Cururak, Tradisi Makan Bersama Menyambut Ramadan yang Masih Dijalani Warga Bogor 1.jpg

Berita Kawasan

Cururak, Tradisi Makan Bersama Sambut Ramadan di Bogor

Setiap daerah di Indonesia mempunya tradisinya sendiri dalam menyambut bulan suci Ramadan. Ada yang melakukan ziarah atau nyekar ke makam anggota keluarga, bermaaf-maafan dengan keluarga dan teman, sampai melakukan kegiatan kegamaan.

Berbagai tradisi yang dilakukan setiap daerah biasanya mempunyai nilai filosofi masing-masing, tradisi-tradisi tersebut juga mempunyai sisi unik dan berusaha dipertahankan oleh masyarakatnya. Salah satu tradisi yang yang masih dilakukan oleh sebagian besar warga Bogor menjelang Ramadan ialah tradisi cucurak.

Bagi sebagian masyarakat Pasundan, tradisi cucurak selalu rutin diadakan sebelum memasuki bulan Ramadan. Cucurak sendiri merupakan tradisi makan bersama dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan dengan suka cita. Dari segi bahasa, 'cucurak' merupakan Bahasa Sunda yang memiliki arti bersuka cita atau bersenang-senang. Biasanya cucurak dilakukan bersama keluarga, tetangga, teman sekolah, rekan kerja, dan lainnya untuk mempererat tali silaturahmi.

Cururak, Tradisi Makan Bersama Menyambut Ramadan yang Masih Dijalani Warga Bogor.jpg

Hal yang membuat kegiatan cucurak ini menjadi seru dan menyenangkan ialah menu-menu yang biasanya disajikan merupakan menu-menu sederhana seperti nasi, lauk, sayur, sambal, dan lalapan yang disajikan diatas daun pisang yang lebar memanjang, dan kemudian dinikmati bersama-sama dengan muluk (tanpa sendok) sambil duduk lesehan.

Cururak, Tradisi Makan Bersama Menyambut Ramadan yang Masih Dijalani Warga Bogor 2.jpg

Sebenarnya selain cucurak, Bogor juga ada tradisi unik lain bernama Ngubek Setu. Tradisi ini dilaksanakan dengan partisipasi warga yang berbondong-bondong memanen ikan di setu dalam rangka yang sama, yaitu menyambut datangnya bulan Ramadan. Namun, tradisi Ngubek Setu ini masih kalah populer dengan tradisi cucurak yang hampir sebagian besar warga Bogor masih melaksanakannya.

[Baca Juga: Ziarah Makam di Kota Bogor Masih Sepi Peziarah]

Di Bogor sendiri, terdapat tiga tradisi yang biasa dilakukan warga Bogor sebelum memasuki bulan suci Ramadan, yaitu ziarah, cucurak, dan munggah. Ziarah sendiri berarti bersilaturahmi kepada orang yang telah meninggal. Cucurak merupakan bersilaturahmi kepada yang masih hidup. Sedangkan munggah berarti mempersiapkan makanan menjelang puasa pertama. Ketiga tradisi jelang Ramadan tersebut merupakan suatu ikatan silaturahmi bersama keluarga dan masyarakat yang erat kaitannya dengan aspek sosial dan harus terus dilestarikan.

Cucurak tidak selamanya dianggap sebagai sebuah tradisi, karena bagi beberapa orang cucurak hanyalah sebuah anjuran. Jadi, setiap orang mempunyai hak memilih untuk melaksanakan cucurak atau tidak. Meskipun begitu, tradisi ini mengutamakan nilai untuk tetap menjaga tali silaturahmi dan saling maaf-memaafkan.

Cururak, Tradisi Makan Bersama Menyambut Ramadan yang Masih Dijalani Warga Bogor 3.jpg

Di Kota Bogor, tradisi cucurak biasanya dilakukan pada akhir pekan, dan biasanya tempat favorit warga Bogor yaitu di Kebun Raya Bogor karena suasananya yang sejuk.

Sayangnya, sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia di tahun 2020 yang lalu hingga sekarang, tradisi cucurak tidak bisa bebas dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Pandemi COVID-19 mengharusnya masyarakat untuk melakukan jaga jarak soaisldan menghindari kerumuman. Hal ini dikarenakan, tradisi cucurak biasanya melibatkan banyak orang yang mana kegiatan tersebut bisa berpotensi menimbulkan kerumunan dan berpotensi menyebarkan virus COVID-19.

Tentunya kita berharap semoga pandemi COVID-19 segera berakhir, sehingga tradisi-tardisi yang ada di Indonesia yang melibatkan banyak orang bisa dilaksanakan secara bebas tanpa khawatir terkena virus penyakit.


Read More

Artikel Lainnya

UTBK di ITB Capai 23.705 Orang 3.jpg

Pendidikan

Sebanyak 23.705 Orang Ikuti UTBK di Institut Teknologi Bandung

15 April 2021, 09:00

Pelaksanaan UTBK di ITB terdapat di beberapa lokasi, yakni di Kampus ITB dan di sejumlah sekolah menengah

pusdai3.jpg

Berita Kawasan

Kasus Terkonfirmasi COVID-19 Menurun, Masjid Pusdai Bandung Gelar Salat Tarawih Berjamaah

15 April 2021, 08:30

Kota Bandung menunjukan grafik menurun, sehingga beberapa Masjid besar di Kota Bandung sudah diizinkan untuk melakukan salat tarawih berjamaah.

Vaksinasi UPi 3.jpg

Kesehatan

Universitas Pendidikan Indonesia Lakukan Vaksinasi untuk Ribuan Dosen dan Tenaga Kependidikan

15 April 2021, 08:00

Sebanyak 2.000 Dosen dan Tenaga Kependidikan melakukan vaksinasi di Gymnasium UPI pada 5-7 April kemarin. Vaksinasi kali ini mayoritas diperuntukan bagi dosen dan tenaga pendidikan UPI yang berusia di bawah 60 tahun.

Dekan Psikologi Undip

Pendidikan

Prof. Dian Ratna Sawitri, Sosok di Balik Prodi Terfavorit UNDIP

14 April 2021, 06:30

Prodi paling Favorit yang banyak diminati calon mahasiswa pada SBMPTN tahun 2021 di Universitas Diponegoro adalah Prodi Psikologi. Prodi ini memiliki peminat mencapai 3.538 orang.


Comments


Please Login to leave a comment.