Kawasan-Catat-UMP-DKI-Siap-Naik-di-2019-Emil.jpg

Berita Kawasan

Catat! UMP DKI Siap Naik di 2019

Kabar gembira bagi para pekerja di Ibu Kota baru-baru ini disampaikan di Balai Kota DKI Jakarta. Pasalnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan bahwa Upah Minimun Provinsi atau UMP akan dinaikkan pada 2019. Bila sesuai rencana maka UMP di Ibu Kota yang saat ini sebesar Rp3.648.035 akan berubah menjadi Rp3.940.973. Kenaikan ini dipandang sebagai jalan win-win solution bagi para pelaku usaha serta pekerjanya.

Pengumuman kenaikan sebesar 8,03 persen tersebut disampaikan Pelaksana Harian Gubernur DKI Jakarta, Saefullah. Ia menjelaskan bahwa kenaikan UMP ini telah melalui proses penggodokan dan tidak dilakukan secara sepihak. Bahkan pihak pemangku kepentingan yang akan terpengaruh dengan kebijakan ini pun sudah memberikan saran dan kritik kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

[Baca Juga: Melirik SMA dengan Perpustakaan Terbaik di DKI Jakarta]

“Penetapan itu sudah sesuai mekanisme dan melalui proses panjang. Kita berdoa semoga kesejahteraan pekerja di DKI semakin meningkat,” jelas Saefullah di Kantor Gubernur DKI Jakarta di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada awal November 2018, sebagaimana dikutip dari beritajakarta.id.

Pelaksana Harian Gubernur DKI Jakarta Saefullah

Penetapan UMP ini disebut mengacu kepada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Nomor 7 tahun 2013 berkaitan mengenai upah minimum di mana para gubernur akan mengumungkan upah minimun di setiap provinsi. Untuk Jakarta hal ini diatur berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 114 tahun 2018 terkait Upah Minimum Provinsi Tahun 2019.

Kenaikan ini bisa dikatakan sebagai “angin segar” bagi para pekerja di Ibu Kota. Sebab bila melihat data dari 2017, kenaikan ini terbilang besar. Pada 2017 UMP di DKI Jakarta tercatat Rp3.355.750. Kemudian pada 2018, berdasarkan Peraturan Gubernur No.182 tahun 2017, UMP Jakarta pun naik sekira 8,71 persen menjadi Rp3.648.035.

Kartu Pekerja DKI Jakarta

Selain kenaikan UMP, pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan meringankan beban rumah tangga untuk para pekerja di Ibu Kota melalui Kartu Pekerja dan Kartu Jakarta Pintar Plus. “Para pekerja bisa naik bus Transjakarta secara gratis dan mendapatkan subsidi pangan murah, serta mendapatkan Kartu Jakarta Pintar Plus untuk pendidikan anak-anaknya,” ucap Saefullah.

[Baca Juga: 3 Kegiatan Ini Bisa Menyehatkan Pekerja Kantoran]

Keputusan kenaikan ini juga didudukung oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. Ia menyebut meningkatnya UMP tersebut dapat menguntungkan para pekerja. “Ini sudah sangat win-win. Jadi perusahaan bisa berkembang dan tumbuh lagi. Jika kenaikan UMP tidak diatur, itu membahayakan pekerja karena menimbulkan PHK, serta kegoncangan industrial,” katanya, sebagaimana dikutip dari merdeka.com.

Pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dra. Endang Sri Soesilowati, M.S, Ph.D menjelaskan bahwasanya kenaikan ini bukanlah sebuah kebijakan yang sepihak. “Sebelum ada PP kenaikan UMP yang mengacu pada inflasi, angka itu biasanya didasarkan pada negosiasi antar tripartit yang ada di dewan pengupahan yang berlandaska pada survei pasar,” ucapnya kepada PingPoint.co.id (28/11/2018).

Read More

Artikel Lainnya

Java Aquatic, Hobi Biota Laut yang Dikembangkan Jadi Bisnis   .jpg

Bisnis

Java Aquatic, Hobi Biota Laut yang Dikembangkan Jadi Bisnis

28 September 2020, 20:19

Berkat hobi biota laut, Nico dan rekannya berhasil dirikan toko Java Aquatic yang berlokasi di kawasan Kebayoran Lama Jakarta Selatan

Cegah Banjir, Pemkot Jakarta Utara Gelar Gerebek Lumpur.jpg

Berita Kawasan

Cegah Banjir, Pemkot Jakarta Utara Gelar Gerebek Lumpur

28 September 2020, 16:55

Pada akhir pekan kemarin, Pemkot Jakarta Utara memanfaatkannya untuk mengadakan kegiatan demi mencegah terjadinya banjir di musim hujan.

Setelah Viral di Medsos, Kafe di Galaxy Bekasi Disegel.jpg

Berita Kawasan

Setelah Viral di Medsos, Kafe di Galaxy Bekasi Disegel

28 September 2020, 14:41

Pada akhir pekan kemarin, jagat medsos Jabodetabek dihebohkan dengan pengunjung kafe di area Galaxy Kota Bekasi yang ramai berjoget tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

Gantikan Mohammad Idris, Dedi Supandi Jabat Pjs Wali Kota Depok.jpg

Berita Kawasan

Gantikan Mohammad Idris, Dedi Supandi Jabat Pjs Wali Kota Depok

28 September 2020, 13:43

Resmi mulai menjalani cuti untuk Pilkada Depok 2020, jabatan Mohammad Idris untuk sementara digantikan Dedi Supandi.


Comments


Please Login to leave a comment.