Bulan Ramadhan 2021, Adaptasi Prokes Untuk Aktivitas Salat Tarawih

Berita Kawasan

Bulan Ramadan 2021, Adaptasi Prokes untuk Aktivitas Salat Tarawih

Memasuki bulan Ramadan yang tinggal menghitung hari, Pemerintah Kota Semarang membolehkan aktivitas tarawih di tempat ibadah selama Ramadhan. Hal itu menyusul adanya surat edaran dari Kementrian Agama sekaligus hasil rapat koordinasi Forkopimda Kota Semarang dalam rangka menyambut Ramadan 2021 di Balai Kota pada Selasa, 6 April 2021.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memaparkan, tarawih saat Ramadan tetap bisa dijalankan di tempat ibadah seperti musala atau masjid dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Jumlah dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas tempat ibadah. Bahkan rencananya, Forkopimda Kota Semarang akan mengadakan tarawih keliling tapi hanya tingkat Forkopimda saja. Sedangkan, tarling ke setiap kecamatan pada momen Ramadan ini ditiadakan.

Bulan Ramadhan 2021, Adaptasi Prokes Untuk Aktivitas Salat Tarawih

Singkat kata, tim redaksi Pingpoint.co.id mencoba menghubungi pengurus masjid, Kamis (8/4/2021) untuk mengetahui bagaimanakah persiapan yang mereka lakukan dalam menerapkan protokol kesehatan untuk menjalankan aktivitas salat tarawih selama bulan Ramadan? Selanjutnya kami berhasil mendapatkan informasi dari Taufiq sebagai pengurus Masjid Kauman Semarang sekaligus Panitia Koordinator Kegiatan Ramadhan 2021.

"Hal ini kita mulai sebelum jemaah memasuki area masjid, kita lakukan cek suhu tubuh dan menyemprotkan hand sanitizer di telapak tangan. Selain itu, kami juga menyediakan beberapa pos tempat cuci tangan lengkap dengan sabun dan keran untuk mengalirkan air. Setelah itu, kami menyediakan tas bagi anggota jemaah untuk tempat alas kaki." ujar Taufiq

[Baca Juga: Pemkot Semarang: Tarawih Dibolehkan Tetapi Buka Bersama Jangan Dulu]

"Kami juga menyediakan masker bagi yang tidak atau kelupaan membawa masker. Bahkan, pengurus masjid menghimbau untuk tidak berjabat tangan ketika bertemu jemaah lain yang mereka kenal," dia menambahkan. Bahkan, Taufiq tidak lupa menyarankan bagi jemaah yang merasa tidak enak badan lebih baik beribadah di rumah, sehingga yang beribadah di masjid hanya untuk jemaah yang benar- benar sehat. Setelah selesai beribadah salat tarawih, pihak masjid melakukan pengawasan agar para jemaah tidak berkerumun dan memohon untuk segera meninggalkan masjid.

Ada hal cukup menarik seperti penyediaan tas untuk tempat alas kaki ternyata memiliki fungsi untuk menghindari kerumunan mencari alas kaki saat jemaah keluar masjid, maka sebelum memasuki masjid, jemaah bisa memasukkan alas kaki mereka ke dalam tas lalu dibawa masuk dan nanti tas bisa ditaruh di tempat shaf yang kosong. "Hal ini karena kami memberi jarak shaf dengan cara memberi tanda untuk shaf yang boleh ditempati dan mana yang harus dikosongkan," dia menjelaskan.

[Baca Juga: Ramadan 2021, MUI Jateng Ajak Salat Tarawih Dengan Prokes]

"Kami merasa perlu mengosongkan shaf secara bergilir dengan shaf yang akan ditempati karena kami membatasi jumlah jemaah hanya maksimal 50 persen dari kapasitas tempat ibadah," ujarnya. Begitu juga saat keluar masjid, jemaah bisa langsung mengeluarkan alas kaki dari tas tanpa perlu susah payah mencari dan bisa segera meninggalkan masjid karena salat tarawih telah usai.

Mengingat area masjid Kauman yang cukup luas, bagaimana cara pihak masjid melakukan pengawasan agar tidak ada jemaah yang berkerumunan dan bisa segera pulang setelah selesai ibadah? Taufiq memberikan penjelasan cukup lengkap terkait hal ini, bahwa ada petugas inti dan petugas relawan yang dibentuk oleh pengurus masjid. "Kebetulan masjid Kauman dikelilingi tiga pondok, sehingga santri-santrinya bisa kami libatkan. Ditambah perkumpulan remaja masjid dan remaja asli Kauman sudah barang tentu mereka terlibat," katanya.

Sebelum menutup pembicaraanya, Taufiq memberikan tambahan informasi bahwa untuk sementara waktu masjid tidak menyediakan peminjaman alat sholat, baik mukena maupun sarung. Jemaah juga turut diimbau untuk membawa sajadah mereka sendiri.

Prokes di Masjid Baiturahman

Menurut keterangan di atas, ada yang berbeda dengan penjelasan yang disampaikan oleh Ernawati, jemaah masjid Baiturahman yang berlokasi di alun- alun Simpang Lima Kota Semarang. Erna, biasa disapa, mengisahkan sejak pandemi, dia sudah beberapa kali mampir sholat di sana.

Jika ia perhatikan, prokes yang ditetapkan oleh masjid Baiturahman yakni dengan membangun tempat wudhu darurat di luar masjid dekat tangga keluar masuk. Tujuannya selain untuk tempat mencuci tangan ketika memasuki area masjid, tetapi juga bisa sebagai tempat wudhu agar para jemaah tidak berkeruman di tempat wudhu di dalam masjid.

Erna melihat masjid Baiturahman juga memberi jarak shaf dengan cara memberi tanda untuk shaf yang boleh ditempati dan shaf mana yang harus dikosongkan. Selebihnya aturan protokol kesehatan terkait peminjaman alat sholat, baik mukena mau pun sarung ternyata sama dengan aturan dari masjid Kauman Semarang. Di sisi lain, jemaah juga turut diimbau untuk membawa sajadah mereka sendiri.

[Baca Juga: Pemkot Tangerang Izinkan Salat Tarawih dengan Protokol Kesehatan Ketat]

Sementara itu, Hari Mardiko, warga Plamongan Semarang berujar, jika masjid dekat rumahnya yang berlokasi di perbatasan Pucang Gading tengah bersiap menyambut aktivitas salat tarawih.

Warga di sana, termasuk dirinya, berinisiatif membuat stiker shaf salat untuk ditempel di lantai masjid. Ada dua jenis gambar pada striker yakni orang shalat untuk tempat berdirinya salat dan gambar silang untuk shaf kosong tidak boleh ditempati jemaah. Inisiatif lain yang datang dari warga adalah jemaah yang ingin salat tarawih lebih baik berwudhu dari rumah.

"Kami juga membiasakan diri pakai masker ketika berada di masjid dan memeriksa kondisi badan jika kurang sehat maka kami mengurungkan keinginan salat tarawih di masjid," kata Hari. Untuk peminjaman alat salat, pihak masjid juga melarang dan meminta jemaah membawa sendiri alat salat mereka.

Pada akhir sesi wawancara, Hari menekankan pentingnya kita mengikuti aturan prokes. Misal jika nantinya dikeluarkan kebijakan salat tarawih secara bergantian karena jumlah jemaah dibatasi hanya lima puluh persen, maka kita akan mematuhinya meski berharap bisa terus tiap hari salat tarawih di masjid.


Read More

Artikel Lainnya

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung - Copy.jpg

Bisnis

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung

30 September 2022, 13:44

Pada momen pembukaan cabang Selma terbaru di daerah Ciledug, ritel mebel di bawah naungan Kawan Lama Group itu menggelar program edukasi kesehatan jantung.

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat - Copy.jpg

Bisnis

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat

30 September 2022, 11:42

Ternyata Romokalisari Adventure Land yang belum lama ini diresmikan disebut berhasil meningkatkan pemasukan para pelaku UMKM di sana.

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaa n.jpg

Bisnis

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaan

29 September 2022, 19:46

Usai berkolaborasi selama empat tahun terakhir, tiket.com baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari RedDoorz yang memandang perusahaan OTA itu berhasil membantu peningkatan industri pariwisata di Tanah Air.


Comments


Please Login to leave a comment.