Dosen UGM Ciptakan Bilik Swab untuk Pengetesan Covid-19 Tanpa APD

Kesehatan

Dosen UGM Ciptakan Bilik Swab untuk Pengetesan Covid-19 Tanpa APD

Keberadaan Alat Pelindung Diri (APD) di Indonesia semakin langka, barang yang seharusnya digunakan tenaga medis untuk melindungi diri sudah sulit ditemukan sejak akhir Februari 2020 dan memuncak di bulan Maret. Padahal, APD dapat memastikan keamanan para tenaga kesehatan saat sedang menangani pasien COVID-19.

Melihat hal ini, dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan sebuah bilik yang dapat digunakan untuk mengetes COVID-19. Bilik ini dapat digunakan tenaga kesehatan untuk melakukan test swab tanpa harus menggunakan APD lengkap. Bilik ini dilengkapi oleh HEPA filter sehingga memudahkan dan melindungi tenaga kesehatan saat memeriksa pasien. HEPA filter biasa digunakan untuk membuat ruangan bersih dan steril seperti laboratorium.

Dosen UGM Ciptakan Bilik Swab untuk Pengetesan Covid-19 Tanpa APD

“Dengan bilik ini, tenaga kesehatan tak lagi memerlukan alat pelindung diri saat melakukan tes swab,” ujar Jaka Widada, Ph.D. sebagai orang yang mengembangkan bilik ini.

Jaka melanjutkan, proses pengambilan sampel lendir dari dalam hidung maupun tenggorokan pasien menggunakan sarung tangan yang menonjol keluar. Dosen Departemen Mikrobiologi Pertanian Fakultas Pertanian UGM ini juga memaparkan, bilik ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi petugas kesehatan yang sedang bertugas dan tentunya tetap memerhatikan keamanan dan kesehatan para tenaga kesehatan.

[Baca Juga: Nusantics Umumkan Perampungan Purwarupa Test Kit qPCR COVID-19]

Umumnya, jika menggunakan APD lengkap tenaga kesehatan harus siap untuk tidak makan, minum, atau pun ke toilet selama kurang lebih delapan jam. Karena APD yang sudah digunakan, tak bisa lagi digunakan kembali. Selian itu, APD lengkap juga panas dan tidak nyaman digunakan.

Melansir dari ugm.ac.id (20/4/2020) bilik ini juga dapat membantu mengurangi limbah medis sehingga secara tidak langsung dapat mengurangi pemakaian APD sehingga tak akan lagi kelangkaan. Bilik yang sedang dikembangkan tersebut berukuran 90x90 cm dengan tinggi 2 meter.

Bilik dibuat dari alumunium panel komposit (APC) dengan ketebalan sekitar 3 mm dan dilengkapi dengan pintu pada bagian belakang dan depan serta dilengkapi dengan kaca yang tebalnya 6 mm. dibagian tengah terpasang sarung tangan panjang berstandar medis yang dilengkapi handscoon sekali pakai. Di dalamnya, juga tersedia lampu dan blower serta amplifier dan speaker untuk sarana komunikasi dengan pasien.


Read More

Artikel Lainnya

Tak Hanya Sekadar Pendanaan Startup, IDPM MPTM Juga Hadirkan Lowongan Pekerjaa n.jpg

Bisnis

Tak Hanya Sekadar Pendanaan Startup, IDPM MPTM Juga Hadirkan Lowongan Pekerjaan

28 November 2022, 15:58

East Ventures melalui IDPM MPTM berupaya membuka kesempatan kepada para founder startup meraih pendanaan dan mereka yang terdampak badai PHK industri digital mendapatkan pekerjaan baru.

Fore Coffee Perpanjang Periode The Classic Treasure Series Sampai Tahun Depa n.jpg

Kuliner

Fore Coffee Perpanjang Periode The Classic Treasure Series Sampai Tahun Depan

28 November 2022, 14:56

Setelah ribuan konsumennya bersuara, Fore Coffee memutuskan untuk memperpanjang menu seasonal The Classic Treasure Series sampai tahun depan.

Konser di Edutorium UMS, Dewa 19 Sukses Hibur Penggemarnya di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser di Edutorium UMS, Dewa 19 Sukses Hibur Penggemarnya di Solo

28 November 2022, 10:55

Pada akhir pekan kemarin, band Dewa 19 bersama mantan anggotanya yang ikonik sukses manggung di Kota Solo melalui konser 30 Tahun Berkarya Dewa 19.

Respons Fashionista Luring dan Daring Tinggi, JFW 2023 Sukses Digelar.jpg

Kecantikan dan Fashion

Respons Fashionista Luring dan Daring Tinggi, JFW 2023 Sukses Digelar

25 November 2022, 16:36

Pihak penyelenggaran JFW 2023 mengungkapkan bahwa ini merupakan salah satu penyelenggaraan Jakarta Fashion Week dengan animo serta respons yang sangat positif dari fashionista di Tanah Air.


Comments


Please Login to leave a comment.