ANCOL_KESEHATAN_CARA ATASI BAHAYA NYAMUK PANTAI DI JAKARTA_OCI-01.jpg

Kesehatan

Cara Atasi Bahaya Nyamuk Pantai di Jakarta

Nyamuk Anopheles penyebab malaria biasanya suka tinggal di air kotor dan tempat sampah. Oleh karena itu, tak seperti nyamuk Aedes Aegypti, nyamuk Anopheles jarang tinggal di tempat-tempat yang cenderung bersih, misalnya di pemukiman. Nyamuk Anopheles, seperti nyamuk pantai di Jakarta, suka tinggal di tambak ikan yang tidak dikelola dengan baik.

Prof. Dr. Amrul Munif, MSc. dari Bidang Entomologi dan Molusca (Biologi Lingkungan) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI, seperti dikutip health.detik.com mengatakan, "Permukiman bukan menjadi habitat yang cocok bagi nyamuk untuk meletakkan larvanya. Selain pantai, beberapa ekosistem yang menjadi tempat paling bagus untuk nyamuk Anopheles berkembang biak adalah persawahan dan daerah yang ditumbuhi padi."

Ia menambahkan, tempat istirahat yang paling disenangi nyamuk Anopheles yaitu tebing, sungai, parit, dan area tanaman perdu. Untuk nyamuk betina, rata-rata berumur 25,6 hari. Perlu juga diketahui bahwa beberapa spesies anopheles bisa terbang dalam jarak 350 sampai 550 meter. Sehingga penularannya lebih luas daripada spesies yang jarak terbangnya lebih pendek.

Namun, menurut Munif perlu diingat juga bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi penyebaran nyamuk anopheles yaitu faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik di antaranya penyebaran spesies dan kerapatan vegetasi seperti keteduhan dan jumlah sinar matahari. Sedangkan, faktor abiotik seperti intensitas sinar matahari, kecepatan angin, dan curah hujan.

Perbedaan Dua Jenis Nyamuk

Perbedaan pertama dari kedua jenis nyamuk ini adalah adalah jenisnya. Pertama Aedes Aegypti penyebab demam berdarah dan penyakit lain selain demam berdarah seperti chikungunya dan virus zika. Kedua adalah Anopheles sebagai penyebab penyakit malaria. Selain itu, perbedaan lain ada pada:

  • Warna Nyamuk

Perbedaan nyamuk demam berdarah dengan nyamuk malaria berikutnya adalah dari warna tubuh nyamuk. Pada dasarnya warna tubuh nyamuk penyebab demam berdarah adalah tubuh yang hitam namun disertai dengan loreng-loreng putih, baik di kaki maupun seluruh badannya. Sementara itu, ciri nyamuk Malaria adalah cokelat kehitaman.

  • Bentuk Tubuh Nyamuk

Nyamuk yang menyebabkan demam berdarah memiliki bentuk yang sedikit berbeda dengan nyamuk penyebab malaria. Nyamuk aedes memiliki bentuk tubuh yang tidak sama panjang. Bagian ujung abdomen atau perutnya lancip.

Sementara itu, nyamuk penyebab malaria memiliki bentuk probocis yang sama panjangnya. Sedangkan scutellumnya memiliki bentuk yang bulat. Kaki atau tungkai nyamuk penyebab malaria ini lebih panjang dan langsing. Selain itu, bentuk dan ukuran tubuh nyamuk Anopheles lebih kecil daripada nyamuk Aedes.

  • Cara Hinggap

Nyamuk Aedes tidak berbeda jauh dengan nyamuk kebanyakan, dimana cara nyamuk hinggap tidak membentuk sudut yang cukup ekstrem dengan permukaan dimana dia hinggap. Sedangkan nyamuk Anopheles yang hinggap akan menukik tajam sehingga bagian perut belakangnya akan lebih tinggi daripada bagian depan tubuhnya.

  • Kemampuan Terbang

Nyamuk penyebab demam berdarah atau nyamuk aedes memiliki kemampuan terbang yang lebih jauh jika dibandingkan dengan nyamuk penyebab malaria. Nyamuk Aedes mampu terbang sejauh kurang lebih 100 meter dari tempat pertama kali menetas. Namun, berbeda dengan nyamuk malaria, kemampuan terbangnya hanya beberapa meter saja dari tempat pertama kali ia ditetaskan.

  • Waktu Menggigit

Nyamuk Aedes yang betina bisa menggigit manusia dan menghisap darahnya minimal dua hari sekali. Namun nyamuk penyebab malaria bisa menggigit dan menghisap darah sesuka hati atau sesuai dengan kebutuhannya. Selain itu, nyamuk demam berdarah akan aktif di siang hari ketika cuaca masih terang, sedangkan nyamuk malaria tidak demikian.

  • Lokasi Wabah

Ciri nyamuk DBD, yaitu lebih banyak ditemukan di negara-negara tropis seperti Asia Tenggara. Sedangkan nyamuk malaria lebih banyak ditemukan di Afrika atau negara dengan sistem air yang kotor. Namun bukan berarti negara lain tidak ditemukan kedua jenis ini, karena demam berdarah maupun malaria juga ditemukan di negara lainnya. Lokasi dengan air yang kotor seperti pantai di Jakarta bisa menjadi tempat tinggal nyamuk penyebar penyakit malaria.

Read More

Artikel Lainnya

Kemenperin Kembali Gelar Modest Fashion Project

Bisnis

Kemenperin Kembali Gelar Modest Fashion Project

20 September 2019, 13:00  |  8 Views

Untuk mengembangkan industri fesyen muslim di Indonesia, Kemenperin kembali menggelar kompetisi fesyen untuk IKM dimulai dengan gelaran road to MOFP di Bandung dan Semarang.

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Kemendikbud Rilis Program Digitalisasi Sekolah

Pendidikan

Songsong Revolusi Industri 4.0, Kemendikbud Rilis Digitalisasi Sekolah

20 September 2019, 12:00  |  7 Views

Kemendikbud memberikan bantuan berupa peralatan berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk mempersiapkan sekolah songsong Revolusi Industri 4.0.

Jakarta Selatan Bersiap Antisipasi Musim Hujan

Berita Kawasan

Jakarta Selatan Bersiap Antisipasi Musim Hujan

20 September 2019, 11:00  |  7 Views

Mendekati musim penghujan, Pemkot Jakarta Selatan mulai melakukan beberapa langkah persiapan. Apa saja yang dilakukan?

Tips Merawat Kaktus Hias Dalam Rumah

Properti dan Solusi

Tips Merawat Kaktus Hias Dalam Rumah

20 September 2019, 10:00  |  13 Views

Ragam kaktus hias dapat membuat ruangan rumah menjadi menarik. Agar berusia panjang, ada sejumlah cara merawat kaktus hias dengan tepat.


Comments


Please Login to leave a comment.