PONDOK INDAH-KAWASAN-CAFE PEMBERDAYAAN ANGKAT HARKAT SOSIAL PETANI-RACHLI-1100 px X 600 px-01.jpg

Berita Kawasan

Cafe Pemberdayaan Angkat Harkat Sosial Petani

Filantropi Indonesia merupakan lembaga nirlaba dan mandiri yang dimaksudkan untuk memajukan filantropi di Indonesia agar bisa berkontribusi dalam pencapaian keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan.

Salah satu lembaga filantropi Indonesia, Dompet Dhuafa juga tidak ketinggalan berkontribusi dalam pencapaian mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum duafa dengan hadir dalam gelaran Festival Filantropi Indonesia (FIFEST) atau Indonesia Philantropy Festival yang berlangsung 15-17 November 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Dalam acara tersebut, Dompet Dhuafa hadir dengan mengusung konsep Cafe Pemberdayaan. Konsep ini dimaksudkan dalam penyaluran Dompet Dhuafa fokus kepada program pemberdayaan masyarakat duafa di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, pengembangan sosial, dan dakwah.

Melalui program ekonomi, diterangkan salah satu staf Cafe Pemberdayaan Anto Langgeng Prayogo, Dompet Dhuafa memperdayakan masyarakat duafa berdasarkan potensi sumber daya lokal yang mereka miliki. Hal tersebut dilakukan dengan tahapan perintisan, pertumbuhan, penguatan dan pemandirian, serta memastikan adanya peningkatan pengetahuan, kapasitas, keterampilan dan kesejahteraan para penerima manfaatnya.

“Dompet Dhuafa memiliki beberapa produk yang dihasilkan oleh penerima manfaat binaan. Selain pemberian modal, kita juga memberikan edukasi, pendampingan, pengolahan, dan membantu pemasaran produk,” ujarnya kepada PingPoint.co.id, Sabtu (17/11/2018).

[Baca Juga: Menikmati Secangkir Kopi di Kedai Kopi Bintaro]

Pemberdayaan Petani Kopi

Dompet Dhuafa memiliki program pemberdayaan petani kopi di berbagai wilayah, antaranya oleh kelompok petani di Dusun Kemloko, Kabupaten Temanggung untuk kopi jenis Robusta. Selain itu, di Desa Juluk, Kabupaten Aceh Besar dan Desa Kahayya, Kabupaten Bulukamba untuk kopi jenis Arabika.

Pendampingan petani kopi dilakukan sekitar dua tahun meningkatkan kesejahteraan, pengetahuan, dan kapasitas petani dan pengolahan kopi yang berkualitas serta membebaskan petani dari sistem ijon.

Bahkan tak hanya itu, pendampingan juga dilakukan kepada petani sayuran, buah, pengerajin kaca mata dan jam kayu, batik tulis, kain tenun lurik, dan payung lukis.

[Baca Juga: Ini Tempat Belanja dan Belajar Batik di Tebet]

Sementara itu, melansir Replubika.co.id, Minggu (18/11/2018), Direktur Utara Dompet Dhuafa Filantropy Imam Rullyawan mengatakan, keitkutsertaan pada acara FIFEST menghadirkan berbagai produk pemberdayaan ekonomi, selain kopi seperti beras, gula, madu dan hasil pertanian lainnya.

“Festival ini selain sebagai menginformasikan kinerja pemberdayaan Dompet Dhuafa, kami manfaatkan untuk ajang promosi produk pemberdayaan," ucap Imam.

Dompet Dhuafa yang merupakan lembaga terbesar sekaligus pelopor lembaga filantropi di Indonesia yang bahu membahu dalam membantu korban bencana, mulai tahap tanggap darurat sampai fase rekonstruksi. Festival Filantropi Indonesia ini bisa menjadi ajang apresiasi bagi lembaga-lembaga filantropi atas peran dan kontribusi yang diberikan, khususnya untuk korban bencana.

Read More

Artikel Lainnya

Slide3.JPG

Berita Kawasan

Salat Tarawih di Masjid Agung Jami’ Kota Malang Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

13 April 2021, 11:08

Tahun ini, pemerintah akhirnya mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah salat tarawih di masjid, dengan berbagai aturan yang tetap mengedepankan protokol kesehatan.

UTBK UNDIP 2021

Pendidikan

Hari Pertama UTBK UNDIP Tahun 2021 Berjalan Lancar

13 April 2021, 11:07

Ia mengatakan bahwa ini adalah kali kedua UNDIP melaksanakan UTBK di masa pandemi dan meyakinkan bahwa semua pihak melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin

UTBK di Universitas Padjajaran.jpg

Pendidikan

UTBK di Unpad, Semua Peserta Wajib Pasang Aplikasi Mass Tracking

13 April 2021, 10:34

Semua peserta UTBK di Universitas Padjajaran wajib memasang aplikasi mass tracking untuk mencegah penularan COVID-19.

Nyekar 1.jpg

Berita Kawasan

Sebelum Ramadan, Warga Desa Giripurno Nyekar Tanpa Masker

13 April 2021, 10:17

Tradisi Nyekar masih dijaga oleh masyarakat Giripurno menjelang Ramadhan di masa pandemi ini.


Comments


Please Login to leave a comment.