Desa Wisata Indonesia.jpg

Bisnis

Desa Wisata, Bagaimana Kesiapan Wisatawan Maupun Pengelola?

Desa wisata menarik perhatian wisatawan Indonesia. Terutama di masa pandemi COVID-19. Situasi ini mendorong Atourin, perusahaan teknologi di sektor pariwisata, guna melakukan survei tentang kesiapan baik wisatawan maupun pengelola desa wisata dalam menerima kunjungan.

Mereka yang berpartisipasi dalam survei ini yakni 255 wisatawan dan 121 perwakilan desa wisata dari seluruh Indonesia. Dua kelompok responden ini mampu memberikan gambaran mengenai ekspektasi wisatawan dan desa wisata dalam pelaksanaan kegiatan wisata setelah program vaksinasi berjalan.

Dari survei ini disebutkan bahwa 65,8 persen wisatawan sudah memiliki pengalaman berkunjung ke desa wisata. Sementara 83,9 persen di antaranya sudah mendapatkan vaksin.

Sedangkan hampir seluruh desa wisata yang berpartisipasi sudah menjalankan program vaksinasi, yakni 92,9 persen. Demikian laporan Atourin yang diluncurkan di Jakarta baru-baru ini.

Kunjungan Wisata

Minat masyarakat untuk berwisata masih cukup tinggi. Sebagian besar wisatawan telah menyiapkan rencana liburan mereka dengan berbagai tingkat kesiapan yang berbeda. Yakni sebesar 84,7 persen.

Sedangkan program vaksinasi membuat 21,6 persen calon wisatawan merasa nyaman berwisata.

Meski demikian kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi pertimbangan terbesar bagi wisatawan untuk pergi berlibur (51,4 persen). Hal ini terlihat pada preferensi wisatawan (77,1 persen) untuk hanya melakukan liburan di destinasi wisata yang dekat atau paling tidak di pulau yang sama. Hal ini kemungkinan besar disebabkan pembatasan mobilitas di masa PPKM.

Sekitar 92,5 persen mempertimbangkan level PPKM desa wisata sebelum memutuskan untuk berkunjung.

Persiapan Desa Wisata

Desa wisata saat masa pandemi mengembangkan performa desa wisata. Misalnya dengan melakukan penataan kawasan (69 persen), merancang program-program baru (64,3 persen), hingga mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam melayani wisatawan (64,3 persen).

Mereka pun mengadopsi berbagai jalur pemasaran yang baru untuk menarik minat wisatawan di masa pandemi. Antara lain dengan meningkatkan promosi melalui media sosial (86,5 persen), mengadakan kegiatan yang berbasis kekhasan daerah (57,9 persen), dan memungkinkan pemesanan berbasis teknologi (35,7 persen).

Dampak Program Vaksinasi

Sebesar 82 persen mengaku bahwa informasi mengenai kondisi program vaksinasi di desa wisata dapat mempengaruhi keputusan mereka untuk berkunjung ke desa wisata.

Wisatawan mengharapkan desa wisata sudah memvaksinasi sebagian besar atau seluruh warganya sebelum memulai kegiatan wisata di sana. Hal ini selaras dengan kondisi vaksinasi di desa wisata.

Dari seluruh responden, hanya satu desa yang belum melaksanakan program vaksinasi. Sedangkan 68,5 persen desa wisata telah berhasil memvaksin sebagian besar warganya.

Informasi ini seharusnya mampu meyakinkan wisatawan untuk melaksanakan rencana kunjungan mereka ke desa wisata.

Pengaruh Label Sertifikasi CHSE

Sertifikasi CHSE (Certification on Health and Safety Environment) merupakan upaya pemerintah untuk mendorong penerapan protokol kesehatan bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Sertifikasi ini juga mendukung pelaksanaan aktivitas wisata.

Sebagian besar wisatawan, yakni 79,2 persen, menjadikan CHSE sebagai bagian dari pertimbangan mereka untuk memilih desa wisata.

Hampir seluruh desa wisata, 90,6 persen, sudah menerapkan protokol kesehatan di seluruh kegiatan wisata di desa mereka. Namun baru 60,6 persen desa wisata yang sudah mengikuti sertifikasi CHSE.

Jumlah sertifikasi bagi desa wisata perlu terus ditingkatkan untuk dapat menyediakan rasa aman dan kepastian bagi wisatawan yang berkunjung.

Kesesuaian Lain antara Ekspektasi Wisatawan dengan Kondisi Desa Wisata

Baik wisatawan dan desa wisata sepakat perlunya pelbagai tindakan untuk menurunkan potensi penyebaran virus corona ketika berwisata.

Persyaratan sertifikat vaksin disetujui oleh wisatawan (93,7 persen) dan desa wisata (67,7 persen).

Sebagian besar wisatawan (74,9 persen) dan desa wisata (50,4 persen) pun setuju dengan pemberlakuan tes PCR/antigen sebelum kegiatan wisata dilakukan.

Desa Wisata.jpg

Keduanya juga memiliki preferensi lebih terhadap pelaksanaan wisata dengan kelompok-kelompok kecil, yakni 2 hingga 6 orang.

Bukan rombongan besar berisi belasan dan puluhan orang yang sebelumnya sering mengunjungi desa wisata.

Melihat pelbagai kesesuaian antara ekspektasi wisatawan terhadap desa wisata dan kondisi perkembangan desa wisata saat ini dapat disimpulkan bahwa desa wisata telah melakukan hal-hal yang tepat untuk menyambut kedatangan wisatawan.

Wisatawan dan desa wisata sama-sama menyadari, memahami, dan mengerjakan bentuk-bentuk kegiatan wisata yang harus berubah untuk mengakomodasi kondisi pandemi saat ini.


Read More

Artikel Lainnya

Kenali PCOS, Pakar UNABPA Hingga Obesitas Bisa Jadi Pemicuny a.jpg

Kesehatan

Kenali PCOS, Pakar UNAIR: BPA Hingga Obesitas Bisa Jadi Pemicunya

31 January 2023, 16:40

Berdasarkan keterangan Pakar UNAIR, terdapat sejumlah pemicu kaum hawa terkena PCOS dengan di antaranya adalah paparan bahan kimia BPA sampai obesitas.

Walau Banyak Bisnis Penyewaan Buku Punah, Pitimoss Fun Library Mampu Tetap Eksis.jpg

Pendidikan

Walau Banyak Bisnis Penyewaan Buku Punah, Pitimoss Fun Library Mampu Tetap Eksis

31 January 2023, 12:38

Di tengah hantaman digitalisasi yang membuat akses membaca buku novel serta komik mudah, Pitimoss Fun Library tetap mampu bertahan hingga hampir 20 tahun terakhir.

Wow, Bank Sampah di Kota Tangerang Ini Hasilkan Produk Lilin Aromat erapi.jpg

Bisnis

Wow, Bank Sampah di Kota Tangerang Ini Hasilkan Produk Lilin Aromaterapi

30 January 2023, 15:01

Bank sampah ternyata tak hanya bisa mendapatkan cuan dari pemilahan sampah semata, karena bank sampah satu ini menunjukan bahwa mereka juga mampu membuat produk yang bernilai ekonomi.

Perayaan Imlek 2023 di Taman Banteng, Pj Gubernur DKI Jakarta Dampingi Jokowi.jpg

Berita Kawasan

Perayaan Imlek 2023 di Taman Banteng, Pj Gubernur DKI Jakarta Dampingi Jokowi

30 January 2023, 12:58

Pada akhir pekan kemarin, Presiden Jokowi terlihat hadir bersama Pj Gubernur DKI Jakarta dalam momen perayaan Imlek Nasional yang digelar di Taman Banteng


Comments


Please Login to leave a comment.