Brinda JatengOK3.jpg

Berita Kawasan

Dianggap Penting, Gubernur Minta Jawa Tengah Jadi Pioner BRINDA

Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 33 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang diteken oleh Presiden Joko Widodo pada 28 April 2021 lalu, orang nomor satu di Indonesia tersebut mengatakan jika Pemerintah daerah (Pemda) diberi kewenangan membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRINDA). Bunyi ketentuan itu tertuang dalam Pasal 2 Ayat (2) Perpres 33/2021.

BRINDA sendiri merupakan perangkat daerah yang menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi yang terintegrasi di daerah. BRINDA dibentuk oleh pemda tingkat provinsi dan kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Pelaksaan tugas serta fungsi BRINDA nantinya akan dimonitoring dan dievaluasi oleh BRIN.

Brinda JatengOK.jpg

Untuk diketahui BRIN atau Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab kepada presiden dengan menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi yang terintegrasi. Saat ini DPRD Jawa Tengah dan Pemprov Jateng sedang melakukan percepatan pembentukan BRINDA. Dengan adanya pembahasan ini, nantinya Provinsi Jawa Tengah akan menjadi provinsi pertama yang memiliki Badan Riset dan Inovasi Nasional Daerah (BRINDA).

Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah menunjukkan apresiasinya terhadap percepatan pembentukan Brinda. Menurutnya pembentukan BRINDA haruslah didasarkan pada peningkatan pelayanan publik. "Terimakasih pada seluruh fraksi yang telah memberikan pandangan umum terkait rencana pembentukan Brinda. Kami sependapat dengan pandangan umum yang disampaikan, bahwa pembentukan Brinda harus didasarkan pada prinsip tepat fungsi dan memberikan nilai lebih pada peningkatan pelayanan publik di masyarakat," terang Ganjar.

Orang nomor satu di Jawa Tengah ini juga mengungkapkan jika pihaknya telah lama menginginkan adanya Brinda di Jawa Tengah karena dinilai sangat penting. Dirinya berharap provinsi Jawa Tengah bisa menjadi pioner sebagai sarana pembelajaran. "Rasa-rasanya kami memang pengen lebih cepat, karena kok penting betul. Ini jadi kegelisahan banyak orang, tapi belum banyak yang melakukan. Maka saya minta ayo Jateng lebih dulu sambil kita belajar dan memperbaiki jika ada yang kurang," harapnya.

Brinda JatengOK2.jpg

Dalam rapat paripurna pembentukan susunan perangkat daerah pada Kamis 16 September 2021 lalu, ia dan DPRD Jawa Tengah sepakat untuk mengisi SDM Brinda dengan orang-orang profesional Non ASN maupun ASN. "Kita sepakat dengan itu. Untuk SDM selain kita isi dengan SDM sendiri, kita bisa bermitra dengan perguruan tinggi atau lembaga riset lainnya. Ada inovator dan peneliti banyak di luar sana, yang non ASN bisa kita ajak mengisi lembaga ini," lanjut Ganjar dalam keterangan tertulis yang diterima Pingpoint.co.id (16/9/2021).

Beberapa doktor dan pejabat fungsional ahli di Jawa Tengah yang digadang-gadang akan mengisi lembaga tersebut disebut telah melakukan presentasi di bidang politik kesehatan, pendidikan, lingkungan, energi dan sektor lainnya. Ganjar bahkan mengatakan jika BRIN pusat telah siap melakukan advokasi bila nantinya lembaga ini terbentuk. "Ini pemanasan awal yang pararel dengan pembentukan Brin Pusat. Brin Pusat juga sudah memberikan perhatian, saya sudah komunikasi dan mereka siap mengadvokasi sekaligus mendampingi," jelasnya.


Read More

Artikel Lainnya

Program Bedas Sapujagat Cegah Angka Pernikahan Anak di Bandung

Kesehatan

Program Bedas Sapujagat Cegah Angka Pernikahan Anak di Bandung

26 October 2021, 16:34

Angka pernikahan anak di Kabupaten Bandung cukup tinggi sehingga membuat Pemkab dan pihak-pihak terkait mengadakan sebuah program untuk menghapus angka pernikahan dini di Kabupaten Bandung.

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid, Wisudawan Program Magister dan Doktor Raih IPK Tertinggi.jpg

Pendidikan

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid

26 October 2021, 15:32

ITB menggelar wisuda periode Oktober Tahun Akademik 2021/2022 secara Hybrid. Pelaksanaan tersebut berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.

Romaldi 1.jpg

Kesehatan

Ini Klinik yang Banyak Dituju Warga Bumiaji di Giripurno

26 October 2021, 15:01

Dengan biaya pemeriksaan mulai dari Rp10.000 dan selebihnya harga proses pengobatan tergantung jenis produk yang dipakai, klinik ini menjadi acuan bagi warga Bumiaji.

Grab dan ViarOK.jpg

Bisnis

Kurangi Emisi Karbon, Grab Pesan 6.000 Unit Motor Listrik VIAR

26 October 2021, 14:32

Kolaborasi yang salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan akan BBM ini akan dilanjutkan dengan mempersiapkan 6.020 kendaraan listrik yang siap didistribusikan di akhir tahun 2021 di seluruh Indonesia.


Comments


Please Login to leave a comment.