Sempat Divonis Berumur Pendek, Warga Bandung Ini Mampu Lawan Thalasemia Hingga Dewasa.jpg

Kesehatan

Divonis Berumur Pendek, Warga Bandung Ini Mampu Lawan Thalasemia Hingga Dewasa

Penyakit thalasemia mungkin dapat dikatakan sebagai gangguan kesehatan yang kurang akrab di telinga masyarakat umum. Pada dasarnya penyakit ini terjadi ketika di dalam tubuh seseorang terjadinya kekurangnya atau tak terbentuknya protein yang berguna membentuk hemoglobin. Akibat kondisi ini, pengidap thalasemia terlihat pucat akibat anemia dan biasanya ini merupakan penyakit yang bersifat turunan. Kondisi inilah yang dialami seorang warga Kota Bandung bernama Devi Yulianti.

Thalasemia sudah membayangi Devi sejak usia 4 tahun dan keluarganya sempat dirundung duka usai mendengar vonis bahwa devi ada kemungkinan hanya bisa hidup hingga usia 7 tahun saja. Namun, ia berhasil melawan penyakit ini hingga saat ini ketika usianya telah 46 tahun. Keadaan ini tak membuatnya hanya berdiam diri, karena ia bersama 600 penyandang thalasemia lainnya di Kota Bandung memutuskan untuk bergerak di bawah payung Perhimpunan Penyandang Talasemia Indonesia atau PPTI Kota Bandung.

Sempat Divonis Berumur Pendek, Warga Bandung Ini Mampu Lawan Thalasemia Hingga Dewas a.jpg

Tugas utama dari PPTI Kota Bandung adalah membantu para penyandang thalasemia lainnya di Kota Kembang yang membutuhkan transfusi darah dan terakhir yang paling penting adalah memberikan sosialisasi mengenai penyakit ini. Pasalnya, menurut Devi, publik harus tahu mengenai thalasemia dan tak boleh menganggapnya remeh, karena penyakit ini bisa turut mengancam jiwa penderitanya. Bahkan ia menggarisbawahi bagaimana pentingnya pengecekan kesehatan pranikah yang detail demi memastikan apakah calon suami dan istrinya sehat atau memiliki potensi sebagai carrier thalasemia yang bisa berujung ke anak mereka yang mengidap thalasemia mayor atau minor.

“Banyak yang baru juga terdeteksi talasemia, banyak juga yang sudah meninggalkan kita karena thalasemia. Kemarin saja di bulan Mei ada 6 orang yang meninggalkan kita. Penyebabnya mungkin karena zat besinya makin naik dan daya tahan tubuh juga menurun,” tuturnya, sebagaimana dikutip dari Bandung.go.id (14/6/2022).

[Baca Juga: Pemkot Bandung Uji Coba Deteksi Dini Thalasemia di Beberapa Puskesmas]

Devi melanjutkan, seseorang mengetahui dirinya terkena penyakit ini ada di beragam rentang usia tapi mayoritasnya sejak dini. Di mana gejala utama yang kerap muncul adalah ketika bayi dan anak-anak menunjukan tumbuh kembang yang tidak normal dengan kondisi kulit yang pucat, mengalami sesak napas, serta memiliki fisik yang lemah. Dengan kondisi ini tentu saja Devi sangat mengetahui bagaimana rasanya berjuang melawan penyakitnya.

Ketika ia masih anak-anak, ia harus siap menjalani transfusi darah rutin serta penyuntikan obat desferal hingga lima kali seminggu. Sekadar informasi desferal merupakan obat yang diinjeksi untuk menangani kelebihan zat besi dalam darah akibat seringnya melakukan transfusi darah. Tentu saja walau begitu, selama tumbuh kembangnya, Devi melalui beragam rintangan yang disebabkan thalasemia. Dari mulai harus menjalani perawatan di rumah sakit ketika masuk SMA saat teman-teman seusianya tengah mengikuti masa orientasi. Bila berbicara mengenai rumah sakit, Devi juga memiliki pengalaman buruk saat ia pernah mengalami koma hingga selama sebulan yang membuatnya bobotnya hanya sampai menyentuh angka 18 kg saja.

[Baca Juga: Kenali Penyakit Thalasemia dengan Diagnosis yang Tepat]

Menginjak usia 46 tahun, bayangan thalasemia masih terus berada dalam dirinya. Namun tak seperti dulu yang ia harus transfusi darah setiap pekannya, ia cukup transfusi darah sembilan bulan sekali dengan rutin cek darah dan minum obat setiap obatnya. Menurutnya, perkembangan kesehatan ini tak terlepas dari dukungan keluarganya serta anak-anak. Tentu saja ketika dulu ia tengah mengandung dan melahirkan, Devi benar-benar harus berjuangan agar mampu membawa kedua buah hatinya ke dunia dengan terus cek kesehatan, minum obat, dan terus transfusi darah satu minggu sekali.

“Ini semua berkat kuasa Allah dan tentunya support dari keluarga. Support system itu penting sekali. Suami dan anak-anak saya sangat mendukung saya, mereka tidak pernah memperlakukan saya seperti orang sakit,” sambungnya.


Read More

Artikel Lainnya

Bulu Mata Menjulang dengan Maybelline Sky High Waterproof Mascara

Kecantikan dan Fashion

Bulu Mata Menjulang dengan Maybelline Sky High Waterproof Mascara

02 July 2022, 12:51

Maybelline Sky High Waterproof Mascara ini mengandung ekstrak bambu dan fiber yang dapat membantu memanjangkan dan menebalkan bulu mata.

Hadirkan Full Team, Tiket Konser Pre-sale 1 & 2 Dewa 19 di Candi Prambanan Ludes!.jpg

Hobi dan Hiburan

Hadirkan Full Team, Tiket Konser Pre-sale 1 & 2 Dewa 19 di Candi Prambanan Ludes!

01 July 2022, 15:58

Dengan kehadiran formasi lengkap, empat vokalis dan dua drummer di satu panggung, pemesanan tiket konser 30 Tahun Dewa 19 di Candi Pramabanan jenis pre-sale satu serta dua telah habis dengan tiket harga normal yang saat ini tersedia.

Melalui Flexi Hospital & Surgical, Astra Life Gaungkan Asuransi Kesehatan Cashles s.jpg

Bisnis

Melalui Flexi Hospital & Surgical, Astra Life Gaungkan Asuransi Kesehatan Cashless

01 July 2022, 14:44

Demi mengikuti tren digitalisasi serta iklim cashless yang bersifat kekinian, Astra Life juga memiliki produk asuransi kesehatan yang bersifat non-tunai.

Setelah Dihancurkan di Masa Penjajahan, Gapura Chinatown di Jakarta Kembali Berdiri.jpg

Berita Kawasan

Setelah Dihancurkan di Masa Penjajahan, Gapura Chinatown di Jakarta Kembali Berdiri

01 July 2022, 10:42

Baru-baru ini gapura Chinatown di kawasan Glodok Jakarta kembali diresmikan usai proyek restorasinya pasca-puluhan tahun yang lalu dihancurkan tentara Jepang.


Comments


Please Login to leave a comment.