Bukti Baru Tentang Penyebab Kenaikan Berat Badan dari Makanan Olahan

Kesehatan

Bukti Baru Penyebab Kenaikan Berat Badan dari Makanan Olahan

Riset telah menemukan hubungan antara junk food dan kenaikkan berat badan, tapi hubungan ini belum pernah diselidiki dengan sebuah uji coba terkontrol secara acak atau randomized controlled trial (RCT), sebagai standar tertinggi dari studi klinis.

Dalam RCT yang dilakukan National Institutes of Health (NIH), 20 orang dewasa berusia sekitar 30 tahun secara acak ditugaskan untuk memakan makanan olahan atau memakan makanan yang tidak diolah (sedikit sekali melalui proses pemasakan), keduanya dikonsumsi tiga kali sehari sebagai makanan utama plus camilan sepanjang hari. Peserta boleh makan sebanyak yang mereka mau.

Setelah dua minggu, mereka beralih ke kondisi diet yang lain selama dua minggu. Jenis studi silang ini meningkatkan reliabilitas hasil karena setiap orang mengambil bagian dalam kedua kelompok penelitian.

[Baca Juga: Cara Diet Warga Jakarta Menurut Pakar]

Seperti dikutip dari theconversation.com (13/6/2019), studi ini menemukan bahwa, rata-rata, partisipan makan 500 kalori lebih banyak per hari ketika mengonsumsi makanan olahan, dibandingkan dengan ketika mengonsumsi makanan yang tidak diolah. Dan pada kelompok yang makan makanan olahan, berat badan mereka bertambah hampir satu kilogram.

Anda mungkin tahu bahwa makanan olahan dapat membuat kita ketagihan, para peserta melaporkan bahwa mereka merasa dua diet tersebut sama-sama enak, tanpa adanya kesadaran memiliki nafsu makan yang lebih besar untuk makanan olahan dibandingkan makanan yang tidak diolah, walaupun terbukti mengonsumsi lebih dari 500 kalori lebih banyak per hari ketika dalam makan makanan olahan.

Konsumsi berlebihan makanan olahan yang tanpa disadari ini sering dikaitkan dengan ngemil. Namun dalam penelitian ini, sebagian besar kelebihan kalori dikonsumsi saat sarapan dan makan siang, bukan sebagai makanan ringan.

Bukti Baru Tentang Penyebab Kenaikan Berat Badan dari Makanan Olahan

Serat dan Makan Perlahan

Petunjuk penting mengapa makanan olahan menyebabkan konsumsi kalori yang lebih besar adalah karena partisipan melahap makanan olahan lebih cepat, sehingga mengkonsumsi lebih banyak kalori per menit. Ini dapat menyebabkan asupan kalori berlebih sebelum sinyal tubuh untuk menunjukkan kenyang atau kenyang punya waktu untuk bereaksi.

Sebuah faktor penting dalam makanan tidak diolah yang membuat rasa kenyang adalah serat makanan. Sebagian besar makanan yang melalui banyak proses pengolahan mengandung sedikit serat (sebagian besar atau semuanya hilang selama pembuatannya) sehingga lebih mudah untuk dimakan dengan cepat.

[Baca Juga: Diet Ini Bisa Membantu Para Penderita Lupus]

Mengantisipasi hal ini, para peneliti NIH menyamakan kandungan serat pada kedua diet mereka dengan menambahkan suplemen serat ke dalam diet kelompok yang makan makanan olahan. Akan tetapi, suplemen serat tidak sama dengan serat dalam makanan yang tidak diolah.

Serat dalam makanan tidak diolah adalah bagian integral dari struktur makanan, atau nama lainnya, matriks makanan. Matriks makanan yang utuh memperlambat kecepatan kita mengonsumsi kalori. Sebagai contoh, kita membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk mengunyah jeruk utuh dengan matriks makanannya yang utuh dibandingkan menelan kalori setara dengan minum jus jeruk.

[Baca Juga: Ketahui Bahaya Menjalani Diet Water Fasting]

Pesan menarik yang muncul dari penelitian ini dan penelitian lain yaitu untuk mengatur asupan kalori, kita harus mempertahankan struktur makanan, seperti matriks makanan alami dari makanan yang tidak diolah. Hal ini memaksa kita makan lebih lambat. Ini memberi waktu untuk mekanisme tubuh yang menyebabkan rasa kenyang diaktifkan sebelum makan terlalu banyak. Mekanisme ini tidak jalan pada pola makan makanan olahan karena matriks makanan telah hilang selama proses pembuatannya.


Read More

Artikel Lainnya

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah.jpg

Bisnis

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah

03 February 2023, 16:35

Demi memastikan tidak adanya ketimpangan digital di daerah pedesaan luar Jawa, Amartha Foundation baru-baru ini meresmikan desa digital di wilayah Sulawesi Tengah.

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.jpg

Bisnis

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

03 February 2023, 14:20

Melalui kemitraan dengan PT KCIC, pengguna tiket.com ke depannya bisa memesan tiket untuk layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

Berita Kawasan

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

02 February 2023, 17:41

Peresmian unit tempat parkir sepeda dilakukan oleh Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir, dan Ketua Umum B2W Fahmi Saimima.

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023.jpg

Hobi dan Hiburan

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023

02 February 2023, 15:41

Setelah memberikan teaser siapa saja yang akan tampil, akhirnya pihak penyelenggara mengumumkan siapa saja yang nanti siap menghibur Anda di Woke Up Fest 2023.


Comments


Please Login to leave a comment.