Eco PrintOK3.jpg

Kecantikan dan Fashion

Dekranasda Kota Pekalongan Gelar Pelatihan Batik Eco-Print

Tahukah Pointers, ternyata batik tak hanya bisa dibuat dengan teknik tulis atau cap saja, ada salah satu teknik batik lainnya yang dinilai cukup menarik dan memiliki nilai seni tinggi yang kerap disebut dengan teknik batik eco-printing. Tak hanya bernilai seni tinggi, teknik membatik ala eco print ini juga sangat ramah lingkungan karena menggunakan bahan-bahan alami.

Sesuai dengan namanya, eco berasal dari kata ekosistem yang berarti alam dan print yang berarti mencetak. Jadi batik ecoprinting dapat diartikan membuat batik dengan cara memberi pola atau mencetak batik pada bahan kain menggunakan bahan-bahan alami salah satunya adalah dedaunan. Karena memakai bahan alami inilah, batik eco-print di klaim tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

[Baca Juga: 3 Rekomendasi Toko Batik di Bandung, Beragam Corak dan Warna]

Beberapa waktu lalu, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kota Pekalongan bekerjasama dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) setempat menggelar pelatihan batik eco-print yang bertempat di Museum Batik Kota Pekalongan pada (27/12/2021) lalu. Pelatihan ini memang bertujuan untuk mengurangi limbah batik yang selama ini dihasilkan oleh batik cap maupun tulis. Acara ini juga bertujuan untuk mengembangkan jenis usaha para pelaku UMKM yang telah ada serta pelaku UMKM pemula.

Eco PrintOK3.jpg

Dalam kegiatan tersebut, total peserta yang datang sebanyak 30 orang yang terdiri dari 20 pelaku UMKM yang telah lebih dahulu memiliki usaha dan 10 orang lainnya adalah pemula yang merupakan anggota TP PKK se-Kota Pekalongan terpilih. Adapun narasumber yang dihadirkan adalah seorang praktisi Eco Print kota Pekalongan, Yuliariza dari Kraka Eco-Print.

"Kita undang narasumber seorang praktisi Eco-Print di Pekalongan, sementara ini masih terbatas untuk praktisi atau para pelaku usaha ini. Sehingga, kita mengundang beliau untuk menjadi narasumber agar bisa memberikan ilmunya kepada semua teman-teman UKM maupun para pemula di Kota Pekalongan ini," ujar Junaenah selaku Kepala bidang perdagangan Dindagkop-UKM.

[Baca Juga: Indahnya Tenun Batak dan Batik Melayu Karya Tin Reihani]

Inggit Soraya selaku Ketua Dekranasda Kota Pekalongan mengatakan jika batik eco-print merupakan pengembangan craft di kota Pekalongan karena dinilai menghasilkan warna yang sangat indah. Batik ini juga memiliki potensi yang cukup menjanjikan karena bahannya mudah didapat yaitu berupa daun, bunga dan tanaman lainnya serta memiliki keunggulan ramah lingkungan. Keunggulan inilah yang tidak dimiliki oleh batik cap dan tulis yang menggunakan lilin pada proses pembuatannya.

Eco PrintOK2.jpg


"Batik Eco-Print berbeda dengan batik cap atau batik tulis, karena kalau batik cap atau tulis menggunakan lilin atau malam dalam proses pembuatannya. Sedangkan ini, pewarnaannya murni dari warna alam, dari daun, bunga atau tanaman, kemudian ditata di kain, digulung dan dikukus setelah itu mengeluarkan motif atau warna yang sangat cantik," ujar Inggit.

[Baca Juga: Museum Batik Pekalongan, Wisata Edukasi Menyimpan Koleksi Batik]


Inggit sendiri mendapatkan pengalaman pelatihan eco-print bersama dengan para istri kepala daerah di Bogor. Kemudian pengalaman eco-print yang diterimanya ia share di media sosial hingga membuat banyak warga Pekalongan yang tertarik dan menanyakan tentang eco-print. "Sehingga, hari ini saya ingin, mencoba menggenalkan batik eco-print kepada masyarakat Kota Pekalongan. Alhamdulillah, hari ini bisa terealisasi pelatihan eco-print kerjasama dengan Dindagkop-UKM," ujarnya.

Dengan adanya pelatihan ini, ia berharap para peserta yang ikut dalam pelatihan nantinya dapat mengembangkan dan membagi ilmunya kepada keluarga dan masyarakat. "Semoga para peserta tidak hanya sampai sini saja, tetapi benar ditekuni untuk usaha. Jadi, UKM yang sudah berjalan mungkin bisa untuk pengembangan usahanya dan untuk pemula semoga bisa menjadi ide usaha yang baru," jelasnya dalam rilis tertulis yang diterima PingPoint.co.id (27/12/21).


Read More

Artikel Lainnya

Jelang Imlek 2022, Ini Curhatan Pengrajin Barongsai di Tengah Pandemi.jpg

Bisnis

Jelang Imlek 2022, Ini Curhatan Pengrajin Barongsai di Tengah Pandemi

18 January 2022, 16:06

Walau menjelang perayaan Imlek 2022, pengrajin barongsai di Kota Tangerang mengaku kesulitan menjual produknya akibat pandemi COVID-19.

Gaungkan Budaya Literasi, SMPN 6 Yogyakarta Dirikan Tugu .jpg

Pendidikan

Gaungkan Budaya Literasi, SMPN 6 Yogyakarta Dirikan Tugu

18 January 2022, 15:01

SMPN 6 Yogyakarta menghadirkan tugu khusus dengan tujuan menggaungkan budaya literasi di sekolahnya.

Pemprov DKI Jakarta Siap Gelar Tantangan Baca Jakarta 4 Kali Setahun.jpg

Pendidikan

Pemprov DKI Jakarta Siap Gelar Tantangan Baca Jakarta 4 Kali Setahun

18 January 2022, 14:02

Dengan tujuan semakin mendorong geliat minat baca di Ibu Kota, program tantangan Baca Jakarta di tahun 2022 ini siap digelar lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Bahas Kampus Merdeka, Mendikbudristek Temui Mahasiswa Unpad.jpg

Pendidikan

Bahas Kampus Merdeka, Mendikbudristek Temui Mahasiswa Unpad

18 January 2022, 13:03

Mendikbudristek Nadiem pada pekan ini berkunjung ke Unpad untuk membahas mengenai penerapan program MBKM di universitas negeri tersebut.


Comments


Please Login to leave a comment.