Pemkot Jakarta Utara Bersihkan Sekolah dan RPTRA dengan Disinfektan

Properti dan Solusi

Efektifkah Menyemprot Disinfektan di Ruang Publik?

Banyak upaya yang sudah dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk menangani pandemi COVID-19 yang sampai saat ini belum juga usai. Beberapa di antaranya menerapkan pembelajaran dari rumah bagi para pelajar dan mahasiswa, bekerja dari rumah bagi para karyawan, hingga penyemprotan disinfektan di ruang publik.

Mungkin Anda juga sudah membaca berita tentang penyemprotan disinfektan di ruang publik seperti sekolah, tempat ibadah, kantor, dan ruang publik lainnya. Tak hanya bangunan-bangunan itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyemprot disinfektan di jalan protokol. Contohnya Minggu (22/03/2020), para personel gabungan dari dinas terkait, TNI, dan Polri melakukan penyemprotan di Jalan MH Thamrin dan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat.

Bersama PMI, Pemkab Bekasi Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Disinfektan tersebut disemprot ke jalan utama dan trotoar dengan bantuan mobil pemadam kebakaran. Ada pula petugas perseorangan yang menyemprot disinfektan pada bangku di pinggir jalan, jembatan, dan halte bus. Hal ini berdasarakan pemberitaan CNN Indonesia(23/03/2020)

Pertanyaannya, apakah upaya itu efektif dalam menangani penyebaran penyakit ini?

Sebetulnya, Jakarta bukan satu-satunya kota yang melakukan upaya ini. Wuhan, kota pertama kali SARS-CoV-2 ditemukan pun melakukan hal yang sama. Mengutip Business Insider (23/03/2020), penyemprotan disinfektan di jalanan pun dilakukan di Kota Beijing juga Yichang.

[Baca Juga: Bersama PMI, Pemkab Bekasi Lakukan Penyemprotan Disinfektan]

Upaya ini akhirnya mengundang pendapat seorang Ahli Epidemologi Pencegahan Infeksi di Arizona, Amerika Serikat Saskia Popesku. Ia mengatakan, menyemprot disinfektan dengan truk penyemprot seperti di Kota Yichang adalah hal yang berlebihan.

“Saya lebih suka melihat upaya seperti menyemprot disinfektan di ruang UGD dan permukaan-permukaan yang sering disentuh di rumah sakit serta sekolah dari pada di jalanan,” tutur Popesku.

“Jujur saja, memangnya seberapa sering tangan atau mulut Anda melakukan kontak dengan jalanan,” lanjutnya. Popesku mengutarakan SARS-CoV-2 menyebar melalui droplet dari saluran pernapasan. Oleh karenanya seseorang bisa terinfeksi ketika tangannya menyentuh virus yang keluar dari cairan bersin dan batuk seorang penderita COVID-19, kemudian memegang mata, hidung, dan mulutnya. Maka dari itu, menyemprot jalanan yang tak disentuh tangan manusia dinilai tidak efektif.

Sepekan Ini, 11 Masjid Dibersihkan Pemkot Jakarta Pusat

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat sendiri juga menganjurkan untuk menyemprot disinfektan di tempat publik seperti sekolah, kantor, dan ruang publik lainnya. Namun, sasaran tempat yang dibersihkan adalah permukaan yang sering disentuh oleh manusia. CDC menganjurkan membersihkan permukaan terlebih dahulu dengan campuran air dan detergen atau sabun, kemudian mendisinfeksinya.

Senada dengan hal tersebut, Nahla Shihab, dokter spesialis kulit dan kelamin juga membagikan informasi mengenai penggunaan disinfektan di akun instagram miliknya. “Cairan disinfektan hanya digunakan untuk area permukaan yang sering disentuh banyak orang, tidak untuk satu ruangan,” tulis Nahla.

[Baca Juga: Tekan Sebaran COVID-19, Pemprov DKI Semprot Disinfektan di 5 Wilayah]

Nahla sebelumnya membagikan tips untuk membuat cairan disinfektan, caranya mencampur 95 ml Bayclin dengan 905 ml air. Cairan ini dikatakannya hanya bertahan untuk 24 jam karena sifatnya yang tidak stabil. “Jadi, kalau bikin cairan disinfektan tidak usah banyak-banyak, secukupnya saja sesuai kebutuhan satu hari,” lanjutnya.

Kemudian, Cahya Candra, Guru Biologi di SMP Al-Izhar Pondok Labu, yang juga mempelajari Ilmu Biomedik memberi penjelasan bahwa penyemprotan disinfektan di jalanan tidak efektif. Menurutnya, ruang publik seperti jalanan adalah area yang sangat terbuka. Kontaminasi kuman pada area semacam itu terlalu besar.

“Justru karena terlalu terbuka [jalanan], makannya kurang efektif. Itu area terbuka banget, kontaminasinya dari mana-mana. Keefektifan disinfektan ya hanya saat itu aja. Nggak long lasting. Protokolnya kalau mau bersih ya harus semprot setiap hari,” jelas Candra.

Trik Membersihkan Rumah Bagi Penderita Alergi

Hal yang Candra paparkan mengenai intensitas penggunaan cairan disinfektan sama dengan apa yang diutarakan oleh dokter Nahla. Ia menyebut setiap hari. Sedangkan, pada ruang publik yang disemprot oleh Pemprov DKI belum tentu setiap hari. Banyak wilayah lain yang perlu mendapatkan giliran untuk disemprot disinfektan sehingga rutinitas di satu wilayah tak dilakukan. Selesai menyemprot di satu titik, pemerintah akan bergeser untuk menyemprot di titik yang lain.

“Kemampuan disinfektan itu macem-macem tergantung bahannya. Ada yang kemampuan evaporasi atau penguapannya cepet, maka keefektifan pun nggak lama, hanya tiga puluh menit,” katanya

“Untuk aldehyde bisa sampai 24 jam. Tentu harus semprot setiap hari walaupun kemampuannya bisa 24 jam. Pengalaman saya kerja di lab, kalau mau running bisa empat kali sehari [semprot disinfektan],” tandasnya.

Dapat disimpulkan penggunaan disinfektan di ruang publik akan efektif apabila difokuskan pada permukaan yang sering disentuh manusia, di area yang kontaminasi terhadap kuman tidak terlalu besar, serta dilakukan setiap hari.

Read More

Artikel Lainnya

Hibur Fans Isolasi Diri, J.K Rowling Luncurkan Harry Potter At Home

Pendidikan

Hibur Fans Isolasi Diri, J.K Rowling Luncurkan Harry Potter At Home

03 April 2020, 20:00

J.K Rowling, penulis kisah Harry Potter merilis situs untuk menemani para penggemar saat isolasi diri. Pengunjung dapat membaca banyak artikel, mengerjakan kuis, dan mendengar audiobook Harry Potter.

Rekomendasi Ayam Andalan Dallas Chicken Temani #dirumahaja

Kuliner

Rekomendasi Ayam Andalan Dallas Chicken Temani #dirumahaja

03 April 2020, 19:00

Sajian kreasi ayam spesial Dallas Kitchen yang patut untuk Anda cicipi selama #dirumahaja akibat pandemi COVID-19. Meskipun tengah social distancing, makan enak tetap penting.

Cara Merawat Gigi Agar Tak Perlu ke Dokter di Tengah Pandemi COVID-19

Kesehatan

Cara Merawat Gigi Agar Tak Perlu ke Dokter di Tengah Pandemi COVID-19

03 April 2020, 14:00

Pergi ke dokter gigi di tengah Pandemi COVID-19 sebisa mungkin perlu dihindari. Berikut cara merawat gigi agar selalu sehat dan kuat.

Zoonosis, Kata yang Jadi Akrab di Telinga Kala Pandemi COVID-19

Kesehatan

Zoonosis, Kata yang Jadi Akrab di Telinga Kala Pandemi COVID-19

03 April 2020, 13:00

Zoonosis menjadi salah satu kata yang kini sering ditemui. Apa arti kata itu dan apa hubungannya dengan pandemi COVID-19 yang diakibatkan oleh Virus Corona SARS-CoV-2?


Comments


Please Login to leave a comment.