Dinas Parbud akan Segera Merestorasi Museum Bahari.jpg

Berita Kawasan

Dinas Parbud akan Segera Merestorasi Museum Bahari

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) DKI Jakarta akan segera melakukan restorasi Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta Utara. Sekretaris Dinas Parbud DKI Jakarta, Asiantoro mengatakan, banyak bagian bangunan Museum Bahari yang mengalami kerusakan akibat terjadinya kebakaran pada 16 Januari 2018.

"Tahun ini difokuskan pada restorasi gedung, sedangkan tahun depan akan dianggarkan untuk bagian interior," ujarnya seperti dikutip dari beritajakarta.id (1/3/2019).

[Baca Juga: Bicara Teknologi Digital, AMI DKI Jakarta Gelar Temu Mugalemon]

Asiantoro menjelaskan, saat ini sedang dilakukan kajian dan konsultasi dengan ahli konstruksi terkait konstruksi gedung sesuai permintaan dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). "Anggaran untuk restorasi Museum Bahari tahun ini mencapai Rp 48 miliar. Kami perkirakan pelaksanan restorasi sudah bisa dimulai April mendatang," terangnya.

Sementara, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta, Sri Kusumawati menuturkan, realisasi restorasi juga masih menunggu rekomendasi dari Tim Sidang Pemugaran (TSP). "Awal bulan depan ditargetkan sudah masuk proses lelang," tandasnya.

Kondisi Pascakebakaran

Restorasi ini dilakukan setelah sempat terbakar pada awal tahun 2018. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung membuka Museum Bahari untuk umum selang dua pekan, tapi karena masih dalam proses penyelidikan kepolisian, sebagian gedung yang hangus terbakar masih tertutup untuk umum.

Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata, Agus Suradika mengungkapkan, pemprov awalnya ingin segera membuka museum ini pada pekan lalu. Namun karena ada prosedur yang harus dilalui, pembukaan untuk umum baru bisa dilakukan hari ini. "Pak gubernur berpesan agar dicek seluruhnya sebelum benar-benar dibuka untuk umum,” katanya.

[Baca Juga: Biasakan Anak-anak Berkunjung Ke Museum]

Dikatakan Agus, kejadian kebakaran Museum Bahari merupakan pembelajaran yang berharga agar dikemudian hari peristiwa serupa tidak terjadi kembali. Khususnya bangunan-bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Tinia Budiarti menambahkan, pembukaan sebagian gedung untuk umum dilakukan setelah dinyatakan aman oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. "Kami buka untuk umum ruangan yang terselamatkan agar pelayanan, terutama bagi pelajar tetap bisa dilakukan." ujarnya.

Dijelaskan Tinia, kebakaran menghanguskan sepertiga gedung A dan setengah gedung C. Pihaknya pun memberikan pembatas agar pengunjung tidak memasuki area yang terbakar. "Bukan sekadar kembalikan gedung seperti semula, tapi juga pembelajaran bagi para arsitek arkeolog. Dalam proses restorasi ada edukasi," tandasnya.

Read More

Artikel Lainnya

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dapat Membantu Melawan COVID-19

Kesehatan

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dalam Melawan COVID-19

22 September 2020, 17:03

Penelitian ini membandingkan distribusi geografis kasus virus corona dengan penyebaran demam berdarah pada 2019 dan 2020.

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

Berita Kawasan

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

22 September 2020, 16:20

Saat ini, terdapat dua TPU khusus COVID-19: Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur. Jika tak ada penambahan lahan, dikhawatirkan lahan itu akan habis.

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

Pendidikan

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

22 September 2020, 14:15

Ada sejumlah persoalan dalam penerapan PJJ, seperti persoalan akses wifi yang tidak merata, kemampuan untuk membeli kuota internet dan materi pembelajaran.

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

Berita Kawasan

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

22 September 2020, 13:17

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memastikan mayoritas pompa mobile dan pompa stasioner di Jakarta dalam kondisi prima menghadapi musim hujan.


Comments


Please Login to leave a comment.