dalam pedoman itu, dijelaskan beberapa hal penting di antaranya:

  1. Jika Anda tinggal sendiri dan mengalami gejala COVID-19, bagaimana pun ringannya gejala itu, tetaplah tinggal di rumah selama tujuh hari sejak gejala itu muncul.
  2. Jika tinggal bersama anggota keluarga lain, maka mereka pun tidak boleh meninggalkan rumah selama empat belas hari. Empat belas hari ini dimulai dari Anda (atau salah satu anggota keluarga lainnya) mengalami gejala pertama kali.
  3. Biasanya orang terinfeksi yang tinggal bersama orang lain akan menularkan virus. Maka tetap di rumah selama empat belas hari akan mengurangi penyebaran kepada warga lainnya dalam lingkungan masyarakat.
  4. Jika bisa, pindahkan anggota keluarga yang rentan (sudah tua atau punya riwayat penyakit lain) selama Anda diisolasi.
  5. Jika tidak bisa memindahkan anggota keluarga yang rentan itu, berjauhanlah dengan mereka sebisa mungkin.
  6. Jika Anda mengalami gejala COVID-19:
    • Jangan pergi ke GP Surgery, apotek, atau rumah sakit. Situs resmi National Health Service United Kingdom menjelaskan GP Surgery adalah praktisi yang merawat kondisi umum pasien dan merujuknya ke rumah sakit dan layanan medis lain untuk perawatan khusus dan mendesak.
    • Anda tidak perlu menghubungi 111 (nomor kontak National Health Service UK) untuk memberitahu bahwa Anda sedang berada di rumah.
    • Tes Virus Corona tidak dibutuhkan jika Anda berada di rumah.
  1. Buat rencana ke depan dan minta bantuan orang lain untuk memastikan bahwa Anda bisa berhasil tinggal di rumah dan mempertimbangkan apa yang dapat dilakukan kepada orang-orang yang rentan di rumah Anda
  2. Hubungi rekan kerja, teman, atau keluarga untuk membantu Anda memenuhi kebutuhan selama berada di rumah.
  3. Cuci tangan berkala setiap dua puluh detik menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer.
  4. Jika Anda merasa tidak mampu mengatasi gejala Anda di rumah atau kondisi Anda semakin memburuk setelah tujuh hari, hubungi pelayanan NHS di 111 untuk kasus Virus Corona.

Di akhir pedoman, Pemerintah UK menjelaskan jika seluruh anggota lainnya dalam satu rumah merasa baik atau tidak menunjukkan gejala selama empat belas hari (terhitung sejak satu anggota pertama menunjukkan gejala), maka mereka tidak terinfeksi dan dapat mengakhiri isolasi.

Bisakah Pasien COVID-19 Sembuh Tanpa Bantuan Tenaga Medis

Situasi di Australia

Selain United Kingdom, Pemerintah Australia juga menerapkan self isolation di rumah masing-masing. Pemerintah Australia mengeluarkan panduan isolasi diri di rumah bagi warganya yang terduga maupun positif terinfeksi SARS-CoV-2. Namun, ada kriteria yang ditetapkan Pemerintah Australia bagi warganya yang menjalani isolasi, di antaranya:

  1. Mereka yang cukup sehat menerima perawatan di rumah
  2. Mereka yang memiliki pengasuh di rumah
  3. Mereka yang memiliki kamar tidur terpisah dengan anggota lainnya.
  4. Mereka yang memiliki cukup makanan dan fasilitas kebutuhan lainnya.
  5. Mereka (beserta anggota yang tinggal serumah) memiliki alat pelindung diri, minimal seperti sarung tangan dan masker.
  6. Mereka yang tidak serumah dengan orang yang berisiko mengalami komplikasi apabila terjangkit COVID-19, yaitu orang dengan usia di atas 65 tahun, anak kecil, wanita hamil, orang-orang yang memiliki penyakit kronis seperti jantung, paru-paru, dan ginjal.

Panduan tersebut lebih lanjut dapat dilihat di sini.

Berdasarkan keterangan di atas, diharapkan Pointers dapat mengambil poin-poin penting sebelum memutuskan isolasi mandiri jika diri sendiri atau anggota keluarga positif terkena COVID-19. Panduan dari UK dan Australia lebih jelas dan terperinci dibandingkan panduan Kemenkes yang tidak secara langsung menjelaskan langkah-langkah isolasi mandiri bagi pasien positif COVID-19.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.