Ketahui Protokol Isolasi Diri Sendiri  dalam Penanganan COVID-19

Bisnis

Denda Hingga 5 Milyar Bagi Pengekspor Masker dan Antiseptik

Kelangkaan masker dan antiseptik menjadi masalah di tengah maraknya kasus Virus Corona di tanah air. Di beberapa pusat perbelanjaan maupun apotek, kedua barang tersebut menjadi barang yang paling diburu masyarakat. Alhasil, harga barang-barang tersebut pun naik berkali-kali lipat dari harga normal, terutama masker.

Untuk menyikapi hal tersebut, pemerintah Indonesia lewat Kementerian Perdagangan (Kemendag) sementara waktu melarang adanya ekspor masker dan antiseptik. Aturan tersebut bahkan tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 23 Tahun 2020 tentang Larangan Sementara Ekspor Antiseptik, Bahan Baku Masker, Alat Pelindung Diri, dan Masker, yang berlaku mulai hari 18 Maret 2020 hingga 30 Juni 2020.

[Baca Juga: Kominfo Siapkan Chatbot untuk Basmi Hoax Soal COVID-19]

Nantinya, bagi eksportir yang ketahuan melanggar ketentuan tersebut akan dikenakan sanksi denda sesuai dengan yang tertuang dalam Pasal 3 dalam Permendag tersebut. Adapun dalam pasal tersebut menyebutkan bahwa eksportir yang melanggar ketentuan dikenai sanksi seusai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jika merujuk pada UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, tertulis pada Pasal 112 ayat (1) bahwa eksportir yang mengekspor barang yang ditetapkan sebagai barang yang dilarang untuk diekspor dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp5 miliar.

Pemkab Bekasi Sediakan Layanan Informasi COVID-19

Sementara itu, untuk jenis antiseptik yang dilarang ekspornya hingga 30 Juni 2020 terdiri atas antiseptik hand rub, hand sanitizer dan sejenisnya yang berbasis alkohol dan juga yang mengandung campuran asam ter batu bara dan alkali baik itu yang ada di dalam kemasan maupun yang tidak dalam kemasan aerosol.

Kemudian untuk bahan baku masker yang dilarang meliputi kain bukan tenunan jenis meltblown nonwoven terbuat dari filamen buatan dengan berat tidak lebih dari 25 g/m2. Sementara. untuk alat pelindung diri, ekspor barang yang dilarang meliputi pakaian pelindung medis dan pakaian bedah. Sementara, ekspor masker yang dilarang meliputi masker bedah dan masker lainnya dari bahan nonwoven, selain masker bedah.

[Baca Juga: Ini 3 Rekomendasi MUI di Tengah Wabah COVID-19]

Aturan ini sendiri dikeluarkan karena tingginya permintaan masker, antiseptik, dan alat pelindung diri di tengah penyebaran wabah COVID-19 yang sempat membuat produk-produk ini langka di pasar atau dijual dengan harga yang sangat tinggi.


Read More

Artikel Lainnya

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesi a.jpg

Hobi dan Hiburan

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesia

20 May 2022, 18:40

Xiaomi Indonesia secara resmi meluncurkan produk entry-level mereka yang terbaru dengan kehadiran Redmi 10A.

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill.jpg

Bisnis

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill

20 May 2022, 16:37

Startup yang berfokus meningkatkan skill para pencari kerja di Tanah Air, My Skill, disebut meraih pendanaan awal dari East Ventures.

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Adakan Diskon Hingga 90 %.jpg

Bisnis

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Diskon Hingga 90%

20 May 2022, 14:36

Bagi Anda yang berniat membelikan mainan untuk buah hati maka bisa memanfaatkan momen Crazy Sale di Toys Kingdom Mall Gandaria City.

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kot a.jpg

Berita Kawasan

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kota

20 May 2022, 11:34

Pemprov DKI Jakarta mengumumkan akan melakukan uji coba penerapan CFD alias Hari Bebas Kendaraan Bermotor di wilayahnya pada akhir pekan ini.


Comments


Please Login to leave a comment.