DUREN-SAWIT_KAWASAN_CERITA-DI-BALIK-HADIRNYA-KAMPUNG-MAKASSAR-DI-JAKARTA_IVAN_REVISI-01.jpg

Berita Kawasan

Cerita di Balik Hadirnya Kampung Makasar di Jakarta

Provinsi Sulawesi Selatan punya daerah bernama Makassar. Di DKI Jakarta, ada pula wilayah yang namanya nyaris sama, yakni Kampung Makasar (kini Kecamatan Makasar). Wilayah ini terkenal karena banyak hal, termasuk Bandara Halim Perdanakusuma yang memang berada di wilayah tersebut. Tetapi, pernahkah terpikirkan mengapa sampai bisa ada nama wilayah Makasar di Jakarta?

Faktanya, Kampung Makasar ternyata memang punya hubungan dengan Makassar yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. Wartawan senior Alwi Shahab dalam blog pribadinya, alwishahab.wordpress.com menulis, kalau Makasar merupakan salah satu kampung tua di Jakarta. Orang mengenal wilayah ini dengan nama Kampung Makasar. Penamaan ini muncul karena pada abad ke-17 atau tepatnya sejak tahun 1686, wilayah yang awalnya masih berupa hutan ini dijadikan pemukiman oleh orang-orang Makassar.

[Baca Juga : Bangunan Tua di Margo City Jadi Saksi Sejarah Depok]

Apa yang ditulis Alwi Shahab ini dipertegas oleh Zaenuddin HM, wartawan senior lain yang juga seorang penulis buku. Dalam bukunya yang berjudul “212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe” terbitan Ufuk Press pada Oktober 2012, Zaenuddin menulis bahwa orang-orang Makassar tersebut datang dan berada di bawah pimpinan Kapiten Daeng Matara. Orang-orang itu adalah bekas tawanan perang yang dibawa ke Batavia setelah Kerajaan Gowa di bawah Sultan Hasanuddin, tunduk kepada kompeni yang dibantu oleh Kerajaan Bone dan Soppeng.

Pada awalnya, pendatang dari Sulawesi Selatan yang menempati Kampung Makasar itu diperlakukan sebagai budak belian. Kemudian, mereka dijadikan pasukan bantuan dan dilibatkan dalam berbagai peperangan yang dilakukan Kompeni. Hingga akhirnya pada tahun 1673, mereka ditempatkan di sebelah utara Amanusgracht. Amanusgracht sendiri kini dikenal dengan Kampung Baru.

Kepemilikan Beralih ke Frederik Willem Preyer

Dalam tulisannya, Alwi Shahab melanjutkan, "mungkin karena bukan bidangnya, tanah di Kampung Makasar yang diperuntukkan bagi mereka itu tidak mereka garap sendiri, melainkan disewakan pada pihak ketiga dan akhirnya jatuh ke tangan tuan tanah Frederik Willem Preyer.”

Kendati demikian, keberadaan orang Makassar di kampung yang awalnya hutan ini tidak sepenuhnya hilang. Soalnya, salah seorang puteri Kapiten Daeng Mataru dipersunting dan menjadi istri Pangeran Purbaya dari Banten. Pangeran itu memiliki beberapa rumah dan ternak di Condet, atau tepatnya di sebelah barat Kampung Makasar.

Kemudian pada tahun 1810, secara administratif, pasukan yang terdiri dari orang-orang Makassar ini digabungkan dengan pasukan-pasukan Bugis oleh Gubernur Jenderal Daendels. Inilah yang membuat orang-orang Makassar tetap ada di Kampung Makasar, meski jumlahnya memang tidak sebanyak dulu dan sudah berbaur dengan masyarakat lain dari berbagai suku.

[Baca Juga : Cerita Jawara sampai Ekspatriat di Kemang Jakarta Selatan]

Sekarang, Makasar sudah jadi salah satu kecamatan di Jakarta Timur. Wilayahnya meliputi Kelurahan Pinang Ranti, Makasar, Cipinang Melayu, Kebon Pala, dan Halim Perdanakusuma. Kelurahan Halim Perdanakusuma sendiri jadi yang terbesar karena memiliki bandara komersial yang juga jadi markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Korps AU I) TNI-AU. Wilayah dengan luas 21,64 kilometer persegi ini pun berbatasan langsung dengan Kecamatan Jatinegara dan Duren Sawit di sebelah utara, Kecamatan Cipayung di sisi timur, Kecamatan Ciracas di bagian selatan, dan Kecamatan Kramat Jadi di sebelah barat.

Read More

Artikel Lainnya

Geliat Bisnis Properti Masa Era New Normal di Kota Semarang

Properti dan Solusi

Geliat Bisnis Properti Era New Normal di Kota Semarang

10 April 2021, 18:47

“Hikmah dari kebijakan di rumah saja membuat para penghuni rumah mulai menyadari bahwa rumah yang mereka tinggali perlu pembenahan di beberapa bagian,” ujar Hafid Santoso pemilik H+S Architect, usaha konsultan arsitek di kota Semarang

Tirta Nirwana 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Tirta Nirwana Songgoriti: Pertemuan Kerajaan Medang, Singosari, dan Tionghoa

10 April 2021, 18:07

Berwisata ke Tirta Nirwana kita bisa sedikit mencuil pelajaran pertemuan sejarah kerajaan di Indonesia dan Tionghoa. Lebih dari itu, bermain air di sini sangatlah menyenangkan.

Teletubies 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Menghabiskan Waktu di Bukit Teletubies Bersama Gunung Arjuno

10 April 2021, 17:08

Berwisata di tempat menyejukkan yang tak perlu bayar tiket atau parkir ada di Kota Batu, yakni Bukit Teletubies.

Pebisnis Louhan 1.jpg

Bisnis

Cerita Pebisnis Ikan Louhan, Berawal dari Hobi Hingga Untung Jutaan Rupiah

10 April 2021, 16:09

Memiliki keunikan tersendiri, ikan louhan diminati banyak orang. Ada yang menjadi hiasan di rumah, sampai menjadikannya peluang usaha.


Comments


Please Login to leave a comment.