ads
DI BALIK KESUKSESAN DAN POPULARITAS WARTEG WARMO

Bisnis

Di Balik Kesuksesan dan Popularitas Warteg Warmo

Bagi warga Jakarta Selatan dan sekitarnya, pasti sudah tidak asing lagi bila mendengar nama Warteg Warmo. Itu wajar mengingat warung makan yang ada di Jalan Tebet Raya No. 1D, atau tepatnya di persimpangan Tebet Raya dan Tebet Timur ini sudah ada sejak tahun 1970. Tetapi sejatinya, apa yang membuat warteg ini begitu populer dan bisnisnya bisa bertahan hingga puluhan tahun? Untuk mengetahui hal tersebut, baiknya kita lihat perkembangan Warteg Warmo dari pertama buka sampai sekarang.

Warteg Warmo didirikan oleh kakak beradik asal Sidakaton, Tegal, yaitu H. Dasir dan H. Tumuh. Akan tetapi, pada awal kehadirannya, warteg tersebut tidak berlokasi di Tebet. Hal tersebut diungkapkan Reza Hanafi selaku pengelola warteg yang juga anak dari H. Dasir. “Sebenarnya sebelum tahun 1970 sudah ada, namun lokasinya belum di Tebet, melainkan di Roxy dan Jatinegara,” kata Reza seperti dikutip dari food.detik.com.

Setelah tahun 1970, warteg pindah ke Tebet. Nama Warmo pun hadir karena diambil dari salah satu nama karyawan warteg yang cukup populer sehingga dikenal para pelanggan saat itu. Terlebih, warung makan ini juga berada di pojokan, sehingga Warmo kerap dijadikan sebagai akronim dari Warung Mojok. Nah, sejak saat itulah, bisnis warung makan yang dijalankan mulai berkembang.

Masakan yang Selalu Hangat

Kendati sempat pindah-pindah tempat, namun warteg ini mempertahankan identitas yang dimilikinya, yakni selalu menyajikan makanan hangat. Reza pun menilai kalau hal tersebut jadi faktor utama yang membuat Warteg Warmo bertahan sampai sekarang. "Pegawai masak ada dua orang. Yang pertama masak dari jam 05.00-16.00, yang kedua dari jam 19.00-02.00," kata Reza menjelaskan soal makanan yang selalu hangat.

Buka 24 Jam

Jika dilihat dari waktu memasaknya, jelas kalau Warteg Warmo nyaris tidak pernah berhenti beraktivitas. Hal tersebut memang demikian karena warung makan itu buka 24 jam alias tidak pernah tutup. Ini pun menjadi faktor lain yang membuat Warteg Warmo selalu memiliki banyak pelanggan. Warteg tersebut dianggap mampu memenuhi kebutuhan makan pelanggannya tanpa batasan waktu. Terlebih, Tebet sendiri dikenal sebagai wilayah yang kesibukan dan aktivitasnya tidak mengenal waktu.

Waktu buka yang 24 jam juga kerap membuat Warteg Warmo jadi pilihan utama warga saat bulan puasa. Mereka yang tidak memasak untuk santap sahur, lebih memilih membeli atau bahkan makan langsung di warteg tersebut. Hal ini ditunjang oleh banyaknya pilihan menu yang ada di Warteg Warmo. Nah, bicara soal pilihan menu, setiap harinya Warteg Warmo menyuguhkan 40 sayuran dan lauk di etalase kacanya. Keempat puluhan menu itu terdiri dari olahan ayam, daging dan kulit sapi, cumi, udang, ikan, paru, ikan asin, tumisan, telur, hingga aneka gorengan.

Menu-menu Lezat

Soal kelezatan setiap menu yang ditawarkan Warteg Warmo, tentu itu sudah tidak perlu diragukan lagi. Sebab berkat masakan-masakan lezat itulah, warung makan tersebut punya banyak pelanggan dan bertahan hingga hampir setengah abad. Vice.com bahkan menulis, rasa makanan di warteg ini tidak kalah dengan restoran di kawasan elit seperti Menteng. Harganya pun jauh lebih murah dibanding restoran yang dimaksud, tapi tidak jauh berbeda dengan warteg pada umumnya.

Peran Tokoh Nasional

Selain makanan hangat dan lezat, serta waktu buka yang 24 jam, ternyata ada hal lain yang membuat Warteg Warmo begitu populer dan terus jadi pilihan masyarakat. Hal yang dimaksud adalah peran para tokoh nasional. Sebut saja seperti Rhoma Irama, Wiranto, Dahlan Iskan, hingga Presiden Joko Widodo, semuanya pernah makan di warteg berjendela kayu yang ditutupi kawat besi tersebut. foto-foto kunjungan para tokoh itu juga terpampang di dinding warteg.

Kehadiran para tokoh ini semakin menegaskan kalau Warteg Warmo memiliki makanan-makanan yang lezat, sehingga banyak warga datang ke sana. Kondisi tersebut juga tentunya membuat bisnis Warteg Warmo kian moncer, dan itu terbukti dengan masih eksisnya warteg tersebut sampai sekarang.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Kampus PUPR Jadi Contoh Greenship Neighborhood.jpg

Properti dan Solusi

Kampus PUPR Jadi Contoh Greenship Neighborhood

T3 24 February 2019, 10:00 a.m.  |  2 Views

Kampus PUPR yang dikembangkan Kementerian PUPR sebagai percontohan Greenship Neighborhood.

Buruknya Infrastruktur Pendidikan di Bekasi.jpg

Pendidikan

Tahun 2019 Jadi Prioritas Infrastruktur Pendidikan di Bekasi

T3 24 February 2019, 09:00 a.m.  |  2 Views

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di setiap daerah, termasuk Jawa Barat pembanguan infrastruktur seharusnya jadi perhatian penting bagi pemerintah setempat.

Vaksin Rabies Gratis di Stan Dinas KPKP Jakarta.jpg

Berita Kawasan

Vaksin Rabies Gratis di Stan KPKP Jakarta Indonesia Pet Show 2019

T3 23 February 2019, 09:00 a.m.  |  5 Views

Dinas KPKP Jakarta memberikan layanan vaksi gratis untuk pengunjung yang membawa hewan peliharaan mereka ke JIPS 2019.

Kampung Batik Siap Tampil di Festival Budaya Musim Semi Belanda.jpg

Kecantikan dan Fashion

Kampung Batik Siap Tampil di Festival Budaya Musim Semi Belanda

T3 23 February 2019, 10:00 a.m.  |  4 Views

Belanda merupakan negara pertama yang akan diperkenalkan batik buatan warga di wilayah paling timur Kota Tangerang ini.


Comments

Please Login to leave a comment.

ads