Cara Diet Warga Jakarta Testimoni Gabby Lighthouse.jpg

Kesehatan

Cara Diet Warga Jakarta Menurut Pakar

Dari gaya hidup, makanan yang banyak dikonsumsi, dan perilaku warga urban, seorang pakar diet dan peneliti perilaku merangkumkan cara diet semacam apa yang efektif dan bisa dijalani warga Jakarta. PingPoint.co.id menemui pakar diet dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt, Dipl. AAAM dan menanyakan bagaimana cara diet untuk mengatasi obesitas di Jakarta.

Jakarta merupakan provinsi yang penduduk dewasanya paling banyak mengalami obesitas, disusul Aceh, Jawa Timur, dan Riau. Berdasarkan data tahun 2017 Kementerian Kesehatan yang dikutip dari situs resmi mereka, sebanyak 37,1 persen penduduk Jakarta mengalami obesitas. Sementara itu, secara keseluruhan 1 dari 4 penduduk dewasa yang berusia di atas 18 tahun di Indonesia mengalami obesitas.

[Baca Juga: Bagaimana Cara Diet Warga Jakarta yang Benar?]

Ada tiga hal yang membuat warga Jakarta menggemuk menurut dr. Grace. Yaitu pola makan yang serba mudah mencari makanan siap saji, kebiasaan tidak banyak bergerak, dan lingkungan sosial yang memfokuskan semua kegiatan dengan makan bersama.

“Kendalanya biasanya pertama pengaruh sosial yang super besar. Lingkungan kita biasanya akan mengajak kita untuk makan lebih banyak,” ujar dr. Grace. Menurut dia, yang harus dilakukan adalah balik lagi, komitmen ke diri sendiri. Itu juga biasanya kendala karena orang Jakarta biasanya lebih memprioritaskan yang lain daripada untuk langsing dan sehat.

Namun, banyak kendala yang membuat hal tersebut sulit dilakukan. “Kontrol diri yang kurang. Itu yang membuat jadi susah untuk menghindari makanan-makanan yang membuat jadi gemuk,” dr. Grace menjelaskan.

Testimoni Warga

Salah satu yang sudah menjalankan diet yang ideal untuk warga Jakarta adalah Grabriella Maria Magdalena, warga Bintaro yang berusia 30 tahun. “Contohnya naik tangga ya. Biasanya naik tiga lantai saja sudah engap, ngos-ngosan gitu. Tapi tadi saya disuruh naik ke atas ke lantai tujuh fun aja. Baju-baju juga udah pada longgar, udah pada bisa masuk,” ujar Gabby.

Setelah turun berat hampir 30 kg dalam 12 minggu, Gabby mulai mengeluarkan stok baju-baju lama yang kini sudah bisa dikenakannnya lagi. “Terus bisa ngerasa lebih ringan badannya. Beda lah, orang yang tadinya berat jadi lebih ringan. Jadi lebih PD juga sih,” kata Gabby senang.

Berikut beberapa tips dari dr. Grace yang bisa Anda ikuti jika ingin seperti Gabby.

  • Sasati Kopi

“Warga Jakarta sangat suka dengan kopi tetapi masalahnya bukan hanya kopi saja yang diminum. Tapi kopinya dicampur dengan susu yang tinggi lemak, kemudian manis atau bergula tinggi,” kata dr. Grace. Ia menyarankan agar jika ingin minum kopi, dampingi dengan gula rendah kalori. Bila ingin ditambahkan susu, boleh dengan krimer, atau diganti dengan susu rendah lemak. Bila minum kopi tanpa gula, tanpa susu, akan jauh lebih baik lagi.

[Baca Juga: Nikmati Kopi Gratis dari Berbagai Kedai Kopi di Jakarta]

  • Siasati Camilan

Warga Jakarta gemar camilan berkarbohidrat tinggi dan yang manis, seperti martabak, donat, dessert atau cake kekinian dengan tampilan menggiurkan. Ada pula jenis camilan tinggi karbohidrat yang digoreng, seperti cireng atau empek-empek. “Pengantinya usahakan untuk snack yang tidak digoreng. Banyak sekali makanan tradisional yang tidak digoreng. Misalnya kue-kue atau jajanan pasar yang hanya di-steam,” ujar dr. Grace. Ia juga menyarankan siomay yang meskipun tinggi karbohidrat, tapi tidak digoreng.

  • Siasati Makan Siang atau Malam

Usahakan mengganti menu makan siang atau malam dengan makanan yang lebih rendah kalori. Pilih sushi, sangat-sangat rendah kalori. Kemudian bisa juga memilih makanan yang lebih banyak berkuah seperti soto. “Kalau membeli gado-gado yang dipisah dari bumbunya sehingga bisa dijadikan option makanan yang redah kalori,” ujar dr. Grace.

Bagaimana jika mau menyantap makanan di Rumah Makan Padang? Boleh saja asal tau cara memilihnya. “Bila tidak memungkinkan untuk menghindari makanan-makanan yang seperti di warung padang, boleh dicoba dengan misalnya rebusan daun singkong dengan ayam pop,” jelasnya.

Sebagai penutup, bagi warga Jakarta yang ingin menjalani cara diet yang sehat, simak pesan ini, “Bila ingin langsing dan sehat mulailah dari niat. Hindari gula, tepung, olahan tepung, dan minyak. Jangan lupa latihlah kontrol diri sampai ke target sehingga mendapatkan sesuai yang diinginkan.”

Read More

Artikel Lainnya

Java Aquatic, Hobi Biota Laut yang Dikembangkan Jadi Bisnis   .jpg

Bisnis

Java Aquatic, Hobi Biota Laut yang Dikembangkan Jadi Bisnis

28 September 2020, 20:19

Berkat hobi biota laut, Nico dan rekannya berhasil dirikan toko Java Aquatic yang berlokasi di kawasan Kebayoran Lama Jakarta Selatan

Cegah Banjir, Pemkot Jakarta Utara Gelar Gerebek Lumpur.jpg

Berita Kawasan

Cegah Banjir, Pemkot Jakarta Utara Gelar Gerebek Lumpur

28 September 2020, 16:55

Pada akhir pekan kemarin, Pemkot Jakarta Utara memanfaatkannya untuk mengadakan kegiatan demi mencegah terjadinya banjir di musim hujan.

Setelah Viral di Medsos, Kafe di Galaxy Bekasi Disegel.jpg

Berita Kawasan

Setelah Viral di Medsos, Kafe di Galaxy Bekasi Disegel

28 September 2020, 14:41

Pada akhir pekan kemarin, jagat medsos Jabodetabek dihebohkan dengan pengunjung kafe di area Galaxy Kota Bekasi yang ramai berjoget tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

Gantikan Mohammad Idris, Dedi Supandi Jabat Pjs Wali Kota Depok.jpg

Berita Kawasan

Gantikan Mohammad Idris, Dedi Supandi Jabat Pjs Wali Kota Depok

28 September 2020, 13:43

Resmi mulai menjalani cuti untuk Pilkada Depok 2020, jabatan Mohammad Idris untuk sementara digantikan Dedi Supandi.


Comments


Please Login to leave a comment.