MIXED-KESEHATAN-DIET MEDITERANIA DIPREDIKSI POPULER DI 2019 INI ALASANNYA-RACHLI-1100 px X 600 px-01.jpg

Kesehatan

Diet Mediterania Diprediksi Populer di 2019, Ini Alasannya

Setiap tahun, US News and World Report memberi peringkat diet terbaik untuk tahun yang akan datang. Pada 2019 ini, diet Mediterania menempati posisi pertama.

Untuk menentukan diet terbaik, sejumlah ahli gizi dan spesialis diabetes, kesehatan jantung, dan penurunan berat badan mengulas 41 diet yang beredar di masyarakat. Termasuk diet ketogenik atau keto yang popular pada tahun lalu, diet Weight Watchers, dan Atkins.

[Baca Juga: Diet Jadi Resolusi Tahun Baru 2019? Ini Tips Mewujudkannya]

Diet Mediterania merupakan diet yang kaya akan kandungan sayuran, buah, kacang polong, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Selain itu, diet Mediterania ini juga berisi ayam dan daging. Ada pula sedikit daging merah dan lemak tak jenuh yang berasal dari minyak zaitun dan kacang-kacangan.

Melihat dari jenis makanannya, diet ini pun berada di peringkat pertama untuk beberapa kategori, termasuk diet sehat bagi jantung dan kategori diet nabati terbaik.

Pihak US News and World Repot, seperti dikutip thisisinsider.com (3/1/2019) memaparkan, beberapa alasan diet Mediterania bisa menempati posisi pertama.

Diet Kaya Buah dan Sayur

1 Diet Mediterania Kaya akan Buah dan Sayuran

Konsep diet Mediterania berasal dari negara-negara yang berbatasan dengan laut Mediterania, di mana orang-orang secara historis makan, terutama menghasilkan kacang-kacangan dan lemak sehat. Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard dan sebuah lembaga think tank bernama Oldways menciptakan diet berdasarkan prinsip orang makan di negara tersebut.

Tidak seperti diet Ketogenik atau diet Atkins, diet Mediterania memiliki porsi seimbang dan memungkinkan orang untuk makan berbagai macam makanan dalam jumlah cukup. Faktanya, diet ini aman bagi siapa saja, termasuk anak-anak dan orang tua.

Beberapa makanan seperti roti gandum, buah segar, salad, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan salmon memiliki beragam manfaat bagi kesehatan.

2 Dapat Membantu Menurunkan Berat Badan

Diet Mediterania dapat membantu menurunkan berat badan, menjaga kesehatan jantung, dan mencegah diabetes. Sebab dalam diet ini banyak menyertakan makanan yang tidak dimasak dan bahan-bahan makanan segar.

Diet ini berfokus pula pada lemak baik yang menyehatkan jantung seperti minyak zaitun, alpukat, dan salmon. Dengan begitu, diet ini juga bisa menurunkan kolesterol jahat, penyebab utama penyakit jantung.

[Baca Juga: Minimal Invasive Surgery, Solusi Penanganan Gangguan Jantung]

Diet Mediterania tidak terlalu menyertakan lemak jenuh dan minyak terhidrogenasi atau lemak trans. Dua jenis lemak tersebut berkontribusi pada penyakit jantung. Selain itu, menjalani diet ini juga bisa membantu mencegah penyakit kognitif seperti alzheimer dan parkinson bahkan kanker payudara.

3 Diet Mediterania Membantu Proses Penuaan

Berkat semua makanan anti-inflamasi seperti minyak zaitun, sayuran, dan kacang-kacangan, diet Mediterania melindungi tubuh terhadap stres dan peradangan oksidasi. Keduanya merupakan kunci untuk memperlambat proses penuaan.

Itulah alasan diet Mediterania digadang-gadangkan akan populer di 2019. Diet inipun patut bagi dicoba sebagai resolusi kesehatan di 2019.

Read More

Artikel Lainnya

Juni Mulai Normal, Pemda Siapkan Pariwisata di Jogja

Berita Kawasan

250 Pedagang Pasar Tradisional Di Jogja Jalani Rapid Test

05 June 2020, 19:00

Untuk memetakan sebaran COVID-19, pemkot Yogyakarta lakukan kegiatan rapid test untuk para pedagang tradisional.

Pemkot Medan Gelar Uji Coba PPBD 2020 Online Tingkat SMP.jpg

Pendidikan

Pemkot Medan Gelar Uji Coba PPBD 2020 Online Tingkat SMP

05 June 2020, 18:00

Pekan ini, Pemkot Medan mulai membuka PPDB 2020 secara online sekaligus menggelar uji coba untuk memudahkan pendaftaran anak sekolah tingkat SMP di tengah pandemi COVID-19.

Kemendikbud Tanggapi Isu Uang Kuliah Naik Kala Pandemi COVID-19

Pendidikan

Kemendikbud Tanggapi Isu Uang Kuliah Naik Kala Pandemi COVID-19

05 June 2020, 17:30

Isu yang ramai beredar tentang kenaikan uang kuliah atau UKT di masa pandemi Covid-19, mendapat respon dari Kemendikbud

Lawan Rasisme, Fans K-Pop Bersatu Bajak Tagar WhiteLivesMatter

Hobi dan Hiburan

Lawan Rasisme, Fans K-Pop Bersatu Bajak Tagar #WhiteLivesMatter

05 June 2020, 17:00

Sebuah survei menunjukkan, mayoritas masyarakat Amerika Serikat bersimpati dengan aksi protes atas pembunuhan George Floyd. Begitu juga dengan fans K-Pop.


Comments


Please Login to leave a comment.