Dari Hobi Hingga Jadi Profesi, Ini Kisah DJ Sihk

Berita Kawasan

Dari Hobi Hingga Jadi Profesi, Ini Kisah DJ Sihk

Bila Anda bukan penggemar genre musik electronic dance music atau EDM maka nama DJ Sihk terdengar asing. Padahal produser musik asal Jakarta ini namanya sudah semakin dikenal secara internasional, khususnya di Eropa. Pasalnya, ia tergabung dalam label musik Barong Family yang bermarkas di Belanda dan sudah manggung di beragam festival musik dance dunia. Menariknya, perjalanan karier dari DJ Sihk sebenarnya berawal dari hobinya mengutak-atik musik menggunakan perangkat lunak di komputer kantor orangtuanya.

Pria yang bernama asli Ricky itu menjelaskan, awal kariernya di dunia musik berawal ketika ia masih berusia 14 tahun dan saat itu ia sudah mulai tergabung dalam band dengan genre death metal. Tapi kala itu, teman-temannya yang tergabung dalam band bersamanya masih terkesan hanya bermain untuk mengisi waktu luang sedangkan ia sudah mendapatkan inspirasi bahwa ia ingin menggeluti dunia musik secara serius.

Dari Hobi Hingga Jadi Profesi, Ini Kisah DJ Sihk

Cuman gara-gara susah nyari band, ya gue bikin musik di komputer. Dulu gue itu bikinnya itu di genre yang namanya hardcore kayak Angerfist, super kencang aja, lebih cepat dari house music, jadi seperti underground,” ujac DJ Sihk kepada PingPoint.co.id pada acara Erasmus Huis Dance Music di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta Selatan (24/8/2019).

Kemudian setelah itu, ia pun mulai melakukan eksplorasi dengan berbagai genre musik di dunia DJ. Secara otodidak, DJ Shik pun melihat berbagai tutorial di YouTube dan ia mulai mencoba mendengar musik orang lain serta menilai berbagai elemen yang ada. “Jadi gue udah dengerin, ‘Oh kayaknya mereka kick-nya kayak gini, synth-nya kayak gini, gue remake terus ganti-ganti dikit, jadi lagu baru,” ungkapnya.

[Baca Juga: Mengintip Kuliner Khas Belanda, Maatjes Herring]

Aspek yang menarik dalam proses mengotak-atik musik oleh DJ Shik adalah komputer yang ia gunakan dalam menapaki karier awalnya. Saat itu, ia belum mempunyai perangkat laptop dan akhirnya setiap pulang sekolah, DJ Shik kerap mengunjungi kantor orangtuanya untuk meminjak perangkat komputer yang ada di sana. Di komputer itu, ia mengunduh program synthesizer dan mulai mencoba mengolah berbagai musik yang sudah ada untuk menciptakan karyanya sendiri.

Proses mengutak-atik musik ini mulai berbuah manis saat ia pertama kali mendapatkan tawaran untuk memainkan karyanya di acara yang diadakan sekolahnya di salah satu klub di Jakarta. Saat itu DJ Shik yang masih berusia 15 tahun pun mencoba menunjukkan penampilan perdananya dengan memasukkan musiknya ke dalam CD dan diputar di klub tersebut.

[Baca Juga: Mahasiswa IKJ Ikuti Kompetisi Lukisan EDM di Erasmus Huis]

Perjalanan untuk menapaki dunia DJ tidak hanya terhenti di sana bagi Sihk. Mengingat tidak lama setelah penampilan perdananya, ia pindah ke Amerika Serikat dan kembali berkecimpung di dunia musik. “Gue bekerja dari bawah, jadi flyer boy untuk promotor, gue keliling Seattle bawa brosur dan mobil-mobil dibrosurin. Pelan-pelan naik, gue building stage kayak panggung-panggung gue bantu bangun. Akhirnya akhirnya dikasih (kesempatan) DJ,” ujarnya.

Kemudian ia pun kembali ke Indonesia dan pada momen inilah karier DJ-nya semakin melejit setelah ia bertemu dengan Brian imanuel alias Rich Brian. “It’s all luck, tiba-tiba gue ketemu Brian, gue jadi produser Brian,” tuturnya. Sekadar informasi, salah satu hasil karya DJ Shik dengan Rich Brian adalah lagu Dat $tick yang viral dan membuat nama Brian dikenal dunia.

[Baca Juga: Erasmus Huis Kembali Dibuka dengan Semangat Baru]

Usai membuat lagu bersama Rich Brian, DJ Shik pun kembali menjadi produser musik untuk artis yang juga seperti Brian tergabung di 88Rising, yakni Nicole Zefanya alias Niki. Setelah berhasil membuat karya-karya yang bisa ia banggakan di portofolionya, DJ Sihk pun menunjukkan bahwa ia juga mampu menghasilkn musik EDM kepada Yellow Claw yang berujung dengan kontraknya bersama Barong Family.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.