Masyarakat Pendidikan Anti Korupsi, Gerakan Kurangi Korupsi di Dunia Pendidikan

Pendidikan

Depok Dukung Gerakan Masyarakat Pendidikan Anti Korupsi

Masyarakat Pendidikan Anti Korupsi (MPAK) merupakan program bentukan yang didukung Wali Kota Depok Mohammad Idris. Gerakan ini dinilai mampu meminimalkan terjadi kasus korupsi di lingkungan pendidikan.

Mohammad Idris mengundang kepala sekolah yang ada di Kota Depok untuk menyamakan persepsi mengenai korupsi di Balai Kota Depok pada 4 Desember 2019 lalu. “Undangan ini bukan berarti kami menganggap atau menuduh sekolah rawan korupsi, namun untuk sama sama menumbuhkan semangat, membudayakan guru dan anak didik yang ada di bawah kendali kepala sekolah untuk mengatakan tidak pada korupsi dalam bentuk apapun,” ujarnya.

Saat membuka acara sosialisasi Pendidikan Antikorupsi berdasarkan lansiran dari depok.go.id (5/12/2019), korupsi terjadi tidak hanya karena adanya keinginan dari diri. Tapi terkadang, ada pula kesempatan yang memungkinkan seseorang tergoda untuk melakukan tindak korupsi.

[Baca Juga: Mulai 2019, Pendidikan Antikorupsi Ada di Sekolah]

Ia pun menambahkan salah satu implementasi dari program MPAK adalah memasukkan edukasi antikorupsi ke kurikulum sekolah, dengan demikian diharapkan MPAK bisa menjadi program rutin yang bisa membangun budaya antikorupsi di sekolah dan mulai dari sekolah. Mohammad Idris berharap, upayanya menjalankan program ini memiliki dampak positif terhadap pembangunan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Selain itu, di saat yang sama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok juga memberikan apresiasi atas pembekalan aparatur, khususnya pimpinan Perangkat Daerah (PD) terkait pencegahan korupsi. Kegiatan ini dinilai bagus, karena dengan bertambahnya wawasan bisa mencegah aparatur terkena permasalahan hukum.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan tidak ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersandung permasalahan hukum saat penyelenggaraan program, khususnya terkait kebijakan yang menjadi ranah pimpinan dinas.

[Baca Juga: Pemkot Bekasi Masuk 20 Besar Pencegahan Korupsi di Indonesia]

Kepala Disdik Depok Mohammad Thamrin menyebutkan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk menutup potensi terjadinya korupsi atau pungutan liar. Salah satunya dengan menerapkan transaksi non-tunai atau ditransfer melalui rekening bank.“Seperti gaji guru honorer dan sertifikasi, kita transfer. Baik melalui bendahara sekolah atau langsung pada yang bersangkutan, sehingga tidak ada potongan dari pihak yang tidak bertanggungjawab,” kata Thamrin.

Bukan hanya itu, Thamrin juga menyinggung perihal pembayaran lainnya yang menjadi beban peserta didik, seperti halnya seragam sekolah. Menurutnya, biaya pembelian seragam hanya yang wajib dan harganya terjangkau atau tidak memberatkan. Dirinya menyebutkan, pihaknya melakukan pemantauan kepada seluruh sekolah mengenai harga seragam.

Thamrin juga menjelaskan, diperlukan pengawasan terhadap pengelola keuangan di sekolah dalam hal ini bendahara dan kepala sekolah agar mencegah terjadinya korupsi. Mereka diberikan bimbingan teknis (bimtek) secara berkala.

Read More

Artikel Lainnya

Sebelum di Haramkan, Ini 5 Dampak Positif Dari Netflix

Bisnis

Sebelum Diharamkan, Ini 5 Dampak Positif Dari Netflix!

27 January 2020, 18:00

Ada isu yang beredar kalau Netflix akan mendapat fatwa haram dari MUI. Sebelum itu terjadi, mari fokus pada dampak positif dari platform streaming film ini.

Melalui Afganfund.com, Afgan Ajak Penggemarnya Ulurkan Tangan

Berita Kawasan

Melalui Afganfund.com, Afgan Ajak Penggemarnya Ulurkan Tangan

27 January 2020, 17:00

Selain melalui konser amal, gerakan sosial Afgan juga digelar melalui laman afganfund.com. Anda yang ingin membantu pendidikan anak-anak Indonesia bisa mengunjungi laman tersebut.

Film 1917 Diprediksi Berjaya di Ajang Oscar 2020

Berita Kawasan

Film 1917 Diprediksi Berjaya di Ajang Oscar 2020

27 January 2020, 16:00

Penonton dibuat kagum dengan teknik one take one shoot yang dilakukan sutradara Sam Mendes membuat film 1917 menjadi calon kuat peraih gelar Film Terbaik Oscar 2020.

Hati-hati Coronavirus Kenali dan Cegah Penyakitnya

Kesehatan

Dinkes DKI Buka Layanan Telepon Terkait Virus Corona

27 January 2020, 15:00

Total ada sebanyak 13 negara yang konfirmasi warganya telah teridentifikasi virus Corona. Untuk mencegahnya, Dinkes DKI buka layanan telepon untuk warganya.


Comments


Please Login to leave a comment.