Bisnis Kue Lebaran di Jogja Ikut Terdampak Covid-19, Pesanan Melesu

Bisnis

Bisnis Kue Lebaran di Jogja Ikut Terdampak COVID-19, Pesanan Melesu

Menjelang hari raya, biasanya hal yang dipersiapkan adalah kue kering dan makanan ringan yang akan disajikan di ruang tamu untuk tamu yang datang bersilaturahmi. Namun karena pandemi COVID-19 tak kunjung mereda, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak pulang kampung dan melakukan kegiatan lebaran di rumah. hal ini menyebabkan banyak orang yang tak menyediakan kue Lebaran.

Sehingga membuat pengusaha kue kering di Yogyakarta mengalami penurunan omzet. Wabah yang disebabkan virus Corona ini tentunya juga berdampak terhadap bisnis kue Lebaran ini karena permintaan pembeli menurun jika dibandingkan tahun lalu.

Bisnis Kue Lebaran di Jogja Ikut Terdampak Covid-19, Pesanan Melesu

Melansir dari tribunjogja.com yang menanyakan salah satu pemilik usaha kue lebaran, Ahmad yang berlokasi di jalan Nologaten, Caturtunggal, Kabupaten Sleman, DIY. Ahmad menyebutkan, penurunan omzet penjualan kue kering diperkirakan turun hingga 90 persen. Tahun lalu, jumlah stoples kue lebaran yang disediakan sebanyak 1008 toples, namun sekarang menurun hanya 144 stoples.

Ahmad menjelaskan, penurunan ini tentu akibat adanya virus Corona. Sehingga perayaan lebaran kali ini mengalami banyak perubahan. Menurutnya, banyak masyarakat yang kini tak menjadikan kue lebaran sebagai fokus utama di Idul Fitri 2020 ini.

Menurut Ahmad, penurunan omzet ini tak lepas dari kondisi saat ini dimana tengah terjadi pandemi COVID-19. Wabah penyakit ini membuat perayaan lebaran menjadi berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

[Baca Juga: Roda Bisnis Ribuan Perusahaan di Kabupaten Bekasi Diguncang COVID-19]

Ahmad mengatakan, pada tahun lalu permintaan kue kering sudah ada sebelum bulan puasa. Sehingga produksi kue kering lebaran sudah dilakukan sejak awal bulan Ramadan. Produksi biasanya dilakukan pada hari pertama puasa, tapi sekarang pada minggu ketiga puasa saja permintaan menurun.

Untuk bisa tetap bertahan dalam kondisi ini, Ahmad terpaksa mengurangi jumlah pekerja yang ikut membantu dalam pembuatan kue kering lebaran.

"Sekarang yang bantu hanya dua orang saja, biasanya ada tujuh orang. Soalnya tidak mampu bayar upah mereka jika semuanya bekerja," ujar Ahmad.

Bukan hanya itu, mengutip dari krjogja.com, pelaku usaha kecil pembuatan kue lebaran lainnya juga mengalami penurunan, yang biasanya minggu ke dua puasa setiap harinya menghabiskan 2.5 kuintal tepung, kini hanya satu kuintal tepung perhari.


Read More

Artikel Lainnya

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung - Copy.jpg

Bisnis

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung

30 September 2022, 13:44

Pada momen pembukaan cabang Selma terbaru di daerah Ciledug, ritel mebel di bawah naungan Kawan Lama Group itu menggelar program edukasi kesehatan jantung.

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat - Copy.jpg

Bisnis

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat

30 September 2022, 11:42

Ternyata Romokalisari Adventure Land yang belum lama ini diresmikan disebut berhasil meningkatkan pemasukan para pelaku UMKM di sana.

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaa n.jpg

Bisnis

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaan

29 September 2022, 19:46

Usai berkolaborasi selama empat tahun terakhir, tiket.com baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari RedDoorz yang memandang perusahaan OTA itu berhasil membantu peningkatan industri pariwisata di Tanah Air.


Comments


Please Login to leave a comment.