GAMBAR_CEMPAKA-PUTIH_BISNIS_BISNIS-BUKU-BEKAS-PASAR-SENEN-DI-ERA-DIGITAL_OCI_1000-X-600-px.jpg

Bisnis

Bisnis Buku Bekas Pasar Senen di Era Digital

Di balik teknologi yang semakin maju dan juga akses informasi semakin mudah, penyebaran dan penjualan buku cetak apalagi buku bekas semakin redup. Pedagang buku bekas di Pasar Senen, Jakarta Pusat, merasakan benar dampaknya. Rata-rata, mereka yang membeli buku bekas di Pasar Senen adalah orang yang menyukai jenis dan mengoleksi buku tertentu. Bisa juga majalah atau komik.

Seperti dikutip dari poskotanews.com (6/9/2018), salah satu pedagang bernama Lubis mengatakan, rekan-rekan pedagangnya banyak yang ‘banting setir’. Alasannya, selain mengeluhkan sedikitnya pembeli, pedagang buku di Pasar Senen juga tidak mampu menahan masuknya buku-buku dari distributor. “Yang lama aja belum habis, udah ditambah lagi, mau nolak (pasokan) buku juga nggak berani karena udah langganan, nanti ngerusak silaturahim,” kata Lubis. Dirinya mengaku tetap bertahan berjualan buku karena masih ada peminat, walaupun sedikit.

Menurut Lubis, penurunan penjualan bisa lebih dari 100 persen. “Bisa sampai 200 persen (penjualan) turunnya,” jelasnya. Selain buku dan majalah, Lubis juga menjual berbagai komik, kamus bahasa asing, dan kitab-kitab keagamaan. Dia berharap, ada perhatian khusus dari Pemprov DKI Jakarta untuk lebih memperhatikan pedagang buku bekas di Pasar Senen ini.

Akibat Relokasi

Pedagang buku bekas yang ada di Pasar Senen merupakan pedagang yang direlokasi dari kawasan Kwitang, Jakarta. Selain di Pasar Senen, para pedagang juga direlokasi ke JaCC Kebon Melati. Menurut pengakuan pedagang, seperti dilansir dari bisnis.com pada tanggal yang sama, sejak dipindahkan ke lantai 4 Pasar Senen pada tahun 2008, omzet para pedagang buku bekas di pasar tersebut belum juga membaik.

Penghasilan para pedagang buku tersebut bahkan menurun drastis hingga tiga kali lipat. "Dulu saya bisa dapat (omzet) Rp2 juta sehari, sekarang hanya Rp600.000 (per hari) paling banyak," kata Hendra, pedagang buku bekas di Pasar Senen masih dari sumber yang sama. Menurutnya, lokasi bagi pedagang buku di lantai 4 juga membuat pembeli kian berkurang karena terlalu jauh aksesnya.

[Baca Juga : Dua Pasar Tempat Terbaik Berburu Fashion di Jakarta Pusat]

Di masa emasnya sekitar tahun 1980 hingga 1990-an, kawasan ini adalah pusat untuk para pencari buku di Jakarta. Segala macam buku ada dengan harga terjangkau. Buku baru, buku bekas sampai buku yang aneh-aneh juga ada. Tapi itu dahulu, Pasar Buku Senen kini mulai dilupakan. Berdirinya toko buku di mal-mal dan juga budaya membaca digital yang membuat Pasar Buku Senen kehilangan banyak konsumen.

Awal mula toko buku ini pada tahun 1980-an, semenjak pindah dari terminal Lapangan Banteng. Kala itu terminal pusat ada di sana, semua jurusan bis luar dan dalam kota mangkal di situ. Setelah itu, terminal dalam kota pindah ke Terminal Senen, dan luar kota dipecah ke tiga terminal di Pulogadung, Kampung Rambutan, dan Kalideres. Penjual buku pun mengikuti perpindahan lokasi terminal.

Hasan sudah 35 tahun berdagang buku. Seperti diambil dari detik.com, dia masih ingat saat masa jaya, di mana berdagang sampai larut malam dan bahkan sampai mengirim kartu lebaran atau buku ke Hong Kong. Pengiriman ke Hong Kong itu karena banyak TKI yang mencari kartu lebaran dan buku dari Indonesia.

[Baca Juga : Post Santa, Komunitas Pecinta Buku di Pasar Santa]

"Saya termasuk generasi tua yang jualan buku di sini. Saya hobi baca, makanya saya dagang buku. Kalau dulu masih jualan koran majalah ya sampai malam, soalnya masih laris," urai Hasan yang buka kios bukunya sejak pukul 09.00-17.00 WIB. Zaman berganti dan sejak era HP meledak, internet semakin berkembang, pasar buku seperti kehilangan magnetnya. Sejak 2005, penurunan mulai terasa.

"Kalau buku sekarang penjualannya susah. Kalau ada modal saya ingin ganti usaha. Kalau dulu saya dapat enaknya, dulu jual buku apa saja bisa laku tapi sekarang setelah banyak gadget canggih toko seperti ini mulai ditinggalkan," Hasan menjelaskan sambil melayani pelanggan yang mencari buku untuk anak sekolah di Pasar Senen.

Read More

Artikel Lainnya

Ini Sejarah Singkat Stasiun Gambir

Berita Kawasan

Ini Sejarah Singkat Stasiun Gambir dari Masa ke Masa

22 October 2019, 20:00  |  5 Views

Stasiun Gambir dulunya halte kereta api yang menghubungkan kawasan Gambir dengan Pelabuhan Sunda Kelapa. Stasiun ini pernah direnovasi besar-besaran.

Flyover RE Martadinata Ditargetkan Selesai Pada Desember 2019

Berita Kawasan

Flyover RE Martadinata Ditargetkan Selesai pada Desember 2019

22 October 2019, 19:00  |  5 Views

Wali Kota Bogor baru-baru ini meninjau proyek flyover RE Martadinata dan optimistis kalau jalan layang ini dapat rampung sesuai target.

Mengapa Saat Orang Berbicara di Ponsel Berjalan Bolak-Balik

Kesehatan

Mengapa Saat Orang Berbicara di Ponsel Berjalan Bolak-Balik?

22 October 2019, 18:00  |  5 Views

Ternyata terdapat penjelasan secara ilmiah yang memicu orang berjalan bolak-balik ketika sedang berbicara di telepon, khususnya ponsel.

Garena Bagi-Bagi Hadiah di Call Of Duty Halloween Special Event, Oktober 2019

Berita Kawasan

Garena Bagi-bagi Hadiah di Call Of Duty Halloween Special Event

22 October 2019, 17:00  |  7 Views

Menyambut perayaan Halloween, Garena tidak hanya bagi-bagi hadiah namun merespons baik keinginan komunitas CODM dengan baik di Oktober 2019 ini.


Comments


Please Login to leave a comment.