Diet Ini Bisa Membantu Para Penderita Lupus

Kesehatan

Diet Ini Bisa Membantu Para Penderita Lupus

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat jumlah penderita penyakit Lupus di seluruh dunia dewasa ini mencapai 5 juta orang. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan usia produktif dan setiap tahun ditemukan lebih dari 100.000 penderita baru.

Sementara itu, ada sekitar 1,25 juta orang Indonesia yang terkena penyakit Lupus bila berdasarkan asumsi prevalensi 0,5 persen. Hal ini disampaikan dalam Infodatin Lupus 2017 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Angka prevalensi itu berdasarkan penelitian Kalim dkk.

Dari jumlah tersebut, sangat sedikit yang menyadari bahwa dirinya menderita penyakit Lupus. Hal ini terjadi karena gejala penyakit Lupus pada setiap penderita berbeda-beda, tergantung dari manisfestasi klinis yang muncul.

[Baca Juga: Ilmuwan Selangkah Lebih Maju dalam Penyembuhan PCOS]

Tren penyakit lupus pada pasien rawat inap rumah sakit meningkat sejak tahun 2014-2016. Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Online, pada tahun 2016, dari 858 rumah sakit yang melaporkan datanya, terdapat 2.166 pasien rawat inap yang didiagnosis penyakit Lupus, dengan 550 pasien di antaranya meninggal dunia. Jumlah kasus Lupus tahun 2016 meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2014, yaitu sebanyak 1.169 kasus.

Jumlah kematian akibat Lupus pada pasien rawat inap di rumah sakit juga meningkat tinggi dibandingkan dengan tahun 2014. Hal ini perlu mendapat perhatian lebih dan kemungkinan angkanya bisa ditekan dengan menerapkan diet atau pengaturan pola makan yang tepat pada penderita Lupus.

Diet Mediterania Bisa Membantu Para Penderita Lupus

Diet yang Kaya Omega-3

Berdasarkan artikel yang dimuat di situs Reader’s Digerst (6/5/2019), sebuah penelitian baru membawa berita yang menggembirakan kepada penderita lupus, ada diet sederhana yang dapat menjadi kunci untuk mengurangi beberapa gejala umum seperti kelelahan, depresi, dan rasa sakit.

Lupus adalah penyakit autoimun inflamasi kronis di mana sistem kekebalan menyerang jaringan sehat dan menciptakan peradangan pada seluruh tubuh. Penyakit yang menyerang perempuan sepuluh kali lebih banyak dari pada laki ini tidak hanya merusak organ secara bertahap, tetapi juga menyebabkan efek samping yang tidak nyaman seperti nyeri sendi atau pembengkakan, kelelahan, demam, dan ruam kulit.

[Baca Juga: Manfaat Buah Bit untuk Kesehatan Tubuh]

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara suplementasi asam lemak omega-3 (lemak esensial yang tidak dapat dibuat oleh tubuh sendiri) dan mengurangi aktivitas penyakit pada beberapa pasien. Namun sekarang, para peneliti telah menemukan asupan makanan omega-3 mungkin memiliki efek yang sama.

Diet yang kaya akan omega-3 antara lain diet mediterania. Diet mediterania merupakan diet yang fokus pada makanan nabati seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Diet ini sangat jarang mengonsumsi gula dan tepung, lemak, dan daging. Sumber protein berasal dari ikan, telur, susu, dan unggas. Diet yang menurut pakar nutrisi merupakan diet terbaik di dunia ini memang kaya akan omega-3.

Sebuah studi oleh para peneliti di University of Michigan di Ann Arbor menemukan bahwa ketika hampir 500 pasien lupus makan lebih banyak makanan kaya omega-3 (seperti ikan berlemak atau makanan lainnya), mereka mengalami kualitas tidur yang lebih baik, penurunan depresi, dan rasa sakit berkurang.

[Baca Juga: Cara Diet Warga Jakarta Menurut Pakar]

Para peneliti juga melihat apa yang terjadi ketika subyek meningkatkan asupan asam lemak omega-6 (ditemukan dalam daging dan minyak yang terbuat dari bunga matahari, jagung, atau wijen) dan mengamati gejala lupus yang memburuk. Para peneliti percaya perbedaannya adalah karena omega-3 memiliki efek anti-inflamasi pada tubuh, sementara omega-6 malah dapat memicu peradangan.

Selain menambahkan lebih banyak makanan kaya omega-3 ke dalam makanan Anda (dan membatasi sumber omega-6), ada kebiasaan gaya hidup lain yang dapat membantu menjaga gejala lupus dan kambuh.

"Olahraga teratur, pengurangan stres, penghindaran sinar matahari, dan mempertahankan rejimen pengobatan teratur dapat membantu," kata Olivia Ghaw, MD, asisten profesor kedokteran di divisi reumatologi di Icahn School of Medicine di Mount Sinai di New York City.

Read More

Artikel Lainnya

5 Pilihan Warna Monokromatik untuk Bangun Suasana Baru di Rumah

Properti dan Solusi

5 Pilihan Warna Monokromatik untuk Bangun Suasana Baru di Rumah

30 September 2020, 16:07

Memilih palet warna monokromatik berarti berkomitmen pada satu warna, tentu saja, tetapi penggemar warna sejati tidak akan menghindar tantangan itu.

Anda Hanya Egois atau Benar Narsistik Ini 3 Tendensi Penentunya

Kesehatan

Anda Hanya Egois atau Benar Narsistik? Ini 3 Tendensi Penentunya

30 September 2020, 15:03

Mengartikan tingkat narsistik "normal" itu rumit, tetapi tiga tendensi penentu berikut dapat lebih memperjelas apa masalah yang Anda hadapi.

Pasca Kafe Broker, Wali Kota Bekasi Kumpulkan Pengusaha Kafe dan Hiburan Malam .jpg

Bisnis

Pasca Kafe Broker, Wali Kota Bekasi Kumpulkan Pengusaha Kafe dan Hiburan Malam

30 September 2020, 14:02

Pepen baru-baru ini mengumpulkan semua pengusaha kafe hingga hiburan malam demi mencegah keadaan seperti di Kafe Broker Galaxy Bekasi kembali terjadi.

Bodebek Zona Merah, Ridwan Kamil Turun Langsung untuk Ngantor di Depok .jpg

Berita Kawasan

Bodebek Zona Merah, Ridwan Kamil Turun Langsung untuk Ngantor di Depok

30 September 2020, 13:05

Mulai pekan depan Gubernur Jawa Barat akan berkantor di Kota Depok untuk langsung mengawasi penangangan COVID-19 di wilayah Bodebek.


Comments


Please Login to leave a comment.