Kasus COVID-19 Varian Omicron Pertama Ditemu kan di Jakarta!.jpg

Kesehatan

Cegah Masuknya Varian Omicron, Ini Langkah Dinkes Medan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Taufik Ririansyah mengaku sudah menyiapkan berbagai langkah guna mencegah varian Omicron masuk ke Kota Medan.

Dia menyebutkan jajaran Dinas Kesehatan Kota Medan telah meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tracing cepat apabila ditemukan kasus COVID-19.

“Meskipun kita belum bisa memeriksa apakah itu varian Omicron atau tidak, namun begitu kita tahu dia positif. Langsung kita periksa siapa yang kontak erat dengan pasien, kita tidak ingin kecolongan, dan selama menunggukan hasil pemeriksaan nya selesai pasien dan orang-orang terdekat yang di tracing dengan pasien wajib menjalani isolasi, ini upaya yang kita lakukan saat ini,” kata Taufik Ririansyah menanggapi perintah Wali Kota Medan Bobby Nasution mewanti-wanti jajarannya agar mewaspadai penyebaran COVID-19 varian Omicron menyebar ke kota Medan, Jumat (7/1/2022).

omicronOK2.jpg

Disamping itu, lanjutnya lagi, Dinkes juga telah menyiapkan tempat isolasi terpusat (isoter) apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Kita siapkan semuanya termasuk isoter saat ini sudah kita siagakan, jangan sampai 1×24 jam pasien yang positif tidak di isolasi, nanti malah akan semakin banyak yang harus kita tracing, kita ingin meminimalisir penyebaran dengan melakukan tracing secara cepat, jadi respon time kita harus cepat,” jelasnya.

Selain melakukan pencegahan dengan cara testing dan tracing, Dinkes juga terus berupaya mempercepat vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat kota Medan khususnya vaksinasi bagi para lansia sehingga tercipta herd immunity.

Taufik Ririansyah menyebutkan hingga saat ini jumlah lansia yang sudah divaksin sebanyak 53.79% dari target 60% yang harus dicapai. Oleh sebab itu, dirinya telah mengambil langkah cepat agar dapat memvaksin para lansia salah satunya dengan mendatangi langsung rumah warga.

[Baca Juga: Kasus Omicron di Jakarta Terus Meningkat, Mayoritas dari Luar Negeri]

“Ke depan kita juga akan berkolaborasi dengan Disdukcapil untuk mendata lansia kita. Sehingga kita dapat melakukan vaksin berdasarkan by name by addrees,” ungkapnya.

Capaian target vaksinasi terhadap lansia ini dikatakan Taufik Ririansyah sangat penting untuk di kejar. Sebab capaian vaksinasi lansia ini menentukan kapan dimulainya vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

“Jadi ada aturan dari Pemerintah Pusat bahwasahnya vaksinasi anak baru dapat dilakukan apabila vaksinasi lansia sudah mencapai 60%, karena itu saya berharap masyarakat dapat proaktif mengajak orang tuanya untuk divaksin sehingga kita dapat segera melakukan vaksinasi bagi anak,” ajaknya.


Read More

Artikel Lainnya

Setelah Vakum Lama, Festival Rujak Uleg Digelar Akhir Pekan Ini - Copy.jpg

Kuliner

Setelah Vakum Lama, Festival Rujak Uleg Digelar Akhir Pekan Ini

19 May 2022, 19:46

Kerinduan warga Suroboyo dengan Festival Rujak Uleg siap terobati pada tanggal 22 Mei 2022 nanti.

Akhir Pekan Ini Festival Adu Bedung dan Dondang di Mustika Jaya Siap Digela r.jpg

Berita Kawasan

Akhir Pekan Ini Festival Adu Bedung dan Dondang di Mustika Jaya Siap Digelar

19 May 2022, 17:45

Dalam rangka mempertahankan budaya daerahnya, Kecamatan Mustika Jaya akan kembali menggelar Festival Adu Bedug dan Dondang pada akhir pekan ini.

Literasi Digital Jaga Data Pribadi Jadi Kunci Cegah Penipuan Online.jpg

Pendidikan

Literasi Digital: Jaga Data Pribadi Jadi Kunci Cegah Penipuan Online

19 May 2022, 15:24

Dengan ribuan kasus kejahatan siber yang terjadi, mayoritas memanfaatkan data pribadi korban yang dibagikan di dunia maya.

Demi Masa Depan Si Kecil, Ini Instrumen Warisan ala Astra Lif e - Copy.jpg

Bisnis

Demi Masa Depan Si Kecil, Ini Instrumen Warisan ala Astra Life

19 May 2022, 14:43

Walau Anda termasuk generasi muda atau milenial yang sudah berkeluarga, aspek warisan juga menjadi yang sudah mulai Anda bisa siapkan dari sekarang demi masa depan buah hati.


Comments


Please Login to leave a comment.