Cuitan Sumbang Soal Buruknya Penanganan COVID-19 Berujung Sanksi

Berita Kawasan

Cuitan Sumbang Soal Buruknya Penanganan COVID-19 Berujung Sanksi

Virus SARS-CoV-2 kian merebak di tanah air. Hingga Rabu (27/5/2020) kemarin, tercatat sebanyak 23.851 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Ada pun pasien penyintas berjumlah 6.057 orang dan pasien meninggal dunia sebanyak 1.473 jiwa. Jawa Timur tercatat menduduki peringkat kedua setelah DKI Jakarta, sebagai provinsi yang memiliki angka kasus COVID-19 tinggi, sebanyak 4.142 kasus.

Dari semua wilayah dibawah naungan Provinsi Jatim, Kota Surabaya merupakan wilayah yang memiliki angka kasus COVID-19 terbesar se-Jatim. Situs lawancovid-19.surabaya.go.id, melaporkan sebanyak 2.216 warga Kota Pahlawan terkonfirmasi positif COVID-19. Ada pun pasien sembuh sebanyak 194 orang dan pasien meninggal mencapai 200 jiwa.

Di tengah perjuangan Pemerintahan Kota (Pemkot) Surabaya menangani pandemi, muncul cuitan sumbang dari akun twitter @cakasana yang menyebut buruknya penanganan pandemi di Kota Surabaya, khususnya terkait ketersediaan fasilitas penunjang bagi tenaga kesehatan atau nakes. Cuitan itu pun menjadi viral.

Cuitan Sumbang Soal Buruknya Penanganan COVID-19 Berujung Sanksi

Viralnya cuitan tersebut pun memancing reaksi dari Pemkot Surabaya. Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya M Fikser menyerukan kepada pihak-pihak yang merasa tidak puas atau pun memiliki ide, untuk segera menyampaikannya secara langsung jangan melalui media sosial.

Fikser yang mengaku sudah mengantongi identitas pemilik akun twitter @cakasana, pun meminta yang bersangkutan datang ke balai kota untuk duduk bersama mendiskusikan segala hal yang bisa membantu penanganan pandemi. Sebab, kata Fikser, persoalan wabah ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kota, tapi seluruh elemen harus terlibat.

[Baca Juga: 20 RS Rujukan COVID-19 di Surabaya Tak Bisa Lagi Tampung Tambahan Pasien]

"Jadi, kami sangat menyayangkan kalau itu disampaikan di media sosial karena akhirnya akan menimbulkan persepsi atau pemahaman yang keliru di masyarakat. Kasihan yang terlibat di dalam penanganan ini begitu banyak orang, termasuk dari medis, teman-teman beliau juga,” kata dia, dikutip kompas.com, Rabu (27/5/2020) kemarin.

Lebih jauh dia memastikan bahwa selama ini Pemkot Surabaya sudah mendonasikan baju alat pelindung diri (APD) sebanyak 82.651 buah kepada 50 rumah sakit rujukan dan non-rujukan serta Laboratorium Kesehatatn Daerah atau Labkesda. Namun, yang menjadi persoalan apakah APD itu sudah sampai ke tenaga medis yang bertugas, pihaknya tidak bisa mengintervensi sampai sejauh itu.

Cuitan Sumbang Soal Buruknya Penanganan COVID-19 Berujung Sanksi

"Tapi yang pasti, kami memiliki data semua APD yang diterima oleh Pemkot, langsung hari itu juga didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit itu. Bahkan, Bu Wali Kota sendiri yang membaginya rata-rata sesuai kebutuhan dan kami ada bukti terimanya,"tandas dia.

Beredar kabar bahwa pemilik akun @cakasana adalah seorang dokter bernama Aditya yang bertugas di Rumah Sakit Royal Surabaya. Terkait itu, Jubir RS Royal Surabaya Dewa Nyoman Sutanaya menegaskan bahwa pihak rumah sakit telah mengambil sikap atas cuitan tersebut. Dewa juga memastikan bahwa yang bersangkutan merupakan karyawan Rumah Sakit Royal Surabaya yang bekerja di bagian IGD, sebagai Dokter Jaga IGD.

Cuitan Sumbang Soal Buruknya Penanganan COVID-19 Berujung Sanksi

Rumah Sakit Mendapat Bantuan

Sehubungan dengan pernyataan bahwa Rumah Sakit Royal Surabaya tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Surabaya, dipastikan bahwa hal tersebut tidak benar dan menganggap pernyataan tersebut adalah pendapat pribadi yang bersangkutan tanpa didukung data yang valid. "Pihak Rumah Sakit Royal Surabaya tidak bertanggung jawab terhadap apapun yang menjadi pendapat atau pernyataan pribadi karyawan rumah sakit di media sosial maupun media lainnya," kata dia.

Dewa pun memastikan bahwa pihak rumah sakit akan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di rumah sakit, berdasarkan rekomendasi dari Komite Etik dan Hukum Rumah Sakit Royal Surabaya.

20 RS Rujukan COVID-19 di Surabaya Tak Bisa Lagi Tampung Tambahan Pasien

Sementara itu di jagat maya, akun @cakasana telah membuat klarifikasi yang menyatakan bahwa rumah sakit tempat dia bekerja telah mendapat bantuan APD, baik dari Pemkot Surabaya maupun Pemprov Jatim. "Klarifikasi: Baru ngobrol sama orang RS dan saya dapat beberapa info akhirnya. Untuk di RS saya bekerja sendiri, kami dapat bantuan dari semua pihak (Pemkot, pemprov, dan pihak-pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu). Untuk ini saya harus minta maaf. Ada kesalahan," tulis akun tersebut.

Sebelumnya, akun @cakasana menuliskan utas tentang bobroknya penanganan COVID-19 di Surabaya. Pemilik akun mengaku bahwa dirinya adalah seorang dokter yang bekerja di salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 di Surabaya. Dalam cuitannya, dia mengatakan bahwa beberapa informasi tidak bisa dirinya sebutkan sumbernya tetapi menjamin bahwa informasi tersebut valid.

[Baca Juga: 4 Upaya Pemkot Surabaya Menekan Laju Penyebaran COVID-19]

Akun ini juga sempat mencuitkan perihal bantuan dari Pemkot Surabaya. Dalam utasnya dia menuliskan, bahwa nakes kekurangan alat ventilator. Menurutnya, untuk rumah sakit rujukan utama seperti RS Husada saja hanya memiliki satu unit ventilator sedangkan rumah sakit tempat dia bekerja dan rumah sakit lainnya tidak memiliki alat tersebut.

"Oke kita mulai dari awal tentang rumah sakit dulu ya tentang rumah sakit rujukan yang menerima pasien dengan COVID-19 di Surabaya. Adanya total 15 rumah sakit tapi gak semua diciptakan sama. Ada yang punya ventilator ada yang tidak, ada yang ICU-nya siap untuk COVID-19 ada yang tidak. Ada yang kamarnya pakai exhaust ada yang pakai angin jendela. Nah apes-apesnya pasien aja kalau ini, kalau RS yang gak ada ventilatornya, ya kalau perburukan gak ada yang bisa dilakukan," tulis akun twitter @cakasana.


Read More

Artikel Lainnya

Tak Hanya Offline, Kemampuan Public Speaking Juga Dibutuhkan di Dunia Digita l.jpg

Pendidikan

Tak Hanya Offline, Kemampuan Public Speaking Juga Dibutuhkan di Dunia Digital

15 May 2022, 10:38

Di era digital saat ini, SDM di Tanah Air didorong memiliki kemampuan public speaking yang tak hanya bersifat luring tapi juga daring.

Belimbing dan Bayam di Agro Eduwisata Ini Dipanen Wagub Ariza.jpg

Berita Kawasan

Panen Belimbing dan Bayam di Agro Eduwisata

13 May 2022, 16:04

Wagub Ariza baru-baru ini bersama istrinya merasakan langsung bagaimana memanen buah belimbing serta sayur bayam di lahan eduwisata urban farming Jakarta Selatan.

Salvation, Ini Hasil Kolaborasi DJ Asal Belanja Lyfes dan DJ Yasmi n.jpg

Hobi dan Hiburan

Salvation, Ini Hasil Kolaborasi DJ Asal Belanja Lyfes dan DJ Yasmin

13 May 2022, 10:02

Pada hari ini, DJ Lyfes asal negara Belanda meluncurkan hasil kolaborasinya besama produser EDM dalam negeri DJ Yasmin.

Percepat Transformasi Digital di Sekolah Tanah Air, Acer Luncurkan Ajang ASSA 2022.jpg

Pendidikan

Percepat Transformasi Digital di Sekolah Tanah Air, Acer Luncurkan Ajang ASSA 2022

12 May 2022, 19:32

Acer Indonesia telah mempersiapkan hadiah total Rp500 juta dalam ajang penghargaan ASSA 2022 demi mempercepat transformasi digital di sekolah SD hingga SMA/SMK di Tanah Air.


Comments


Please Login to leave a comment.