Chef Chitra, Kecintaannya di Dunia Kuliner dan Edible Art

Kuliner

Chef Chitra, Kecintaannya di Dunia Kuliner dan Edible Art

Bagi Anda yang kerap menonton berbagai acara kuliner di televisi atau bahkan mengikuti perkembangan dunia kuliner Indonesia maka nama Chef Chitra tak akan asing lagi. Pasalnya, perempuan bernama lengkap Chrysansia Chitra Dewi itu sudah lama menggeluti ranah kuliner di pertelevisian Tanah Air. Ia juga acap kali menjadi bintang tamu di berbagai talk show untuk menunjukkan kepiawainnya dalam mengolah makanan sekaligus memperlihatkan bahwa masakannya pun dapat menjadi seni.

Pada tahun 2000an, Chef Chitra justru mengawali kariernya di bidang modelling. Namun dengan seiring berjalannya waktu, alumni Universitas Atmajaya ini merasa terpanggil untuk mengikuti passion-nya untuk mengolah masakan. Melihat potensi untuk mengembangkan hobinya, Chef Chitra pun mulai membangun bisnis di dunia kuliner.

Chef Chitra, Kecintaannya di Dunia Kuliner Hingga Edible Art

“Jadi dunia kuliner itu sudah saya geluti selama 12 tahun. Jadi pada tahun 2007, saya mulai menjalani bisnis bakery dan pastry. Dari situ mulai pelan-pelan semakin berkembang dan bertambah minatnya, dari bisnis ini juga akhirnya mulai merambah dunia entertainment dan ibaratnya jadi public figure serta entrepreneur di bidang kuliner,” ujar perempuan kelahiran Jakarta itu kepada PingPoint.co.id pada acara Autumn Feast House Kari ala Jepang di Almond Zucchini Kitchen Studio, Jalan Prapanca No.6 A, Pulo, Kebayoran Baru Jakarta Selatan (9/11/2019).

Setelah bisnisnya yang bernama Chef’s Kitchen berjalan, Chef Chitra merasa ingin serius menggeluti dunia kuliner serta seluk beluknya. Ia pun akhirnya memutuskan untuk masuk sekolah kuliner di New York, Amerika Serikat dan Paris, Prancis. Dari sinilah ketika Chef Chitra kembali ke Indonesia, ia mulai mengombinasikan berbagai teknik yang ia pelajari dengan pengalamannya dalam meramu bumbu masakan khas Nusantara.

[Baca Juga: Setelah B2B, Perusahaan Kari Jepang Ini Rambah B2C]

Chef Chitra mengaku tidak mengalami kesulitan dalam menggabungkan teknik mengolah masakan di Barat dengan unsur kuliner dari Asia, khususnya Indonesia. “Ternyata di cooking school itu mereka juga banyak mempelajari masakan Asia yang bagi mereka sulit tapi bagi kita sudah ‘biasa’. (Contohnya) masakan-masakan yang populer itu seperti tomyum, nasi goreng, sate, dan membuat sambal itu mereka pelajari,” ungkapnya.

Setelah merasakan asam-garam dunia kuliner, Chef Chitra pun ingin menghasilkan sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang menurutnya cenderung belum banyak dilakukan oleh para chef lainnya di Indonesia. Layaknya menantang diri sendiri untuk meningkatkan kapasitas diri di dalam dunia kuliner, Chef Chitra menjawab tantangan itu dengan edible art.

[Baca Juga: Autumn Feast, Acara Demo Masak Seru ala House Kari]

“Saya suka melukis, saya juga suka art, nah beberapa waktu terakhir ini saya menggabungkan keduanya. Ini juga suka ada demand dari orang-orang untuk membuat seni yang bisa dimakan (edible art). Ini ternyata bisa dengan menggabungkan ilmu molecular gastronomy, kita bisa bikin (benda) seni yang bisa dimakan. Beberapa kali saya melakukan dessert table show yang bentuknya seperti lukisan tapi at the end of the show, ini bisa dimakan audiens,” ujarnya.

Ketertarikan Chef Chitra dengan edible art dimulai pada awal tahun 2018 saat ia ingin lukisannya tidak hanya bisa dinikmati secara visual juga. Ia ingin karyanya pun dapat menggoda indra perasa dari orang-orang yang menyaksikannya. Pembuatan setiap satu proyek edible art ini tidaklah mudah. Dengan Chef Chitra yang membutuhkan waktu sekitar tiga minggu sampai satu bulan untuk mempersiapkannya hingga merampungkannya. Namun ia selalu bersemangat di setiap proses pembuatannya karena bagi Chef Chitra, ia berhasil menggabungkan hobi serta profesinya menjadi sesuatu yang dapat dinikmati banyak orang.

Read More

Artikel Lainnya

180 Guru di Depok, Ikuti Workshop Inovasi Pendidikan

Pendidikan

180 Guru di Depok, Ikuti Workshop Inovasi Pendidikan

15 December 2019, 16:00

Workshop Inovasi Pendidikan bertujuan ingin menyamakan persepsi tentang perbedaan karakteristik pembelajaran terhadap peserta didik.

Dulu Kumuh, Sekarang Berubah Jadi Taman Utan Jati

Berita Kawasan

Dulu Kumuh, Sekarang Berubah Jadi Taman Utan Jati

15 December 2019, 15:00

Banyak fasilitas umum gratis disediakan di Taman Utan Jati. Warga setempat bisa menikmatinya kapan pun secara gratis.

Review Knives Out Penampilan Segar Chris Evans Usai Avengers End Game

Berita Kawasan

Review Knives Out: Penampilan Segar Chris Evans Usai Avengers End Game

15 December 2019, 14:00

Bukan hanya jual nama artis-artis besar, film Knives Out juga menghibur dengan plot yang sudah jarang ditemui. Inilah pilihan terbaik film akhir tahun untuk Anda.

Synthesis Kemang Tawarkan Hunian Berkonsep Jawa Modern

Properti dan Solusi

Synthesis Kemang Tawarkan Hunian Berkonsep Jawa Modern

15 December 2019, 13:00

Synthesis Development secara resmi mengadakan acara topping off untuk hunian kelas atas di wilayah Kemang, Jakarta Selatan.


Comments


Please Login to leave a comment.