Cegah Kelainan Otak dengan Pemeriksaan Dini Tes EEG

Kesehatan

Cegah Kelainan Otak dengan Pemeriksaan Dini Tes EEG

Banyak yang tidak mengetahui, kelainan terhadap otak dapat terjadi kepada siapa saja bahkan ketika Anda tidak mengalami cedera trauma di kepala. Untuk mengetahui ada tidaknya kelainan otak, ada tes yang dinamakan electroencephalogram (EEG). Salah satu rumah sakit yang menyediakan fasilitas Tes EEG ini adalah RS Muhammadiyah Taman Puring.

Tes electroencephalogram ini dilakukan untuk membantu dokter dalam melakukan diagnosa untuk mendeteksi adanya gangguan pada syaraf otak. Pada dasarnya sel-sel di dalam otak berkomunikasi melalui rangsangan listrik. Tes EEG akan mengevaluasi aktivitas listrik tersebut beserta mendeteksi potensi masalah yang terjadi atau kemungkinan muncul.

Sebagaimana dilansir dari healthline.com, pada proses tesnya, EEG menelusuri dan merekam pola gelombang otak. Tes EEG melibatkan cakram logam datar berukuran kecil atau sensor yang dinamakan elektroda. Elektroda yang tersambung dengan kabel itu kemudian diletakan di kulit kepala pasien. Elektroda tersebut kemudian menganalisa rangsangan listrik yang ada di otak pasien dan mengirimkan sinyal ke komputer yang mencatat hasil dari gelombang otak Anda.

Pada rekaman EEG itu gelombang otak akan terlihat seperti garis ombak. Garis-garis ini memungkinkan dokter untuk melakukan penilaian apakah ada indikasi abnormal atau tidak pada pola garis ombak tersebut. Bila terjadi keanehan pada pola tersebut, terdapat kemungkinan pasien memiliki kelainan di otak.

Biasanya tes EEG dilakukan untuk mendeteksi kelainan otak yang disebabkan oleh kejang-kejang yang dipicu oleh epilepsi, cedera kepala akibat kecelakaan, radang otak atau ensefalitis, tumor otak, dan berbagai penyakit yang memicu disfungsi otak atau encephalopathy. Tes ini juga mampu mendeteksi kelainan lain seperti masalah terhadap ingatan, seperti hilang ingatan, gangguan tidur, stroke, demensia atau pikun, dan ketika seseorang koma, tes EEG juga dilakukan demi memonitor aktivitas di otak pasien.

Prosedur Tes EEG

Bila Anda akan menjalani tes EEG maka dokter perlu mengetahui jenis obat atau suplemen yang sedang dikonsumsi secara rutin. Sebab, beberapa suplemen dikhawatirkan dapat mempengaruhi aktivitas otak sehingga disinyalir dapat mengganggu pembacaan tes EEG. Kemudian pasien disarankan untuk berkeramas pada malam sebelum tes dengan menghindari penggunaan produk seperti kondisioner atau untuk menata rambut.

Sebagaimana dilansir dari Webmd.com, saat tiba di rumah sakit, pasien akan diminta untuk merebahkan diri di meja periksa atau ranjang pasien. Lalu 20 sensor atau elektroda akan diletakan di berbagai posisi pada kulit dengan cara direkatkan menggunakan cairan lem khusus. Aktivitas dari sel neuron akan dilacak oleh mesin EEG. Ketika dilakukan pengecekan, pasien akan diminta untuk rileks dengan mata terbuka dan tidak lama kemudian dengan mata tertutup.

Terkadang dokter akan meminta untuk bernapas dalam-dalam secara cepat. Selain itu, dokter juga acap kali menggunakan senter dan meminta pasien memandanginya. Tes bernapas dan melihat senter ini diklaim berguna untuk melihat perubahan pola gelombang otak pasien.

Selama tes berlangsung, pasien terkadang merasakan listrik yang bergerak antara elektroda dan kulit kepala. Ini akan menimbulkan efek seperti sengatan kecil jadi pasien diharapkan tidak perlu khawatir dengan munculnya sensasi tersebut

Setelah selesai, dokter akan mencopot elektroda yang menempel di kepala dan membersihkan cairan lem yang merekatkan elektroda tersebut. Bila masih ada bekas lemnya, pasien bisa mencoba membersihkannya menggunakan air saat mandi dan pulang. Hasil tes EEG biasanya akan diberikan kepada dokter spesialis saraf yang nantinya akan menginterpretasikannya dan menjelaskan hasilnya.

Tes ini merupakan salah satu layanan unggulan di RS Muhammadiyah Taman Puring jadi bila Anda merasa membutuhkan EEG, Anda langsung bisa datang ke rumah sakit tersebut yang beralamat di Jalan Gandaria I No.20 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda juga bisa menghubungi nomor telepon: (021) 7208358 dengan ekstensi 122.

Read More

Artikel Lainnya

Selama Pandemi, Ratusan Ribu Keluarga Surabaya Bebas Retribusi PDAM

Berita Kawasan

Selama Pandemi, Ratusan Ribu Keluarga Surabaya Bebas Retribusi PDAM

10 April 2020, 08:00

Pemkot Surabaya memahami bahwa wabah COVID-19 kian menambah beban masyarakat. Sebanyak 231.211 KK Masyarakat Berpenghasilan Rendah dibebaskan retribusi PDAM.

Dukung Belajar Dari Rumah, UGM Berikan Subsidi Pulsa ke Mahasiswa

Pendidikan

Dukung Belajar Dari Rumah, UGM Berikan Subsidi Pulsa ke Mahasiswa

09 April 2020, 20:00

Dukungan pulsa atau paket data ini rupanya bukan hanya diberikan ke mahasiswa untuk proses belajar, tapi juga tenaga pengajar.

Cegah Covid-19, Pemkot Depok Perpanjang Masa Belajar di Rumah

Pendidikan

Cegah Covid-19, Pemkot Depok Perpanjang Masa Belajar di Rumah

09 April 2020, 19:00

Pemkot Depok kembali mengumumkan perpanjangan masa belajar di rumah dalam rangka menekan penyebaran wabah COVID-19 di wilayahnya.

Diet Kaldasa, Solusi Mengurangi Prilaku Autisme

Kesehatan

Diet Kaldasa, Solusi Mengurangi Prilaku Autisme

09 April 2020, 18:00

Kaldasa sendiri merupakan singkatan dari kaldu, sayur dan daging. Tiga komponen tersebut diyakini mampu membuat anak dengan autisme lebih tenang dan lebih fokus.


Comments


Please Login to leave a comment.