ANCOL_KAWASAN_MENGENAL DAVID JACOBS_ALTET TENIS MEJA PERTAMA YANG MERAIH ME.jpg

Berita Kawasan

David Jacobs, Atlet Tenis Meja Pertama Peraih Emas Asian Para Games 2018

Perhelatan Asian Para Games 2018 sedang berlangsung, Sebanyak lebih dari 3.000 atlet dari masing-masing perwakilan negara akan bersaing memperoleh medali emas. Salah satu cabang olahraga pada Asian Para Games, yang diadakan di Ecovention Ancol ialah tenis meja, berhasil dimenangkan oleh atlet asal Indonesia David Jacobs, yang sekaligus memberikan medali emas ketujuh bagi Indonesia di ajang Asian Para Games 2018.

Kabar kemenangan yang diraih oleh David Jacobs tentu membuat warga Indonesia turut berbahagia. Sebagai seorang atlet nama David Jacobs mungkin masih kalah tenar dengan nama-nama atlet Indoseia lainnya seperti Ivan Dimas atlet sepak bola ataupun, Anthony Ginting atlet bulu tangkis.

Mempunyai nama lengkap Dian David Michael Jacobs merupakan kelahiran Ujung Pandang 44 tahun silam, tepatnya pada 21 Juni 1977. Semasa kecilnya David Jacobs sering bermain tenis meja di dekat kantor orangtua nya yang kebetulan mempunyai meja pingpong, bersama ketiga kakaknya dan teman-teman, atlet yang sudah terkena disabilitas sejak lahir ini mampu bermain tenis meja dengan baik dan mengalahkan semua kakak serta temannya yang bermain dengan dua tangan.

Bakat yang sudah terlihat sejak kecil itu pun membuat orang tuanya terus mendukung David Jacobs, dan saat pindah ke Semarang Jacobs kecil kala itu langsung didaftarkan di sebuah klub profesional pertamanya dan terus berlati dengan giat hingga saat ini. Hingga pada awalnya, pria 44 tahun ini memulai karirnya saat menjadi perwakilan Indonesia, di ajang SEA Games pada tahun 2001 di Singapura. Bersama Yon Mardiono kala itu berhasil memperoleh medali emas pertamanya. Tidak hanya itu saja David Jacobs juga berhasil memenangkan kompetisi tenis meja di Pekan Olahraga Nasional pada tahun 2004, atas keberhasilan tersebut Jacobs menerima posisi penghargaan di Departemen Olahraga Nasional dan menjadi karyawan tetap pada tahun 2008. Satu tahun kemudian Jacobs menjadi pelatih untuk timnas tenis meja Indonesia.

Setelah cukup lama berkiprah di ajang tenis meja umum, Jacobs kemudian berpindah haluan pada tahun 2010 berkiprah ke ajang penyandang khusus tenis meja. Di sana dia kagum atas kegigihan para disabilitas yang rajin dan tekun berlatih tenis meja, bahkan ada pula yang memakai kursi roda saat berlatih. Atas dasar tersebut lah David Jacobs selalu termotivasi untuk bisa giat berlatih dan pantang menyerah untuk terus berprestasi.

Kekurangan yang dimiliki oleh David Jacobs menjadi pembelajaran bagi kita, banyak pesan yang bisa kita ambil dari kisah perjuangan atlet berprestasi ini salah satunya ialah bahwa kekurangan bukan lah suatu hambatan untuk berprestasi asalkan ada kemauan serta kegigihan untuk berlatih maka semua pasti bisa untuk diraih.

Read More


Artikel Lainnya

Warga Kembali Berburu Ikan di Sungai Ciliwung

Berita Kawasan

Warga Kembali Mancing Ikan di Sungai Ciliwung

27 May 2019, 11:00  |  6 Views

Kondisi Sungai Ciliwung yang membaik mebuat ikan kembali hidup berkembang di dalam alirannya. Warga pun bisa merasakan manfaat dengan rekreasi mincing ikan.

Alat Bantu Dengar Widex Evoke Tawarkan Ragam Keunggulan

Kesehatan

Alat Bantu Dengar Widex Evoke Tawarkan Ragam Keunggulan

27 May 2019, 13:00  |  4 Views

Beberapa keunggulan dalam Widex Evoke antara lain memberikan kemampuan kepada pengguna untuk bisa menggunakan machine learning secara real time.

CNAF Kembali Catat Pertumbuhan Positif Laba di 2018

Bisnis

CNAF Kembali Catat Pertumbuhan Positif Laba di 2018

27 May 2019, 09:00  |  10 Views

Dengan raihan pertumbuhan positif, CNAF berhasil mengumpulkan total aset sebesar Rp2.5 miliar dan portofolio pembiayaan tercatat sebesar R2.2 triliun.

Dunia Internasional Apresiasi Pertanian Perkotaan di Jakarta

Berita Kawasan

Dunia Internasional Apresiasi Pertanian Perkotaan di Jakarta

27 May 2019, 15:00  |  6 Views

Atas keberhasilan dan pengalaman DKI Jakarta mengimplementasikan pertanian perkotaan, Pemprov DKI diundang untuk hadir dalam ajang internasional Urban Agriculture World Summit (UAWS) di Tokyo, Jepang.


Comments


Please Login to leave a comment.