Buku Ini Ulas Layanan Kesehatan Jiwa di Indonesia

Kesehatan

Buku Ini Ulas Layanan Kesehatan Jiwa di Indonesia

Masih banyak yang memandang sebelah mata mengenai kesehatan jiwa atau mental di Indonesia. Acap kali, masyarakat awam memandang pendekatannya dalam menanganinya cukup melalui sisi religi saja dan memilih tidak menanganinya secara serius. Padahal di belakang “layar” terdapat sejumlah praktisi kesehatan jiwa dan orang-orang yang berusaha mengemukakan isu kesehatan jiwa ini agar lebih diperhatikan publik serta pemerintah. Pasalnya, terdapat pandangan yang terkesan menganaktirikan kesehatan jiwa dibandingkan kesehatan fisik pada umumnya. Oleh karena itulah buku Jiwa Sehat, Negara Kuat dirilis untuk menunjukkan realita layanan kesehatan di Indonesia.

Dengan judul lengkap Jiwa Sehat, Negara Kuat: Masa Depan Layanan Kesehatan Jiwa di Indonesia, dua jilid buku ini secara resmi dirilis pada 13 Agustus 2019. Dalam proses pembuatan, buku ini melibatkan puluhan orang yang berasal dari lintas disiplin dan memiliki kepedulian di bidang kesehatan jiwa Indonesia. Dari mulai pengalaman layanan kesehatan jiwa yang berbasis komunitas hingga tantangan khusus yang harus dihadapi sejumlah pihak dalam menangani peliknya kesehatan jiwa di Tanah Air diulas dalam dua jilid buku ini.

Buku Ini Ulas Layanan Kesehatan Jiwa di Indonesia

Tim editor dari buku Jiwa Sehat, Negara Kuat menjelaskan, buku ini diluncurkan guna mengapresiasi kerja keras para dokter, psikolog, dan psikiater yang berusaha memberikan layanan kesehatan jiwa untuk masyarakat Indonesia di tengah berbagai keterbatasan yang ada. Mengingat jumlah praktisi kesehatan jiwa tidak seimbang dengan jumlah warga negara Indonesia, buku ini diharapkan dapat membantu pembaca melihat realita tersebut.

“Kita harus melihat gambar yang lebih luas. Kita harus berpikir karena kebanyakan dokter, psikolog, dan psikiater bekerja sangat keras. Mereka bekerja di universitas, klinik, praktik pribadi, dan saya sangat mengapresiasi dedikasi mereka. Namun hal lain perlu dilakukan, mengingat di Indonesia ada 1.000 psikiater untuk 165 juta penduduk Indonesia. Sehingga dibutuhkan suatu sistem untuk mengorganisir pelayanan kesehatan jiwa,” ungkap salah satu editor Jiwa Sehat, Negara Kuat Hans Pols kepada PingPoint.co.id terkait inspirasi buku tersebut di Universitas Atma Jaya, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan (13/8/2019).

[Baca Juga: Mari Ubah Stigma Negatif Terhadap Layanan Kesehatan Jiwa]

Menurut associate professor di Universitas Sydney itu buku ini ditargetkan untuk mahasiswa kedokteran, psikologi, dan psikiater agar mereka bisa menjadi generasi penerus yang mampu memunculkan inovasi sistem seperti yang diulas di atas. Selain itu, Hans Pols mengatakan, buku ini juga perlu dibaca para pemangku kebijakan di Indonesia.

“Orang-orang dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial perlu membaca buku ini. Karena dua lembaga ini perlu bekerjasama agar mampu menangani masalah tunawisma serta membantu orang-orang berkebutuhan khusus yang hanya mampu ditangani jika keduanya saling bertukar keahlian. Orang-orang di dinas kesehatan juga diharapkan membacanya,” ujar Hans Pols.

[Baca Juga: Jangan Takut Konsumsi Obat Demi Kesehatan Jiwa]

Selain itu, Hans Pols berharap, masyarakat umum juga mau membaca buku Jiwa Sehat, Negara Kuat. Karena menurutnya, buku ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan jiwa di Indonesia serta layanannya.

“Buku ini dapat dibaca siapa saja, Anda tidak memerlukan gelar akademik untuk membacanya. Cerita-cerita di dalamnya juga dapat menginspirasi, seperti kisah perjuangan mengenai kesehatan jiwa seniman yang membuat sampulnya Anto Sg dan Vindy Ariella yang membuat ilustrasi di dalam bukunya. Saya pikir pemahaman umum mengenai gangguan kesehatan jiwa di Indonesia saat ini telah meningkat tapi masih membutuhkan ruang untuk peningkatan dan yang dibutuhkan adalah awareness dari gejala itu merupakan langkah pertama yang penting,” pungkasnya.

Read More

Artikel Lainnya

toba-unesco-2.jpg

Berita Kawasan

Danau Toba Resmi Ditetapkan Sebagai UNESCO Global Geopark

14 July 2020, 18:00

Danau Toba yang menjadi salah satu destinasi pariwisata super prioritas telah tersertifikasi tingkat dunia oleh UNESCO.

Pemkot Medan Gandeng Stikes Senior untuk Sosialisasikan Adaptasi Kebiasaan Baru.jpg

Pendidikan

Pemkot Medan Gandeng Stikes Senior untuk Sosialisasikan Adaptasi Kebiasaan Baru

14 July 2020, 17:00

Melalui sosialisasi mengenai Perwal adaptasi kebiasaan baru, Pemkot Medan berharap Stikes Senior dapat menjadi influencer new normal.

Bantu Pemprov Jawa Barat Tekan COVID-19, ITB Serahkan VTM dan Swab Stick.jpg

Pendidikan

Bantu Pemprov Jawa Barat Tekan COVID-19, ITB Serahkan VTM dan Swab Stick

14 July 2020, 16:00

Dalam usaha membantu Pemprov Jawa Barat berusaha menanggulangi penyebaran COVID-19, ITB menyalurkan bantuan perlengkapan tes swab.

Komponen-Sepeda-3.jpeg.jpg

Bisnis

Pemerintah Dukung Pengembangan Industri Sepeda di Dalam Negeri

14 July 2020, 15:00

Hal ini guna mendorong tumbuhnya produsen komponen sehingga dapat lebih mengoptimalkan penggunaan produk lokal dalam industri sepeda.


Comments


Please Login to leave a comment.