Dinilai Tak Valid, Wali Kota Bekasi Minta DTKS Diperiksa

Berita Kawasan

Dinilai Tak Valid, Wali Kota Bekasi Minta DTKS Diperiksa

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi membutuhkan tenaga para anggota yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial masyarakat seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk memeriksa Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Menurut Wali Kota yang akrab disapa Pepen ini, data tersebut belum valid. Diberitakan bekasikota.go.id (4/5/2020), terdapat warga yang sudah masuk kriteria cukup mampu, namun masih terdata dalam DTKS.

“Jadi, melalui peran PKH, PSM, dan TKSK untuk mendata langsung DTKS bagi penerima, karena tiga unsur inilah yang langsung terjun ke warga langsung per bulannya untuk Program Keluarga Harapan dari Kementerian Sosial dengan upgrade terbaru, karena data tersebut bisa dibilang sudah lama. Jika ter-upgrade, bisa kita laporkan ke provinsi,” ujar Pepen.

Dinilai Tak Valid, Wali Kota Bekasi Minta DTKS Diperiksa

DTKS adalah basis data yang selama ini digunakan pemerintah untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat.

Diberitakan kompas.com (4/5/2020) ada dua jenis bantuan selama pandemi COVID-19 untuk warga Kota Bekasi yang tercatat dalam DTKS. Bantuan pertama yaitu dari pemerintah pusat, berupa uang tunai Rp600.000 per kepala keluarga. Bantuan tersebut diberikan langsung oleh pemerintah pusat melalui kantor pos, tanpa melalui Pemkot Bekasi.

[Baca Juga: Indomaret Bagikan 250.000 Masker di Kota Bekasi]

Bantuan kedua dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, baik untuk warga yang tercatat dalam DTKS maupun non DTKS. Bantuan dari Pemprov Jabar berupa sembako bernilai Rp350.000 dan uang tunai Rp150.000. Ketua Tim Terpadu Pengendalian Bantuan Sosial dalam Penanganan COVID-19 Kota Bekasi Taufiq R Hidayat menyatakan, bantuan ini sudah mulai tersalurkan sejak 17 April 2020, saat hari pertama PSBB Kota Bekasi diterapkan.

Sementara itu, Pemkot Bekasi sendiri memberikan bantuan sosial kepada 150.000 keluarga. Bantuan dari Pemkot Bekasi berupa 5 kilogram beras, 7 bungkus mi instan, 1 kaleng sarden, 1 botol kecap dan saos, serta beberapa produk UMKM.

“Semua bantuan tersebut tidak boleh double penerimaan bansos. Jadi yang telah menerima bantuan dari pemprov tidak boleh dapat lagi dari pemkot. Bantuan itu juga tidak boleh lagi diberikan ke mereka yang sudah terdata mendapat bantuan dari pemerintah pusat, begitu juga sebaliknya,” kata Taufiq.

[Baca Juga: Ini 6 Program Bansos Tambahan Pemerintah Selama Pandemi COVID-19]


Read More

Artikel Lainnya

Rayakan HUT ke-432, Warga Kota Medan Disajikan Hiburan Hingga Pemecahan Rekor Muri.jpg

Berita Kawasan

Rayakan HUT ke-432, Warga Kota Medan Disajikan Hiburan Hingga Pemecahan Rekor Muri

04 July 2022, 15:35

Pada pekan kemarin warga Kota Medan melihat langsung berbagai rangkaian perayaan HUT ke-432 Kota Melayu Deli yang berisi hiburan, termasuk menyaksikan langsung wali kotanya manggung!

Wow! Westlife Siapkan Konser Tambahan di Surabaya dan Sentul pada September 202 2.jpg

Hobi dan Hiburan

Wow! Westlife Siapkan Konser Tambahan di Surabaya dan Sentul pada September 2022

04 July 2022, 13:33

Setelah pengumuman tiket konser Westlife The Wild Dreams Tour di 11 Februari 2023 ludes terjual, ternyata boyband asal Irlandia itu akan menggelar konser tambahan lebih cepat di Indonesia pada tahun ini!

asuransi_anak_1.jpg

Kesehatan

Begini Langkah Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik Untuk Anak

04 July 2022, 13:00

Para orang tua tentu akan merasa lebih tenang jika buah hati kesayangannya telah memiliki proteksi kesehatan sejak dini.

Dear Orangtua, Pendaftaran PPDB SD Kota Depok 2022 Mulai Hari Ini.jpg

Pendidikan

Dear Orangtua, Pendaftaran PPDB SD Kota Depok 2022 Mulai Hari Ini

04 July 2022, 10:32

Bagi Anda yang memiliki buah hati yang memasuki usia sekolah SD maka persiapkan segala dokumen yang dibutuhkan mulai hari ini untuk pendaftaran PPDB.


Comments


Please Login to leave a comment.