Akasha

Bisnis

Dinamika Perjalanan Rumah Akasha di Kota Malang

Kondisi pandemi COVID-19, menyebabkan banyak sektor usaha yang akhirnya tumbang. Hal itu diikuti banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan. Namun, di sisi lain, kondisi pandemi juga memberikan kesempatan baru bagi banyak pihak, khususnya anak muda, untuk mulai berkembang dengan memulai usaha baru. Hal itulah disadari oleh Ace, owner dari Rumah Akasha, sebuah café yang baru didirikan saat pandemi COVID-19.

Ditemui Pingpoint di Rumah Akasha (5/11/2021), Ace menceritakan bagaimana perjalanannya dalam menjalankan café yang berdiri pada 20 Agustus 2020 ini. “Sebenarnya, waktu awal membuka Akasha ini saya gak mikir takut buat buka bisnis pas pandemi, yang penting jalan aja dulu. Saya juga ingin membuat Akasha jadi lebih dari sekedar coffee shop biasa, tapi bisa juga menjadi wadah untuk orang-orang berekspresi dan berkarya. Kita di sini ingin bisa jadi support system bagi organisasi atau kelompok kecil biar mereka bisa berkembang”, ujar Ace.

Akasha

Menjalankan usaha café tanpa memiliki pengalaman di dunia perkopian sebelumnya, Ace mengaku bahwa sempat muncul beberapa kesulitan saat awal menjalankan café ini, salah satunya masalah komitmen. “Waktu awal buka dulu, setelah grand opening, memang Akasha cukup ramai, tapi cafenya sempat tutup karena saya dan teman-teman di sini liburan cukup lama. Pas kembali dan cafenya kembali buka, ternyata kurang lebih 1 bulan Akasha sepi banget. Pendapatannya menurun drastis, dari yang awalnya dalam satu minggu bisa tembus di atas dua juta, jadi menurun dalam satu minggu bahkan tidak sampai satu juta. Karena terlalu sering seperti itu, akhirnya mulai belajar branding dan memanfaatkan media sosial untuk promosi”, cerita Ace.

Memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk promosi, hal tersebut membuahkan hasil yang cukup positif bagi Akasha, karena mereka berhasil viral dan ramai. Bahkan, saat itu banyak pengunjung yang datang namun tidak mendapatkan tempat dan memilih nongkrong di luar café. Keberhasilan Akasha hingga akhirnya berhasil viral di media sosial, tidak terlepas dari strategi yang mereka gunakan, yaitu menggunakan caption yang lucu dan menarik, sehingga menimbulkan rasa penasaran bagi orang-orang yang melihatnya.

[Baca Juga: Paduan Suasana 80-an, Bohemian, dan Old Chinese ala Rumah Akasha]

Penggunaan media sosial sebagai sarana promosi memang membuahkan hasil yang baik, namun Ace juga mengungkapkan bahwa dirinya juga menggunakan strategi mouth to mouth untuk mengenalkan Akasha kepada masyarakat. “Kita di sini memang memanfaatkan media sosial untuk promosi dan hasilnya memang bagus. Tapi, sebelum menggunakan media sosial, waktu awal berdiri, kita promosi secara mouth to mouth, itu berpengaruh banget. Tapi karena kita ingin mengenalkan Akasha lebih luas, akhirnya kita manfaatkan media sosial, karena mouth to mouth tentu juga memiliki batasan cakupannya”, ujar pemuda 17 tahun.

Akasha

Selain masalah promosi, selama menjalankan Akasha, Ace juga mengatakan bahwa dirinya lebih berfokus pada menu, namun tergantung dari persaingan di Kota Malang. Menurut Ace, Akasha kurang difokuskan pada menu minumannya, meskipun untuk rasanya sendiri sudah di atas standar. Hal ini dipengaruhi oleh saingannya yang sangat banyak di Kota Malang, karena itu, Akasha lebih berfokus di menu lain seperti roti, yang jumlah pesaingnya tidak banyak.

Meskipun demikian, bukan berarti menu minuman dikesampingkan, karena Akasha juga memiliki promo kopi pagi, mulai jam 9 hingga 11 siang. Untuk promo itu, semua menunya harganya Rp10.000 dan promo tersebut diterima dengan baik oleh pengunjung, karena dalam kisaran waktu sekitar 2 jam, Akasha bisa mendapat hingga 30 pengunjung.

[Baca Juga: Rekomendasi 5 Kafe dengan Pemandangan Indah di Malang Raya]

Untuk saat ini, pengunjung di Akasha memang sedikit menurun karena banyak faktor, salah satunya adalah karena musim hujan. Hal ini menyebabkan Akasha juga akan berfokus mengembangkan tempat mereka, agar pengunjung bisa tetap merasa nyaman. Selain itu, Ace juga ingin memanfaatkan waktu saat pengunjung sedikit menurun dengan menyusun strategi untuk dapat mempertahankan Akasha hingga 3 tahun ke depan atau lebih. Saat disinggung mengenai strategi yang akan digunakan, Ace hanya tersenyum sambil berkata “Saya masih belajar dan mencari strategi terbaik untuk itu”, tutupnya.


Read More

Rumah Akasha

Coffee Shop dengan konsep 80s

None
None

Artikel Lainnya

Omzet Capai Rp25 Juta Per Hari! Ini Rahasia Nikmatnya Mih Kocok Mang Dadeng.jpg

Kuliner

Omzet Capai Rp25 Juta Per Hari! Ini Rahasia Nikmatnya Mih Kocok Mang Dadeng

15 August 2022, 16:05

Berasal dari jerih payah serta bumbu-bumbu yang digunakan, Mih Kocok Mang Dadeng berhasil eksis selama 58 tahun terakhir dan terus dicari oleh konsumen setianya.

2 Inovatur Indonesia Digandeng dalam Program Plastic Waste to Value Southeast As ia Challenge.jpg

Bisnis

2 Inovator Indonesia Masuk Program Plastic Waste to Value Southeast Asia Challenge

15 August 2022, 14:04

Dari lima inovator di Asia Tenggara, dua datang dari Indonesia, terpilih ikut dalam program untuk membenahi tata kelola sampah plastik.

Parade Acara Jakarnaval 2022 Gaungkan Kekayaan Budaya Nusantara.jpg

Berita Kawasan

Parade Acara Jakarnaval 2022 Gaungkan Kekayaan Budaya Nusantara

15 August 2022, 12:01

Setelah vakum selama dua tahun akibat pandemi COVID-19, Jakarnaval akhirnya kembali digelar dengan sukses pada akhir pekan kemarin.

Terus Dorong Geliat Pariwisata Ibu Kota, Jakarnaval Digelar di Sirkuit E-Prix Jakarta.jpg

Berita Kawasan

Terus Dorong Geliat Pariwisata Ibu Kota, Jakarnaval Digelar di Sirkuit E-Prix Jakarta

12 August 2022, 16:43

Pada 14 Agustus 2022, Sirkuit Internasional E-Prix Jakarta akan menjadi lokasi acara puncak karnaval bernama Jakarnaval yang digelar untuk geliatkan wisata di Ibu Kota.


Comments


Please Login to leave a comment.