miramaOK.jpg

Bisnis

Cerita di Balik Kecap Legendaris ‘Mirama’, Kecap Asli Kota Semarang

Tahukah pointers jika ada satu merk kecap yang khusus digunakan oleh penjaja Bakmi Jowo khas Semarang yang sangat melegenda. Kecap legendaris asli Semarang tersebut berjuluk ‘Mirama’ dan masih diproduksi hingga saat ini. Terletak di jalan Gambiran no 80, Semarang berdiri pabrik pembuatan kecap Mirama yang saat ini dikelola oleh Markus Djuli Purwanto, generasi ke 3 pembuat kecap Mirama. Sejarah kecap Mirama bermula pada tahun 1930 ketika sang nenek, Kwee Siek Giem membuat sendiri kecap untuk kebutuhan sehari-hari karena sulitnya mencari bahan baku. "Karena saat itu, kira-kira di tahun 1930an, sulit sekali buat mencari bahan baku makanan seperti bumbu-bumbu dan lainnya untuk bahan makanan, makanya nenek kami membuat sendiri kecap," ucap Markus.

Ayah Markus melihat potensi ekonomi kecap yang dibuat neneknya layak untuk dijual, maka pada tahun 40-50an sang ayah Jan Liang Siem mulai menawarkan kecap sang nenek ke masyarakat dengan sistem titip di toko. "Di tahun 40-50an ayah kami punya inisiatif untuk menjualnya. Akhirnya dititipkanlah kecap buatan nenek kami ke toko-toko dekat-dekat dengan gang baru saja. Sedikit demi sedikit kecap buatan nenek yang belum memiliki nama saat itu mulai dikenal orang," ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Pingpoint.co.id (30/6/2021).

miramaOK2.jpg

Usaha sang ayah tak hanya terbatas sampai disitu saja, ia mulai membuat inovasi dan perubahan-perubahan saat usaha kecap ini dipegangnya. Agar lebih bernilai ekonomis dan dikenal banyak orang, sang ayah memberikan nama “Mirama” pada kecap yang dibuat karena sebelumnya kecap yang dijual tidak memiliki nama. Selain itu ia juga memberikan label bermotif batik pada botol kecap Mirama.

Menurut pengakuan Markus, alasan pemberian nama Mirama belum diketahui secara pasti. Namun penggunaan motif batik dikatakannya sebagai identitas nusantara. "Kenapa namanya Mirama? Saya kurang begitu tahu. Yang saya tahu, karena ada sepupu yang juga usaha kopi di Wotgandul, yakni Rumah Kopi itu mengusulkan untuk memberikan nama Mirama. Lalu untuk gambar batik di kemasan Mirama karena batik itu ikon nusantara," ungkapnya.

Sejak dahulu teknik pembuatan dan kelezatan kecap Mirama tidak berubah, inilah yang membuat kecap asli Semarang tersebut semakin melegenda dan tetap bertahan ditengah persaingan industri yang sama. "Kalau ditanya bumbu-bumbunya apa, pastinya nggak jauh beda dengan pembuatan kecap yang lain. Kita pakainya kedelai hitam pilihan dan rempah-rempah seperti sereh, laos, gula jawa. Dan kita nggak pakai pengawet, pewarna makanan, dan pengental. Ini kita pertahankan hingga sekarang yang mau menuju generasi ke-4 ini," terangnya.

Bagi sebagian masyarakat kota Atlas, Kecap Mirama memiliki cita rasa yang khas dan sangat cocok dengan lidah orang Semarang. Masyarakat Semarang biasa menemukan kecap ini di sejumlah makanan khas Semarang seperti Mi jowo, Nasi goreng Jowo, Mie Ayam dan lainnya. Walaupun diproduksi secara home industry, namun dalam sehari Markus dapat menghasilkan 800 botol kecap dengan berat 600 mililiter per botolnya. Untuk menjaga kualitas dan cita rasa, Markus tak memproduksi kecap Mirama terlalu banyak.. "Jadi sebenarnya kita patokannya, hari ini habis berapa, nah kita produksi kekurangannya. Jadi memang kita flat kan untuk produksinya untuk menjaga kualitas Kecap Mirama ini," tambahnya.

miramaOK3.jpg

Saat ini kecap Mirama terus berkembang dan akan dipegang oleh generasi ke empatnya. Banyak persiapan dan rencana yang akan dikembangkan di tahun-tahun kedepannya agar bisnis keluarga ini tetap bertahan seiring perkembangan jaman. Beberapa inovasipun disiapkan antara lain dengan menambah varian baru hingga inovasi kemasan isi ulang yang lebih praktis. "Kita melihat produk kecap lain memiliki beberapa varian seperti kecap asin, atau manis pedas. Nah itu mungkin di generasi ke-4 bisa saja terjadi. Yang mana kecap Mirama saat ini masih memiliki satu jenis varian produk. Lalu kemasan isi ulang yang menurut kami lebih praktis. Jadi pembeli nggak usah menukarkan botolnya. Botol yang di rumah bisa langsung diisi dengan kecap Mirama dalam kemasan tersebut," ungkap Markus.

Usaha Kecap Mirama tak selalu berjalan mulus, adapula hambatan yang ditemui salah satunya aturan Gang Gambiran yang tidak memperbolehkan adanya home industri. Mengingat tempat produksinya berada di Jalan Gambiran, akhirnya Markus berencana memindahkan tempat produksi ke wilayah Ungaran dengan aktifitas industri skala rumahan. Nantinya tempat produksi lama akan digunakan menjadi kantor pemasaran kecap Mirama. "Kawasan ini sebenarnya sekarang diperuntukkan untuk kantor dan jasa. Sehingga kami berencana untuk memindahkan produksi ke Ungaran. Adapun di sini nanti sebagai penjualan dan kantor saja. Kami sudah siapkan tempatnya," tandasnya.


Read More

Kecap Mirama

Pabrik Kecap

+62243543413
None

Artikel Lainnya

Launching TV Desa, Kota Batu Adakan Lomba Film Pendek

Berita Kawasan

Launching TV Desa, Kota Batu Adakan Lomba Film Pendek

27 September 2021, 22:08

Lomba film pendek yang tak bisa dilewatkan begitu saja.

BNS 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Potret Pasar Malam yang Dimodernisasi Batu Night Spectacular

27 September 2021, 21:09

Desain-desain modern yang ditemukan di Jatim Park Grup kini bisa ditemukan di berbagai tempat wisata di Kota Batu.

Henju-2

Kecantikan dan Fashion

Henju By Gracy, Aksesori Jogja Sukses Taklukkan Pasar Dunia

27 September 2021, 20:08

Sampai saat ini Henju sudah tersebar di pasar-pasar aksesoris di berbagai negara. Konsumen terbesarnya berasal dari Amerika, Perancis , Inggris dan beberapa negara Eropa.

Penduduk Lansia Pada Masa Pandemi, Antara Meningkatnya Harapan Hidup dan Masuk Dalam Kelompok Rentan

Kesehatan

Lansia Kala Pandemi, Harapan Meningkat tapi Masih Kelompok Rentan

27 September 2021, 19:07

Lansia di Kota Semarang terus bertambah dengan semakin meningkatnya harapan hidup, di sisi lain mereka masuk kelompok rentan. Pelayanan kesehatan pada kelompok lansia pun terus ditingkatkan.


Comments


Please Login to leave a comment.