KEMANG_KAWASAN_CERITA JAWARA SAMPAI EKSPATRIAT DI KEMANG JAKARTA SELATAN_IVAN_REVISI 01-01.jpg

Berita Kawasan

Cerita Jawara sampai Ekspatriat di Kemang Jakarta Selatan

Kemang merupakan nama wilayah di Kelurahan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Orang biasanya mengenal wilayah ini dengan sebutan Kemang atau Kemang Jakarta Selatan. Penamaan ini memang berasal dari pohon Kemang (Mangifera kemanga), karena dulunya pohon itu tumbuh subur dan banyak terdapat di wilayah tersebut. Pohon kemang sendiri memiliki buah sejenis mangga, dengan bau yang harum menusuk dan rasa yang masam manis.

Sebelum jadi kawasan komersial dengan banyak tempat nongkrong asyik, pemukiman elit, dan tempat tinggal para ekspatriat seperti sekarang, Kemang bisa dibilang sebagai daerah yang menyeramkan. Wilayah ini sangat sepi, hanya dihuni seglintir penduduk yang bisa dibilang “buangan” dari Jakarta Kota. Bahkan saat itu, atau tepatnya sekitar tahun 1960-an, Kemang tidak tercantum dalam peta Jakarta. Hal-hal inilah yang membuat kemang kala itu menyandang sebutan “tempat jin buang anak”.

Melihat kondisi itu, orang-orang yang tinggal di Kemang saat itu pun disebut sebagai jawara. Itu merupakan gelar yang diberikan kepada para penduduk Kemang, atas keberanian mereka tinggal di kawasan yang bisa dibilang horor.

[Baca Juga : Sepenggal Cerita Antara Probosutedjo dan Universitas Mercubuana]

Namun terlepas dari hal tersebut, gelar jawara memang diberikan karena penduduk di sana umumnya ahli bela diri, khususnya silat. Soalnya, hingga tahun 1970, penduduk kemang 100 persen orang Betawi, dan silat merupakan salah satu seni bela diri asli Betawi.

Terkait kemang yang merupakan pemukiman para jawara silat, Budayawan Betawi Ridwan Saidi dalam buku berjudul "Profil Orang Betawi" yang dicetak tahun 1997, menyebut kawasan Kemang sebagai ‘kampung jawara’. Dia menggambarkan bahwa pada abad ke-18, Kemang menjadi markas para jawara yang melakukan perlawanan terhadap penjajah.

Mulai Ramai di Akhir 1970-an

Kemeriahan di Kemang Jakarta Selatan dimulai setelah akhir tahun 1970-an. Kala itu, kampung Betawi yang tenang ini mulai dihiasi dengan masjid-masjid bergaya arsitektur tradisional Jawa. Di saat yang sama, tanah di Kemang pun mulai diperjualbelikan untuk dijadikan sebagai perumahan dan jalan. Para investor dan pengembang properti waktu itu terpikat dengan Kemang karena kawasan ini terbilang subur dan hijau, sehingga cocok untuk dijadikan kawasan pemukiman.

Perkiraan para investor dan pengembang itu tepat. Alhasil, Kemang pun menarik banyak orang untuk tinggal di daerah ini. Bahkan selain warga lokal, para ekspatriat juga tertarik untuk tinggal di sana. Ini karena Kemang dekat dengan Segitiga Emas Jakarta, sehingga para ekspatriat tidak perlu berkeliling kota dan membuang terlalu banyak waktu untuk urusan transportasi sehari-hari. Hal-hal ini membuat Kemang semakin terbuka dan ramai. Kondisi tersebut berlangsung sampai sekarang.

Setelah cukup lama berselang, pada tahun 1998 Gubernur Jakarta yang kala itu dijabat Sutiyoso, mengubah status Kemang dari pemukiman (sebagaimana dinyatakan dalam master plan kota 1985-2005) menjadi kawasan komersial. Pada tahun berikutnya, ia memperkuat keputusan dengan dikeluarkannya sebuah dekrit yang menyatakan Kemang sebagai "Kampung Modern".

[Baca Juga : 3 Café Instagramable yang Bisa Jadi Tempat Nongkrong di Kemang]

Dekrit ini membawa lebih banyak kegiatan komersial ke daerah itu, dan rumah-rumah di Kemang Jakarta pun diubah menjadi pusat bisnis ritel. Hal inilah yang kemudian membuat Kemang Jakarta Selatan memiliki banyak tempat nongkrong yang seru, khususnya café dan restoran.

Read More

Artikel Lainnya

Gubernur-Wagub DKI Jakarta Positif COVID-19, Balai Kota Disinfeksi 3 Hari Berturut-tur ut.jpg

Berita Kawasan

Gubernur-Wagub DKI Jakarta Positif COVID-19, Balai Kota Disinfeksi 3 Hari Berturut-turut

02 December 2020, 12:07

Setelah Gubernur dan Wagub DKI Jakarta dinyatakan positif COVID-19, area Balai Kota DKI disemprot cairan disinfektan selama tiga hari berturut-turut.

Pilihan Resep Nutela yang Tidak Mungkin Bisa Ditolak

Kuliner

Pilihan Resep Nutela yang Tidak Mungkin Bisa Ditolak

02 December 2020, 12:01

Berikut tiga pilihan resep camilan manis yang menggunakan Nutela sebagai bahan yang menambahkan cita rasa tersendiri. Bila Anda ditawarkan salah satu dari makanan ini, 'tidak' bukanlah pilihan.

Ini Rahasia Rambut George Clooney

Kecantikan dan Fashion

Ini Rahasia Rambut George Clooney

02 December 2020, 11:05

Aktor, produser eksekutif, dan sutradara George Clooney membagikan rahasianya dalam menjaga kerapihan rambutnya selama pandemi.

Satu Lagi, Wali Kota Malang Terkonfirmasi Positif COVID-19

Kesehatan

Satu Lagi, Wali Kota Malang Terkonfirmasi Positif COVID-19

02 December 2020, 10:03

Wali Kota Malang Sutiaji terkonfirmasi positif COVID-19 setelah berkegiatan bersama para kepala daerah di Batu dan bertemu dengan staf yang positif COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.