Cara Mengolah Sampah Dapur Jadi Kompos

Properti dan Solusi

Cara Mengolah Sampah Dapur Jadi Kompos

Sebagai warga urban, mungkin Anda merasa tidak bisa membuat kompos karena keterbatasan lahan. Namun, ternyata banyak warga Jakarta yang sudah melakukannya. Misalnya yang dilakukan warga Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat bersama Petugas Pengolahan Sampah Organik di LPS Kemayoran. Hal ini dilakukan untuk memilah dan menggunakan ulang sampah yang bermanfaat untuk kompos kasar dan cair.

Pada dasarnya, kompos adalah hasil penguraian segala sisa organik yang Anda hasilkan dari sampah sisa makanan atau sampah dapur. Selanjutnya, Anda mungkin akan mengatakan terlalu sibuk untuk mengompos. Namun, demi kelangsungan lingkungan dan demi memenangkan peperangan melawan sampah yang terus menumpuk, pastikan bahwa sisa organik yang Anda hasilkan, dipisahkan dengan sampah lain sebelum diambil petugas sampah.

Cara Mengolah Sampah Dapur Jadi Kompos

Menurut tulisan Okta Zaidah dalam situs zerowaste.id (9/1/2019), kalau sisa organik tersebut dicampur jadi satu dengan sampah yang tidak bisa membusuk lalu dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir/Landfill), masalah sampah tidak akan selesai.

"Coba bayangkan, saat Anda mencampur sisa sayur dari kalian dengan popok bayi, batu baterai, lampu, baju bekas dan mengirimnya ke TPA. Apa yang akan terjadi? Gunungan berbagai macam barang di TPA yang sangat miskin oksigen, membuat pembusukan sisa sayur tersebut menghasilkan Gas Metan. Gas Metan (CH4) adalah salah satu kontributor bertambah panasnya bumi kita tercinta. Selain itu, air lindi yang dihasilkan dari TPA sudah pasti mengandung lebih banyak logam berat. Padahal, kalau kualitasnya baik, air lindi yang matang bisa dijadikan pupuk cair lho," tulis Okta.

[Baca Juga: Inspiratif! Warga Meruya Utara Olah Sampah Jadi Energi]

Okta mulai aktif mengompos sejak 2018. "Saya tak bisa bilang bahwa itu adalah pengalaman yang mulus setiap saat, tapi saya belajar banyak hal. Material dan cara yang cocok untuk saya, saya terus lakukan. Yang tak cocok, mau tak mau jadi sebatas eksperimen saja," dia menerangkan. Berikut langkah-langkah membuat kompos seperti yang dirangkum PingPoint.co.id dari tulisan Okta.

Cara Mengolah Sampah Dapur Jadi Kompos

Membuat Stater

Siapkan wadah, bisa ember plastik yang besar, kota kayu, atau tong. Pastikan wadah memiliki lubang sirkulasi udara. Isi lapisan terbawah dengan daun kering atau sekam untuk menyerap air lindi. Lapisan kedua adalah campuran kompos jadi atau pupuk kandang, organik hijau, dan organik cokelat. Semakin kecil ukuran sisa organik semakin baik. Terakhir, tambahkan bioaktivator berupa air cucian beras, EM4, POC/mol, air gula, atau kotoran sapi cair, dll.

Biarkan starter ini tertutup rapat selama 4 hari. Tujuan pembuatan starter adalah menciptakan lingkungan hidup bagi mikro organisme pengurai sampah organik kita. Tanda‐tanda starter nya berhasil antara lain: hangat, penutupnya berembun, zat organik yang kita masukkan sebelumnya mulai menghitam.

Cara Mengolah Sampah Dapur Jadi Kompos

Perlakuan Harian

Setelah starter dibuat, komposter bisa diisi dengan sisa organik harian. Aduk sampah yang baru ditambahkan dengan isi komposter yang sudah ada sebelumnya. Selain bertujuan agar sampah yang baru lebih cepat terurai, pengadukan juga membuat lebih banyak oksigen menyusup ke dalam tumpukan dan mengurangi potensi terjadinya gas metan.

Yang perlu diperhatikan saat membuang sisa organik baru ke dalam komposter adalah perhatikan keadaan komposter. Jika tampak terlalu becek (yang bisa mengundang belatung), tambahkan saja sisa organik kering ke dalamnya. Jika terlalu kering, maka tambahkan bioaktivator.

Saat Panen

Saat komposter sudah penuh, biarkan tidak diisi selama 1‐2 minggu. Setelah itu, angin‐anginkan di tempat terbuka sebelum digunakan untuk memupuk tanaman.

[Baca Juga: Pentingnya Peran Pemulung dalam Masalah Sampah di Jakarta]

Kompos adalah cara termudah mengurangi sampah rumah tangga. Dengan mengelola sampah dapur menjadi kompos, Anda bukan saja mengurangi sampah yang dibawa ke tempat pembuangan akhir, tapi juga dapat memberikan nutrisi bagi tanah atau media tanam yang dimiliki di rumah. Tidak ada salahnya memulai kebiasaan baru demi kelestarian lingkungan Anda.

Read More

Artikel Lainnya

Kesehatan Murid Jadi Aspek Penting di TK Tzu Chi

Kesehatan

Kesehatan Murid Jadi Aspek Penting di TK Tzu Chi

16 September 2019, 13:00  |  9 Views

Berbagai fasilitas dan kegiatan kesehatan di TK Tzu Chi menggambarkan bagaimana pentingnya kesehatan murid bagi pihak sekolah.

GrabFood Berencana Ekspansi Jaringan Grabkitchen di Seluruh Indonesia

Bisnis

GrabFood Berencana Ekspansi Jaringan Grabkitchen

16 September 2019, 12:00  |  11 Views

Pertumbuhan pesat GrabFood juga dicapai berkat adanya kerja sama dengan restoran cepat-saji dan kedai makanan lokal favorit masyarakat.

Manfaat Media Monitoring di Indonesia

Bisnis

Manfaat Media Monitoring dalam Penggunaan Media Sosial

16 September 2019, 10:00  |  19 Views

Apa manfaat media monitoring dalam perkembangan bisnis Anda? Penyebaran informasi yang tinggi di media sosial menjadi salah satu alasan utama adanya layanan media monitoring.

5 Cara Alami Menghilangkan Benjolan di Ketiak

Kesehatan

5 Cara Alami Menghilangkan Benjolan di Ketiak

16 September 2019, 09:00  |  12 Views

Jika menemukan benjolan di ketiak yang memiliki tekstur lunak dan terasa nyeri, jangan khawatir! Karena, bisa diobati dengan lima cara alami ini.


Comments


Please Login to leave a comment.