Bupati Semarang Meminta Warga Ikut Pantau Para Pendatang

Berita Kawasan

Bupati Semarang Meminta Warga Ikut Pantau Para Pendatang

Bupati Semarang Mundjirin meminta warganya terlibat dalam upaya menekan laju penyebaran COVID-19. Saat penyerahan sembako di Kantor Kecamatan Banyubiru pada Senin (27/4/2020), Ia meminta warga memantau dan mencatat para pendatang di Kabupaten Semarang selama masa pandemi COVID-19. Data hasil pantauan warga dibutuhkan agar para pendatang tersebut mendapat penanganan sesuai protokol kesehatan.

“Para ketua RT dan RW perlu mengajak warga untuk peduli memantau para pendatang. Sebab, bisa saja mereka merupakan Orang Dalam Pemantauan atau pun Pasien Dalam Pengawasan karena Virus Corona. Laporkan ke bidan desa atau petugas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan sesuai protokol kesehatan,” kata Mundjirin, dikutip dari jatengprov.go.id (28/4/2020).

Bupati Semarang Meminta Warga Ikut Pantau Para Pendatang

Hingga kini, sudah ada laporan bahwa banyak pendatang yang tiba di Kabupaten Semarang. Salah satu kabar datang dari Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru. Kepala Desa Sepakung Ahmad Nuri mengatakan, sudah ada 63 warganya pulang dari perantauan. Mereka adalah warga Desa Sepakung yang mengadu nasib di Kalimantan, Jakarta, Surabaya, Malaysia, dan Singapura.

Ahmad mengungkapakan, 63 orang tersebut akan menjalani karantina mandiri selama empat belas hari di rumah masing-masing. Pihaknya juga telah menyiapkan balai desa sebagai tempat karantina. Kebijakan ini, kata Ahmad, merupakan aturan yang dibuat oleh pemerintah desa untuk menindak para pendatang.

Mundjirin sendiri meyakini masih akan ada banyak pendatang yang tiba di tengah pandemi. Oleh karenanya, seluruh kepala desa diminta aktif menggerakan perangkatnya untuk mendata para pendatang.

[Baca Juga: Aturan Penting PKM, "PSBB" ala Kota Semarang]

Selain mendata, Mundjirin juga meminta kepala desa mengalokasikan dana desa untuk mengadakan bantuan sosial bagi warga yang terdampak secara ekonomi. Hal ini karena bantuan sembako dari Pemerintah Kabupaten belum dapat mencukupi seluruh warga yang terdampak. Mundjirin mengingatkan kepala desa untuk menaati peraturan yang ada dalam pengalokasian dana desa ini.

Hingga 28 Aoril 2020 pukul 07.00 WIB, melalui situs corona.semarangkab.go.id, tercatat 11 kasus positif COVID-19 di Kabupaten Semarang. Dari jumlah tersebut, 6 di antaranya dinyatakan sembuh, 2 meninggal dunia, dan 3 orang lagi sedang mendapat perawatan.

Sementara itu, total PDP yang tercatat sebanyak 39 orang. Terdapat 24 orang di antaranya dinyatakan negatif melalui uji swab, 8 meninggal dunia, dan 7 orang lagi masih dirawat serta menunggu hasil uji laboratorium.


Read More

Artikel Lainnya

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Vaksinasi, Pemkot Surabaya Siap Sweepin g.jpg

Kesehatan

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Imunisasi, Pemkot Surabaya Siap Sweeping

27 January 2023, 13:57

Banyaknya kasus campak di wilayah perbatasan Surabaya-Madura, mendorong Pemkot Surabaya untuk bergerak secara agresif demi memastikan anak-anak Kota Pahlawan sudah mendapatkan imunisasi campak.

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak.jpg

Kesehatan

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak

27 January 2023, 10:55

Dinkes Kota Yogyakarta meminta agar orangtua melindungi buah hatinya dari ancaman penyakit campak dengan segera datang ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi.

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur In i.jpg

Bisnis

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur Ini

26 January 2023, 15:30

Baru-baru ini perusahaan startup manufaktur Imajin disebut berhasil meraih suntikan pendanaan awal yang dipimpin East Ventures.

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus.jpg

Pendidikan

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus

26 January 2023, 13:28

Tim dosen Unpad berhasil membuat inovasi tes khusus yang dapat menunjukan bagaimana kompetensi mahasiswa dalam berbahasa Indonesia.


Comments


Please Login to leave a comment.