Sejarah Ondel-ondel Pertujukan Sakral Betawi yang Jadi Pengamen Jalanan

Berita Kawasan

Dinilai Rusak Ikon, Pemprov DKI Siap Tindak Pengamen Ondel-Ondel

Ondel-ondel merupakan salah satu ikon dari Kota Jakarta yang tidak terlepas dari unsur budaya masyarakat Betawi. Sayangnya, keberadaan ondel-ondel kerap dipandang sebelah mata oleh faktor keberadaan pengamen ondel-ondel yang memanfaatkan pertunjukan rakyat ini untuk mengemis di jalanan. Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta disebut siap mengambil tindakan tegas jika di lapangan ditemui pengamen ondel-ondel.

Penyuaraan tindakan tegas ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardha kala mengunjungi pengrajin ondel-ondel di sanggar seni Rifky Albani yang berada di kawasan Meruya Utara, Jakarta Barat.

Ondel-ondel Laris Dipesan Jelang HUT DKI Jakarta

Dalam kunjungan itu, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta tersebut mengingatkan, ondel-ondel sendiri adalah salah satu ikon dari kebudayaan Betawi yang memang dilestarikan dengan mengacu terhadap peraturan daerah. Jadi bila ada ondel-ondel yang digunakan untuk kegiatan komersil seperti mengemis maka ini dapat mencoreng budaya Betawi.

“Pemprov DKI Jakarta secara tegas akan menindak sekelompok orang yang mengemis menggunakan ikon Betawi sesuai peraturan daerah perihal ketertiban umum,” ungkap Iwan, sebagaimana dikutip dari barat.jakarta.go.id (24/2/2020).

[Baca Juga: Ondel-ondel, Pertujukan Sakral Betawi yang Jadi Pengamen Jalanan]

Pimpinan sanggar Betawi Rifky Albani, Martin Aulia saat ditemui Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta itu menyebut, dirinya tidak pernah mau ondel-ondel digunakan untuk mengemis. Oleh karena itulah Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat Ahmad Syahropi meminta kepada para pengrajin ondel-ondel Betawi untuk mengingatkan kepada pihak yang memesan ikon budaya Betawi itu agar ondel-ondel tak digunakan mengemis di jalanan.

[Baca Juga: Kampung Ondel-ondel, Kampung Para Perajin Ondel-ondel]

Sekadar informasi, penertiban terhadap ondel-ondel sebenarnya sudah pernah disuarakan Pemprov DKI Jakarta di era kepemimpinan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. Kala itu, Ahok yang masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jakarta menegaskan bahwa onde-ondel yang sebenarnya masuk ke dalam aksi seni sering dijadikan alasan oleh pengamen untuk mengemis.

Oleh karena itulah pada tahun 2014, Pemprov DKI Jakarta menandatangani nota kesepahaman Polda Metro Jaya terkait penertiban penyandang masalah kesejahteraan sosial. Sebagaimana dilansir dari news.detik.com (29/9/2014), pengamen ondel-ondel masuk ke dalam kategori yang ditertibkan. Kemudian pada tahun 2018, pihak Pemprov DKI pun berwacana untuk pengamen ondel-ondel yang ditertibkan, nantinya akan diikuti pembinaan.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.