Denda Rp12 Milyar Menanti Bagi Pemalsu SIKM

Berita Kawasan

Denda Rp12 Milyar Menanti Bagi Pemalsu SIKM

SIKM atau Surat Izin Keluar Masuk wilayah DKI Jakarta menjadi barang penting di tengah pandemi COVID-19 yang melanda tanah air belakangan ini. Sebab, SIKM wajib dimiliki masyarakat baik yang ingin keluar maupun masuk ke wilayah DKI Jakarta.

Adapun ketentuan SIKM telah tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 47 tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar dan/Atau Masuk Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19.

[Baca Juga: Permprov Wajibkan Surat Izin Keluar-Masuk Khusus Wilayah DKI]

Untuk mendapatkannya pun tidak mudah. Sebab hanya orang tertentu saja yang bisa mendapatkan SIKM seperti para pekerja yang tinggal di luar Jabodetabek namun bekerja di Jakarta. Kemudian para pekerja yang tinggal di luar Jabodetabek dan harus melakukan perjalanan dinas ke Jakarta serta terakhir adalah bagi warga dengan kebutuhan mendesak.

Masyarakat yang ingin mengajukan SIKM pun harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain mengumpulkan data diri, surat keterangan bekerja, surat tugas, serta surat jaminan kesehatan terbebas dari segala penyakit yang diketahui oleh keluarga, perusahaan dan Ketua RT setempat.

Senator Kebon Sirih Minta Perketat Mobilitas Keluar-Masuk Ibu Kota

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSPT) DKI Jakarta Benni Aguscandra mengatakan, SIKM ini sangat sulit untuk dipalsukan. Sebab dalam prosesnya, surat akan berbentuk QR Code dalam file format PDF.

[Baca Juga: 2.898 Kendaraan Keluar-Masuk Jakarta Dipaksa Putar Balik]

Bagi masyarakat yang yang nekat memalsukan SIKM ini kata Benni, maka akan dijerat dengan pasal tindak pidana dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Berdasarkan situs resmi corona.jakarta.go.id, warga yang memalsukan SIKM dapat dijerat Pasal 263 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun penjara. Mereka juga dapat dijerat Pasal 35 dan Pasal 51 Ayat 1 UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp 12 miliar.

"Kami ingatkan soal pemalsuan ada UU ITE ancaman 12 tahun, nggak main-main sanksinya apalagi kalau kami cek ketahuan. Makanya kita nyatakan jangan lakukan pemalsuan data dan lain-lain," ujar Benni dalam keterangan tertulis yang diterima PingPoint.co.id (29/5/2020).

Sampai saat ini kata Benni, total ada sebanyak 6.347 masyarakat yang telah mengajukan permohonan SIKM. Dari jumlah tersebut, hanya 1.214 permohonan dinyatakan lolos dan mendapatkan SIKM sementara sisanya ditolak.


Read More

Artikel Lainnya

Terus Dorong Geliat Pariwisata Ibu Kota, Jakarnaval Digelar di Sirkuit E-Prix Jakarta.jpg

Berita Kawasan

Terus Dorong Geliat Pariwisata Ibu Kota, Jakarnaval Digelar di Sirkuit E-Prix Jakarta

12 August 2022, 16:43

Pada 14 Agustus 2022, Sirkuit Internasional E-Prix Jakarta akan menjadi lokasi acara puncak karnaval bernama Jakarnaval yang digelar untuk geliatkan wisata di Ibu Kota.

Dinkes Kota Tangerang Edukasi Warganya Terkait Obat Kadaluars a.jpg

Kesehatan

Dinkes Kota Tangerang Edukasi Warganya Terkait Obat Kadaluarsa

12 August 2022, 14:41

Setelah ramainya kabar mengenai balita di wilayahnya yang diberikan obat kadaluarsa, Dinkes Kota Tangerang berikan edukasi publik

KFC Hadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di Gerai Jakarta Barat Ini.jpg

Bisnis

KFC Hadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di Gerai Jakarta Barat Ini

12 August 2022, 10:30

Pada pekan ini, berkat kolaborasi PT Fast Food Indonesia dan PT Agra Surya Energi, KFC Indonesia meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di salah satu gerainya.

Jelang HUT RI ke-77, Ini Gedung Saksi Sejarah Perobekan Bendera Belanda di Bandun g.jpg

Properti dan Solusi

Jelang HUT RI ke-77, Ini Gedung Saksi Sejarah Perobekan Bendera Belanda di Bandung

11 August 2022, 17:17

Jika Anda berencana wisata sejarah di Kota Bandung jelang HUT RI ke-77 maka gedung yang berada di area Jalan Braga ini menjadi salah satu objek yang bisa Anda kunjungi.


Comments


Please Login to leave a comment.