Dampak Lain Pandemi, Angka Kelahiran Diprediksi Meroket di Tahun 2021-3.jpg

Kesehatan

Dampak Lain Pandemi, Angka Kelahiran Diprediksi Meroket pada 2021

Tiga bulan Indonesia dirundung pandemi. Melesunya perekonomian dan terus bertambahnya jumlah korban jiwa adalah dua dampak pandemi yang sedang dirasakan masyarakat. Akan tetapi, masih ada dampak lainnya yang mungkin belum atau luput dari pandangan masyarakat. Apa itu?

Indonesia diperkirakan akan mengalami lonjakan angka kelahiran pada tahun 2021 mendatang. Data terbaru yang dirilis Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebut, dibandingkan tahun 2019 telah telah terjadi penurunan pelayanan keluarga berencana (KB) sebanyak 1.179.467. Angka ini terjadi pada periode Januari hingga April 2020.

Dampak Lain Pandemi, Angka Kelahiran Diprediksi Meroket di Tahun 2021-1 .jpg

Padahal sejatinya, pemerintah sudah berkomitmen untuk mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang melalui program KB. Akan tetapi, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyatakan bahwa selama pandemi terjadi penurunan partisipasi masyarakat yang cukup signifikan. Keberadaan virus berukuran kurang dari 100 nano meter ini, tutur dia, cukup menghambat pelaksanaan program KB.

Pasalnya, selama ini kegiatan KB mengandalkan prosedur pelayanan tatap muka dalam sosialisasi, penyuluhan dan pemberian layanan kontrasepsi. Salah satu penyebabnya, beber Hasto, adanya ketakutan masyarakat untuk mengakses layanan KB, sikap ini pun berdampak juga pada kelangsungan klinik bidan atau dokter, tak sedikit juga yang memilih menutup klinik karena tak punya kelengkapan peralatan pencegah penularan COVID-19.

[Baca Juga: Mengenal Program Kampung KB untuk Kesejahteraan Masyarakat]

Lebih jauh Hasto mengungkapkan, pada Maret 2020 terjadi penurunan penggunaan kontrasepsi sebanyak 35 hingga 47 persen. Hal ini berpotensi berimbas pada kemungkinan meningkatnya jumlah kehamilan tak direncanakan sebesar 15 persen di tahun 2021. Hasto pun menyerukan masyarakat untuk memanfaatkan masa kenormalan baru atau new normal untuk mengakses layanan KB.

“Peningkatan angka kehamilan yang tak direncanakan akan menimbulkan masalah bagi keluarga di tengah situasi ekonomi yang sedang lesu dan ini menjadi tantangan pemerintah dalam mengendalikannya. Setelah meredanya pandemi menjadi momentum BKKBN untuk kembali menggencarkan program KB,” jelasnya dalam webinar (web seminar) bertajuk Urgensi Pelayanan KB pada Masa New Normal, Selasa (9/6/2020) siang.

Dampak Lain Pandemi, Angka Kelahiran Diprediksi Meroket di Tahun 2021-4.jpg

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Emi Nurdjasmi menambahkan, bidan menghadapi tantangan besar dalam memberikan layanan kesehatan reproduksi selama masa pandemi, utamanya terjadinya perubahan kekebalan tubuh pada wanita hamil sehingga rentan terhadap paparan COVID-19. Oleh karena itu, menurutnya, layanan reproduksi oleh bidan harus benar-benar didukung dan memenuhi standar keamanan.

“Sebagai tenaga kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sangat penting untuk memastikan bahwa bidan bisa terus melanjutkan pelayanannya secara aman. Baik itu bagi bidan atau pun pasiennya,” tutur Emi.

[Baca Juga: Begini Cara Akses Layanan KB di Masa Pandemi COVID-19]

Asisten perwakilan Organisasi Kependudukan Perserikatan Bangsa-bangsa (UNFPA) Melania Hidayati mengemukakan lebih jauh mengenai dampak pandemi terhadap kemudahan masyarakat mengakses kontrasepsi. Menurutnya, pandemi punya luar biasa bagi program perencanaan keluarga secara global, dia menaksir, apa bila terjadi pembatasan selama enam bulan, maka sebanyak 47 juta perempuan terancam tak mendapatkan akses layanan kontrasepsi. “Selain itu, jika berlangsung selama enam bulan lamanya dan ditambah dengan adanya gangguan akses kontrasepsi, maka diperkirakan akan ada tambahan tujuh juta angka kehamilan tak direncanakan,” ungkap Meli.

Dampak Lain Pandemi, Angka Kelahiran Diprediksi Meroket di Tahun 2021-2 .jpg

Sementara, Aditya Putra selaku Kepala Perencanaan Strategis DKT Indonesia mengaku amat menyadari dampak yang diberikan oleh pandemi ini. Perwakilan dari produsen kontrasepsi sekaligus penyedia layanan informasi kesehatan reproduksi ini menyebutkan ada empat langkah strategis yang dia tawarkan untuk mengatasi persoalan ini. Diantaranya:

  • Memastikan pasokan alat kontrasepsi mudah dijangkau dan tersedia di berbagai channel
  • Meningkatkan komunikasi kepada tenaga kesehatan melalui berbagai kegiatan webinar yang ditujukan bagi tenaga kesehatan
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan kehamilan di masa pandemi lewat digital platform dan layanan konsultasi KB, Halo DKT, yang dapat diakses secara langsung oleh masyarakat melalui WhatsApp 0811-1-326459 atau Telepon Bebas Pulsa 0800-1-326459
  • Memberikan donasi berupa alat kontrasepsi, produk kesehatan reproduksi dan APD kepada tenaga kesehatan dan masyarakat di Jabodetabek, Jawa Tengah, dan Jawa Barat

“Memastikan keberlangsungan program KB berarti menjamin hak-hak bagi perempuan Indonesia untuk mendapatkan informasi dan layanan terkait kesehatan reproduksi. Selain itu, layanan KB bisa juga berperan melakukan sosialisasi kepada pasangan usia subur dan juga remaja mengenai bagaimana menjaga kesehatan reproduksi di tengah ancaman pandemi dan selama masa new normal,” tandasnya.


Read More

Artikel Lainnya

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesi a.jpg

Hobi dan Hiburan

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesia

20 May 2022, 18:40

Xiaomi Indonesia secara resmi meluncurkan produk entry-level mereka yang terbaru dengan kehadiran Redmi 10A.

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill.jpg

Bisnis

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill

20 May 2022, 16:37

Startup yang berfokus meningkatkan skill para pencari kerja di Tanah Air, My Skill, disebut meraih pendanaan awal dari East Ventures.

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Adakan Diskon Hingga 90 %.jpg

Bisnis

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Diskon Hingga 90%

20 May 2022, 14:36

Bagi Anda yang berniat membelikan mainan untuk buah hati maka bisa memanfaatkan momen Crazy Sale di Toys Kingdom Mall Gandaria City.

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kot a.jpg

Berita Kawasan

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kota

20 May 2022, 11:34

Pemprov DKI Jakarta mengumumkan akan melakukan uji coba penerapan CFD alias Hari Bebas Kendaraan Bermotor di wilayahnya pada akhir pekan ini.


Comments


Please Login to leave a comment.