Bukan Karena Ritel Online, Ini Alasan Banyak Toko Ritel Tutup

Bisnis

Bukan Karena Ritel Online, Ini Alasan Banyak Toko Ritel Tutup

Belum lama ini, masyarakat dihebohkan dengan berita beberapa toko ritel yang tutup. Pada awal tahun saja PT Hero Supermarket Tbk sudah menutup 26 gerai dan enam gerai yang tutup belum lama ini. Hal ini tentu berimbas dengan pemutusan hubungan kerja (PHK). Dari data yang didapatkan dari berbagai sumber, sepanjang tahun 2018, perusahaan ritel ini sudah menghentikan 523 karyawannya.

Belum lagi dua tahun lalu, gerai 7-eleven dinyatakan bangkrut dan menutup semua gerainya di Indonesia. Menyusul PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk dan PT Matahari Departement Store Tbk yang juga ikut menutup sejumlah gerainya di beberapa pusat perbelanjaan.

[Baca Juga: Ramayana Jatinegara Bertahan dengan Ritel Fashion di City Plaza Jatinegara]

Kabarnya, penutupan gerai ini disebabkan oleh perubahan zaman dan budaya belanja di Indonesia. menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Damin Nasution, hal ini diakibatkan ramainya ritel online atau menjamurnya e-commerce di Indonesia.

Namun pandangan berbeda diutarakan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Roy N Mandey yang ditemui di Gandaria City, Jakarta Selatan (11/7/2019). “Beberapa ritel yang tutup itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan menurunnya tingkat konsumsi masyarakat atau hadirnya online ritel,” kata Roy.

Bukan Karena Ritel Online, Ini Alasan Banyak Toko Ritel Tutup

Menurutnya, beberapa ritel yang tutup memiliki tiga sebab, yaitu:

1. Efisiensi Bisnis

Menurut Roy, penutupan beberapa toko ritel di Indonesia terjadi karena proses natural dalam bisnis ritel. Misalnya melakukan efisiensi bisnis yang wajar dilakukan banyak perusahaan, termasuk ritel.

2. Perubahan Model Bisnis

Ritel sekarang sedang bertransformasi yang tadinya konvensional menjadi omni channel, yaitu kondisi di mana ritel menyediakann berbagai pilihan tempat penjualan, mulai dari toko fisik, online ritel, aplikasi, atau media sosial untuk mendapatkan barang yang diinginkan atau mix use, di mana kondisi ritel hampir mirip dengan mal yang memiliki lokasi hiburan dan kuliner sehingga bukan hanya sekedar tempat belanja kebutuhan rumah tangga.

3. Relokasi Tempat

Ritel menganggap derah tersebut sudah tidak strategis atau produktif sehingga akhirnya memutuskan untuk menutup salah satu atau beberapa tokonya.

[Baca Juga: Retail Produk Elektronik Terlengkap Hadir di Alam Sutera]

Hal ini tidak membuat ritel punah atau kalah dengan pasar online. Terbukti dari pertumbuhan jumlah pembukaan toko fisik di Indonesia tidak menurun. Misalnya dalam klasifikasi pertumbuhan minimarket di Indonesia. Di bidang ini malah terjadi pertumbuhan 800-900 toko per tahun. Sedangkan supermarket tumbuh rata-rata 10-15 supermarket per tahun, lalu hypermarket tumbuh sekitar 2-3 per tahun.


Read More

Artikel Lainnya

Setu Babakan Jadi Lokasi Temu Nasional Seni Budaya Muslimin Indonesia 2022.jpg

Berita Kawasan

Setu Babakan Jadi Lokasi Temu Nasional Seni Budaya Muslimin Indonesia 2022

02 December 2022, 18:12

Lesbumi-NU mulai hari ini hingga 3 Desember 2022 menjadikan Kampung Budaya Betawi Setu Babakan sebagai ‘rumah’ rakornas sekaligus Temu Nasional Ses Budaya Muslimin Indonesia 2022.

Dukung Pemberdayaan Difabel di Bidang Digital, Acer Serahkan Bantuan Laptop.jpg

Bisnis

Dukung Pemberdayaan Difabel di Bidang Digital, Acer Serahkan Bantuan Laptop

02 December 2022, 16:10

Acer baru-baru ini menggelar kegiatan CSR-nya dengan menargetkan kelompok difabel yang ingin mendalami sekaligus berkarya di bidang coding.

Sambut Akhir Tahun 2022, KFC Kembali Hadirkan Menu Golden Combo.jpg

Kuliner

Sambut Akhir Tahun 2022, KFC Kembali Hadirkan Menu Golden Combo

02 December 2022, 14:07

Dalam merayakan penghujung tahun 2022, KFC meluncurkan menu Golden Combo serta menggelar campaign Golden Moment yang berhadia voucher hingga iPhone Pro 14.

Infinix Note 12 2023 Akan Diperkenalkan Resmi di Indonesia Pekan Depan.jpg

Bisnis

Infinix Note 12 2023 Akan Diperkenalkan Resmi di Indonesia Pekan Depan

02 December 2022, 12:03

Setelah merilis Infinix Note 12 sekitar enam bulan lalu, Infinix kembali akan memperkenalkan versi terbaru dari ponsel pintarnya ini yang disinyalir lebih siap menjajal penggunaan multitasking.


Comments


Please Login to leave a comment.