Didi Kempot dan Warisan Campursari untuk Milenial

Hobi dan Hiburan

Didi Kempot dan Warisan Campursari untuk Milenial

“Itu lah sumbangsih saya, Didi Kempot, sebagai seniman tradisional. Semoga apa yang telah kita perbuat sangat bermanfaat untuk penanggulangan Virus Corona. Matursembah nuwun, Salam Didi Kempot, Sobat Ambyar, Kempoters, Sad Boys dan Sad Girls. Matur nuwun,” kata Didi Kempot dalam video ucapan terima kasihnya kepada masyarakat atas donasi mereka di acara konser amalnya (11/4/2020).

Siapa sangka, acara konser amal tersebut sekaligus menjadi penampilan terakhirnya di layar kaca. Ya, di tengah popularitasnya yang sedang naik daun, sang maestro campursari Didi Kempot dikabarkan meninggal dunia pada Selasa pagi ini (5/5/2020) di usia 53 tahun.

Didi Kempot dan Warisan Campursari untuk Milenial

Kabar meninggalnya musisi dengan nama asli Dionisius Prasetyo ini pun sontak mengejutkan publik. Sebab, belum lama ini Didi sendiri masih tampil beberapa kali di layar kaca untuk melakukan penggalangan dana bagi masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

"Masyarakat Solo kehilangan sosok seniman yang luar biasa, tidak memandang suku, agama, ras. Orangnya sangat sederhana," kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo dilansir dari antaranews.com (5/5/2020).

Bahkan, Rudy mengatakan belum lama ini dirinya bekerja sama dengan Didi Kempot untuk merilis lagu berjudul “Ojo Mudik”. Lagu ini berisikan pesan kepada perantau asal Solo untuk tidak mudik pada lebaran tahun ini mengingat pandemi COVID-19 yang masih melanda di Indonesia.

Didi Kempot dan Warisan Campursari untuk Milenial

Maestro Campursari Kebanggaan Solo

Karya-karya Didi Kempot belakangan memang tengah digandrungi masyarakat. Para penggemarnya yang dikenal sebagai Sobat Ambyar, Sad Boys, Sad Girls dan Kempoters bahkan kini didominasi oleh generasi milenial atau anak muda.

Di mata anak muda Solo, Didi Kempot menjadi sosok kebanggaan Kota Solo. Hal ini sebagaimana yang dirasakan Wardatun Nugraheni, anak muda asli dari Kota Solo.

“Dari kecil tetangga-tetangga di rumah rasanya punya kaset beliau. Bahkan sebelum beliau kembali naik daun tahun 2019 lewat “Ngobam Gofar Hilman”, ibu dan saya masih suka memutar lagu-lagu beliau dari radio. Jadi ketika Didi Kempot viral rasanya bangga sekali,” kata Wardatun, kepada jurnalis PingPoint.

Didi Kempot dan Warisan Campursari untuk Milenial

Sebagai anak muda, dirinya tak malu untuk mengungkapkan kalau ia sangat menggemari Didi Kempot. Baginya, Didi Kempot adalah maestro campursari kebanggaan Solo.

Berkat karya-karya pria kelahiran Surakarta, 31 Desember 1966 ini, musik campursari digemari oleh masyarakat di berbagai pelosok negeri. Hal ini menjadi bukti kalau karya Didi Kempot berkualitas dan tak kalah dengan musik luar negeri yang kini juga mendominasi pangsa musik Indonesia.

[Baca Juga: Didi Kempot Puaskan Dahaga Ribuan Sobat Ambyar di PKN 2019]

“Semoga ada seniman yang mau melestarikan budaya solo dengan terutama musik campursari dengan lirik yang puitis dan sopan seperti beliau semoga anak muda yang lain juga bangga dengan budaya musik tradisional nyatanya kualitasnya tidak kalah dengan musik luar,” kata Wardatun yang berprofesi sebagai dokter.

Lirik Puitis dan Sarat Nilai Budaya

Bagi Wardatun, karya Didi Kempot sarat akan lirik yang puitis. Hal inilah yang membedakannya dengan musisi campursari lainnya.

Selain itu, perempuan berusia 25 tahun ini juga mengatakan kalau lirik pada karya-karya Didi Kempot juga banyak bertemakan tentang patah hati. Menurutnya, hal ini yang membuat karya Didi juga digemari anak muda karena relevan dengan kehidupan mereka.

“Kalau lirik pasti kalau kamu orang Jawa, terutama Solo pasti merasa bahwa liriknya itu sangat sopan. Bahkan kadang pakai krama bagi orang Solo yang Jawa halus itu sangat amat enak didengar. Liriknya juga sangat ambyar, pasti disukai sama anak muda yang sering ambyar,” ungkapnya.

Ia pun berharap agar nantinya ada seniman yang juga melestarikan budaya Solo. Terutama melestarikan budaya campursari dengan lirik yang puitis dan sopan, seperti Didi Kempot.

Hal senada juga dirasakan oleh Adam. Meski dirinya bukan berasal dari Solo, namun ia juga mengagumi karya Didi Kempot.

Didi Kempot dan Warisan Campursari untuk Milenial

Bagi pria berusia 32 tahun kelahiran Yogyakarta ini, beberapa karya Didi Kempot juga sarat akan kebudayaan Jawa. Ini tercermin dari penggunaan bahasa Jawa halus dan beberapa nilai-nilai kehidupan orang Jawa.

“Kalau dari Didi Kempot, beliau menggambarkan pria Jawa itu sabar, mau bagaimanapun pasangannya tetap sabar. Itu yang saya tangkap dari lagu-lagu beliau,” katanya.

Ia pun mencontohkan pada lagu Didi Kempot yang berjudul Bojo. Pada bait “Cidro janji tegane kowe ngapusi. Nganti sprene suwene aku ngenteni. Nangis batinku nggrantes uripku, Teles kebes netes eluh neng dadaku.”, Adam mengatakan kalau lagu tersebut menggambarkan sosok pria yang sabar meski tengah menghadapi masalah percintaan.

[Baca Juga: April Didi Kempot Gelar Konser Millenial Ambyar 2020 di Bekasi]

“Beliau konsisten dengan tema lagu dikhianati cinta. Hebatnya sekarang ada pergeseran audiens. Entah karena apa, saya rasa karena internet dan meme,” tuturnya.

Didi Kempot mengawali karirnya sebagai musisi jalanan sejak tahun 1984. Ia merupakan putra dari seniman tradisional ternama Ranto Edi Gudel. Didi juga merupakan adik kandung dari pelawak senior Srimulat Mamiek Prakoso.

Berkat karyanya yang identik dengan tema patah hati, Didi pun dijuluki sebagai “The Godfather of Broken Heart”. Adapun beberapa karyanya yang terkenal yaitu Stasiun Balapan, Ambyar dan Sewu Kutho.


Read More

Artikel Lainnya

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Ell y.jpg

Kuliner

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Elly

07 December 2022, 16:31

Fore Coffee baru-baru ini mengumumkan menu pendamping baru yang tepat untuk jadi teman minum kopi dan menu ini merupakan hasil kreasi kolaborasi dengan Oma Elly.

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kot a.jpg

Bisnis

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kota

07 December 2022, 14:29

Pada akhir pekan lalu, Kawan lama Group kembali menggelar aksi donor darah secara serentak di puluhan gerai ACE serta Informa yang tersebar di 27 kota.

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital.jpg

Bisnis

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital

07 December 2022, 12:26

Perusahaan Amartha mengumumkan berhasil menggandeng hingga lebih dari 50.000 UMKM di Sumatera Barat untuk proses adopsi digitalisasi via Amartha+.

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rist a.jpg

Bisnis

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rista

06 December 2022, 16:16

Hadapi perwakilan Chatime dari enam negara lainnya, tea-rista Chatime Indonesia berhasil menyabet juara kedua di kompetisi brewed tea tingkat dunia di Taiwan.


Comments


Please Login to leave a comment.